Suami Isteri Separuh Waktu

Suami Isteri Separuh Waktu
Ben pergi diam diam


__ADS_3

Keputusan Ben untuk menikahi Adira. membuat tekadnya untuk pergi ke UK semakin bulat dan dipercepat..


selain untuk menyelesaikan pendidikan nya, ia juga menggunakan waktu setahun nya disana untuk mendirikan perusahaan nya yang baru. jelas waktu itu juga digunakan untuk menghilangkan stress yang kini sedang ia hadapi karena keputusannya.


" Ben kau serius akan berangkat besok " tanya Alma disela sela ia mengemasi keperluan anaknya tersebut.


" ia ma, semakin cepat semakin bagus " jawab ben.


" lalu bagaimana dengan keperluan mu disana" tanya mama


" semua sudah beres ma.. semuanya sudah di tangani oleh darta" ucap ben


" ah darta itu, semua bisa ia tangani. kau beruntung memiliki teman seperti dia" ucap Alma senyum.


" darta sudah ku anggap seperti kakakku ma. dia sangat baik dan bisa diandalkannya" ucap ben mengulas senyum nya


" Ben, hati hatilah di sana, jaga kesehatan dan juga pola makan mu, mama dan papa Sangat menyayangi mu" ucap alma sembari memeluk ben


ben hanya terdiam mendapatkan pelukan mamanya. tanpa merespon apa yang dilakukan dan diucapkan mamanya... Alma yang menyadari bahwa Ben tidak membalas pelukannya, sontak membuat ia meneteskan air matanya.


" ma, sudahlah. ben hanya setahun disana..


setelah itu ben akan pulang dan menikah dengan anak kesayangan mama" ucap ben..


" ah baiklah sayang... semoga semua urusan mu disana cepat terselesaikan" ucap alma sembari mengusap air matanya

__ADS_1


"ma, apakah sudah beres semuanya.." tanya ben


" sudah sayang" saut Alma.


"baik lah. ben ingin kekamar nenek, besok pagi pagi sekali ben harus sudah berangkat" ucap Ben berlalu tanpa menunggu jawaban dari alma.


saat menuju kamar nya ben melihat adira yang duduk diruang tamu..


" hey kau, mengapa kau melamun " teriak ben namun adira tak menyaut sama sekali.


" Adira" panggil ben lagi namun lagi lagi panggilan nya tak mendapat sahutan dari Adira.


" ah bodoh, biarkan saja di mati melamun, mengapa aku harus repot menyadarkan gadis konyol itu"gumam ben kesal


tok tok " nek, apakah ben boleh masuk" ucap ben dibalik pintu.


" masuklah sayang" sahut nenek.


" apakah nenek sudah minum obat nenek?" tanya ben lembut


" sudah sayang " sahut nenek dengan raut sedih di wajah tuanya


" ada apa nek? " tanya ben bimbang melihat raut wajah neneknya yang berubah seketika


" apakah permintaan nenek yang membuat mu ingin pergi meninggalkan nenek ben? nenek minta maaf, tapi nenek benar benar sayang adira.. nenek takut adira bersama dengan lelaki lain ben, nenek hanya percaya pada mu ben" ucap nenek, menahan air matanya

__ADS_1


" sudahlah nek, itu tidak masalah bagi ben, yang terpenting nenek bahagia, jangan sedih nek. ben hanya ingin menyelasaikan pendidikan ben saja nek" ucap ben menenangkan neneknya


" sudah lah nek, nenek istirahat lah..


mungkin besok ben tidak sempat berpamitan dengan nenek. Ben besok akan berangkat pagi pagi sekali" ucap ben


" baiklah, jaga dirimu ben " jawab sang nenek


pagi pagi sekali ben sudah pergi meninggalkan rumah, tanpa berpamitan kembali dengan keluarganya.


" kak Ben" tok tok tok.. teriak adira didepan pintu kamar ben.


" kenapa kak ben tidak menjawab panggilan ku, biasanya dia sudah bangun" lirih adira


" kak ben, turun lah.. mama papa dan nenek sudah menunggu mu dimeja makan" teriak Adira lagi.


" ah apa aku masuk saja, bodoh lah kalau kak Ben marah, yang penting aku harus membangunkannya" gumam adira, langsung membuka pintu kamar ben.


" dimana kak ben? eh, apa dia sudah pergi" gumam Adira, lalu keluar menemui keluarga nya.


" sayang dimana kakakmu?" tanya Alma


" kak ben tidak ada dikamar nya ma" jawab Adira.


" oh.. ya sudah, mari kita lanjut sarapannya... mungkin ben takut ketinggalan pesawat, itu sebabnya ia berangkat pagi pagi sekali " ucap papa, menenangkan istri dan ibunya yang tampak bersedih..

__ADS_1


__ADS_2