
Saat Adira sampai didepan pintu mobil Ben, ia bingung harus apa, ia ingin masuk tetapi ia takut, jika ia tidak masuk bagaimana ia bisa sampai disekolah.
"aduh bagaimana ini" gumam adira
Sedangkan Ben didalam mobil sudah sangat emosi. " hey gadis culun cepatlah naik aku sudah terlambat" bentak Ben
segera adira masuk kedalam mobil " eh, hm k k kak" ucap adira gugup
"apa" saut Ben
"kakak pergilah dulu, dira bisa tumpang papa" ucap adira memberanikan diri
" hah, gadis culun menyusahkan, kau ingin membuatku terlihat buruk didepan papaku hah.. kenapa tidak dari tadi saja kau menolak didepan mereka ? dasar gadis culun yang licik, didepan mereka kau berlagak lugu dan polos, padahal kau itu parasit" ucap Ben emosi
" mengapa kak Ben begitu membenci dira kak? dira bahkan tak tau dimana letak kesalahan dira" ucap Adira
"kesalahanmu adalah hadir ditengah-tengah kehidupan ku dan keluarga ku" Ben berkata dengan menekan setiap katanya
"maaf" ucap adira meneteskan air matanya
__ADS_1
"ah sudahlah, benarkan dudukmu pakai sabuk pengaman mu" ucap Ben
selama di perjalanan mereka hanya terdiam tidak ada yang saling bicara sama sekali. terlihat sesekali Adira mengusap air matanya, sedangkan Ben hanya terdiam cuek, tidak meminta maaf atau pun merasa bersalah atas ucapannya pada adira.
ckiitttt, Ben memberhentikan mobilnya secara mendadak.
" ada apa kak" tanya Adira
"turun!" perintah Ben dan langsung diikuti oleh adira.
"tutup pintunya" ucap ben
" tapi kak, ini belum Sampai disekolah dira, dan dira tidak tau jalan kesekolah kak, bagaimana dira bisa sampai kesekolah... hmm bukannya kak ben akan mengantarkan dira kesekolah" ucap Adira
Adira menatap nanar kepergian kakaknya tersebut. lalu beringsut jongkok tanpa ia sadari airmatanya kembali menetes..
" apasalahku kak, apasalahku karena hadir dikehidupan keluargamu. papa yang mengajakku kak. bukan aku yg ingin ikut. huhu hu hu" ucap dira dalam isak tangisnya
"jika kak ben ingin dira pergi dira ngga bisa kak, dira sayang kalian semua kak, dira ga mau kehilangan keluarga lagi hu. huhu uhuh" ucap Adira dengan tersedu sedu
__ADS_1
" ah sudah lah semangat Adira, kau harus kuat, dan rebut kembali kasih sayang kakakmu" ucap adira berdiri dan mengusap air matanya.
" eh " adira menoleh kekanan dan kekiri
" ini dimana? kenapa aku tak ingat jalan ini? bagaimana ini. kesekolah naik apa, mama papa tolong adiraa" ucap adira takut
Adira tak tahu arah kesekolah, pada akhirnya ia hanya duduk dipinggir jalan.
"adira" panggil seseorang
" eh, kak deri " saut adira menoleh kepada deri
" kenapa kau terdiam disini? kau tak kesekolah? dimana supirmu?" tanya deri
" ah, tadi dira ingin kesekolah dengan berjalan kaki kak, tapi dira lupa jalan itu sebabnya dira duduk disini" ucap dira bohong
" oh begitu. sudah ayo ikut denganku, kan kita satu sekolah" ajak deri yang hanya dijawab dengan anggukan oleh adira
adira dan deri adalah murid satu sekolah, hanya saja deri berada satu tingkat diatas dira, deri duduk dibangku kelas duabelas, sedangkan dira duduk dibangku kelas sebelas. adira dan deri merupakan murid yang terkenal culun disekolah mereka. itu yang menyebabkan adira mudah bergaul dengan deri begitupun sebaliknya. tak bisa dibohongi pula, bahwa keduanya saling menyukai dalam diam.. terbukti dari perhatian perhatian kecil yang saling mereka berikan.
__ADS_1
setelah mobil deri melaju. seseorang melihat dari kaca spion. yaa, itu Ben, Ben berjaga menunggu adira takut adira pulang ke rumah dan mengadu pada orangtuanya. tapi ternyata adira pergi menumpang dengan orang lain..
"heh dasar parasit" ucap Ben tak suka.