
ben dan meli tinggal bersama di mansion milik ben yang ada dinegara itu..ben menikmati hari hari nya selama setahun bersama dengan meli dengan bahagia dan tenang. begitu juga dengan adira yang merasakan hidupnya mulai berubah sejak ben pergi keluar negeri.
namun, tetap saja keduanya masih memikirkan pernikahan mereka yang tinggal beberapa bulan lagi akan digelar...
"Adira" panggil nenek
"iya nek"
" apakah benson ada menghubungimu? tadi benson menelpon dan ia bilang 1 minggu lagi ia akan kembali " ucap nenek
" kak ben tidak ada menghubungi adira nek, mungkin ia sibuk " ucap adira
" ah iya nek, hari ini Adira akan pergi mengambil sijil kelulusan Adira, dan ingin mengurus berkas berkas untuk pendaftaran kuliah Adira nek " sambung Adira
" pergi lah sayang, semoga hasilnya memuaskan, dan dimana kau akan melanjutkan sekolah mu?" ucap nenek pada Adira
" Adira ingin ke universitas A nek " saut adira dengan menundukkan kepalanya tanpa berani memperlihatkan wajahnya yang tampak bimbang, karena keputusannya untuk melanjutkan pendidikan nya disana hanya untuk bertemu kembali dengan deri.
" apapun keputusan mu, nenek mendukungmu.. ah iya, lusa nenek akan pulang kampung" ucap nenek yang sontak membuat adira kaget
" ha, kenapa tiba tiba nek? " tanya adira
__ADS_1
" nenek merindukan mak timah disana, dan mak timah juga merindukan nenek itu sebabnya nenek harus pulang... lagipula nenek sudah setahun disini bersama kalian.. jadi sekarang saatnya nenek pulang" ucap nenek lembut
" nek biarkan mak timah yang kesini nek, jangan nenek yang pulang " rayu Adira dengan raut sedihnya
" tak bisa sayang, nenek mu itu sudah merindukan rumah peninggalan kakek mu itu sebabnya ia ingin pulang, mama dan papa sudah membujuk nenek mu tapi nenek mu tetap kekeh dengan keinginannya" saut alma yang baru bergabung dengan adira dan ibunya
" Adira, esok nenek akan kesini lagi untuk melihat pernikahanmu" ucap nenek mengulas senyumnya
" nenek " adira memeluk neneknya dengan ekspresi wajah meweknya.
" hei, kau ini berperilaku seolah olah nenek mu tidak akan kembali lagi.. sudahlah sana bersiaplah kau kan harus pergi " ucap nenek
" ah iya, adira kekamar dulu ya nek, ma " pamit adira
" ben akan pulang besok! " ucap nenek pada alma
" ah, bukan kan seminggu lagi ia akan pulang bu, Ben bilang ia masih ada urusan disana" ucap alma menatap ibunya
" takkan ku biarkan ben disana berlama lama dengan kekasihnya.. cukup satu tahun aku kecolongan Alma!!!.. ben sungguh keterlaluan ia disana bersama dengan meli dan ia berhasil menutup infonya, sehingga anak buahku yang bersamanya terkecoh.. namun tidak dengan kali ini.. aku akan membuat nya kembali " ucap nenek tegas
alma yang mendengar penuturan ibunya hanya terdiam.. pantas saja ibunya dengan mudah mengizinkan ben pergi.. ternyata ia menaruh mata mata disisi ben..
__ADS_1
alma tau betul seperti apa ibunya itu... ibunya adalah seseorang berparas lembut dan polos seperti wanita lanjut usia umumnya, yang tanpa disadari ia adalah seorang bersikap keras dan tangguh dimana apa yang ia inginkan harus didapatkan. ibunya merupakan seseorang yang memiliki kekuasaan meskipun diusianya yang sudah tak muda lagi..
" baiklah, aku akan pulang " ucap ben pada seseorang didepan pintu mansionnya
" sayang, ayo makan.. aku sudah memasak makanan kesukaanmu" ajak meli yang menyusul ben kedepan pintu mansion
" ah darta, masuklah.. mari kita makan bersama " ajak meli pada darta
" tidak terimakasih. saya pamit tuan " ucap darta dingin. dan langsung pergi begitu saja
" dia itu selalu saja begitu padaku" ucap meli sendu
" sudahlah sayang.. yang penting aku tidak begitu pada mu" ucap ben mendekap meli kedalam pelukannya lalu berjalan berdampingan menuju meja makan
" sayang, kapan kita akan menikah " tanya meli pada ben
" bersabarlah sayang" saut Ben
" tapi ben" ucap meli terputus
" sudahlah meli.. lanjutkan makanmu" ucap ben tegas
__ADS_1
" ben apakah kau tak ada niat untuk menikahi ku" " maafkan aku sayang, aku terlalu takut untuk kehilanganmu" gumam ben dan meli dalam hati