Suami Isteri Separuh Waktu

Suami Isteri Separuh Waktu
Kasur angin


__ADS_3

Ben berjalan menuju ke sofa dan membuka barang barang yang di berikan oleh darta. namun ketika ia melihat makanan yang tersedia, ia berhenti melanjutkan aktivitasnya. ia ingat bahwa Adira belum makan sama sekali dari pagi hingga malam.


" dira, cepatlah makan makanan mu" ucap ben, ia juga mengambil satu porsi makanan untuknya.


tanpa menjawab Adira langsung mengambil makanannya dan mengikuti Ben menyantap makanan yang telah diantar oleh darta. hening tanpa pembicaraan sekalipun, keduanya fokus pada makanan masing masing.


tak lama makanan mereka habis. dan adira membereskan piring kotor kemudian membawa nya turun kebawah.


Ya, rumah keluarga Alessandra sudah sepi, karena tak lama setelah ben berpamitan pada orang tuanya. para tamu undangan juga kembali, karena hari sudah larut.


adira kembali kekamarnya, dan kembali melihat ben yang mengobrak ngabrik barang disekitar sofa. ben yang menyadari ada orang masuk ke kamarnya sontak melihat kearah pintu.


" adira, tolong bantu aku"


" apa itu kak" tanya adira


" apa kau tak bisa meliat? "


" dira tau, itu kasur udara.. tapi untuk apa?"


" untuk kau tidur, aku tak ingin satu ranjang dengan gadis culun seperti mu. cepatlah, pompa ini dengan air pump itu" ucap ben


" adira bisa tidur di sofa kak"


" lebih baik kau gunakan ini, sofa terlalu kecil untuk tubuh mu yang gendut "


" hah, kurus begini dibilang gendut, dasar matamu sudah rusak kak" gerutu adira

__ADS_1


" kau mengumpatku" ucap ben dengan manatap tajam adira


" tidak kak"


" ingat adira, setiap pagi aku ingin kau mengempiskan kembali kasur itu dan menyimpan nya dengan aman. jangan meninggalkan jejak yang menimbulkan kecurigaan"


" baik kak.. emm. kakak kapan akan berangkat?"


" kenapa kau bertanya seperti itu? apa kau tak sabar melihat aku pergi?"


" tidak kak, adira hanya bertanya"


" mungkin dalam satu atau tiga hari kedepan. ah iya, kau akan pergi kekampusmu dalam satu minggu kedepan.. darta yang akan mengantar mu" ucap ben


" eh kenapa cepat sekali, bukankah aktif kuliah masih sekitar satu atau dua bulan lagi"


" baik lah kak" jawab adira lesu


" dan iya, kenapa penampilan mu tambah jelek begitu" ucap ben


" ini nenek yang menyuruh ku, apa kak ben tidak suka aku berpenampilan seperti" ucap adira menatap ben


" terserah padamu"


" mmm baik lah.. apakah kakak butuh sesuatu sebelum tidur? "


" tidak, sudahlah jangan ganggu istirahat ku"

__ADS_1


adira hanya diam tanpa menjawab kembali ucapan ben. ia membaringkan tubuhnya dikasur yang telah dipompa, tentunya setelah ia mengambil bantal dan juga selimut untuk ia kenakan.


adira merasa tubuhnya yang sangat letih setelah acara pernikahannya.karena rasa lelahnya tak butuh waktu lama, adira pun terlelap kedalam tidurnya.


" kak deri, please maaf in diraa"


" kak deri"


" kak deri "


adira terus mengigau dan meracau menyebut nama deri, hingga ia mengusik tidur ben.


" apa apa an gadis ini, sudah menikah tapi ia masih memimpikan laki laki lain. sungguh tak tau malu" gumam ben sembari menatap adira.


karena posisi tidur adira yang tak jauh dari ranjang ben. akhirnya ben membangun kan adira dengan melempar kan bantal kearah adira dengan keras mengenai kepala. hal ini sontak membuat adira terbangun.


" apa yang terjadi " ucap adira sembari mengusap keringat dingin yang mengalir di pelipis nya.


" kau mengganggu tidurku dengan memimpikan deri mu itu.. sungguh pengganggu"


" maaf kak"


ben tak menghiraukan adira, ia kembali melanjutkan tidurnya, karena jam masih menunjukkan pukul 4:30.. tidak mungkin ben bangun sepagi itu.


sedangkan Adira, ia memutuskan untuk keluar kamarnya, dan bergegas menuju ke dapur. dan disana sudah terdapat mamanya bersama mak imah yang sedang menyediakan sarapan.


meskipun mereka terhitung sebagai orang berada dengan rumah yang mewah dan besar, namun dirumah itu tak ada satu pun asisten. segalanya dikerjakan oleh mamanya sendiri.

__ADS_1


mungkin hanya akan ada sesekali asisten rumah tangga dan tukang kebun kepercayaan mereka akan datang, jika dihubungi. semua ini dilakukan atas kehendak Alma, yang ingin mengurusi rumahnya sendiri.


__ADS_2