
ben keluar kamar nya dan pergi menuju kamar adira. yang berada tak jauh dari kamarnya.
" culun ayo cepat turun.. nenek sudah menunggu " teriak ben didepan pintu kamar adira.
" ayo kak" saut adira yang telah menampakkan diri didepan ben
deg... ben terdiam sejenak memandang wajah adira yang tampak cantik, tanpa menggunakan kacamata nya, dengan dress selutut serta rambut tergerai indah yang tak mengubah kesan penampilan polos dan lugu nya.
"Kak ben " panggil adira yang membuyarkan tatapan terpesona ben
" ayo" ben berlalu meninggalkan adira yang berjalan dibelakang nya dengan tatapan bingung
mereka berlalu menuruni tangga..
rumah nenek mereka yang berada di kampung ini tak terlalu mewah, namun cukup luas, rumah yang dominan bermaterial kayu, bertingkat dua, dengan dikelilingi suasana pedesaan menambah kesan nyaman pada rumah ini.
" ben, bagaimana penampilan adira.. cantikkan" tanya nenek disela sela makannya
" hem" jawab ben dengan deheman datarnya
" ben menginap lah selama satu bulan disini, bersantai lah hingga hari pernikahan mu tiba"
" uhuk" ucapan nenek sontak membuat adira tersedak
__ADS_1
" kau kenapa sayang? makanlah pelan pelan" ucap nenek sembari memberikan segelas air putih, yang di terima adira dengan senyum kikuk nya..
" tak bisa nek, ben harus mempersiapkan segala sesuatunya sebelum hari pernikahan..
dan kau dimana kau akan melanjutkan pendidikan mu? " tanya ben dengan tatapan interogasi nya yang mampu membuat mental adira menciut.
" aaa aaa adira ingin ke universitas A" ucap adira gugup
" baiklah, dan ya.. setelah kita menikah, ben akan pergi keluar negeri nek, ada yang perlu ben urus dengan salah satu cabang bisnis ben"
" berapa lama?" tanya nenek
" one month, two months, maybe even a year" ucap ben sembari menaikan kedua pundaknya yang menandakan bahwa ia tak tau.
" bagaimana mungkin kau akan pergi selama itu" ucap nenek yang tersirat kemarahan disana
semua terdiam dan melanjutkan makannya dengan tenang tanpa ada pembicaraan
hari hari berlalu, dan tanpa terasa sudah dua minggu mereka menetap di kampung.
" kalian yakin akan pulang hari ini"
" iya nek, kami akan pulang hari ini" ucap ben sembari memasukkan kopernya kedalam mobil.
__ADS_1
" adira menetap lah lagi beberapa hari disini" ucap mak timah. namun sebelum adira menjawabnya, ben yang seolah olah mengerti akan jawaban yang akan dilontarkan adira sontak angkat bicara..
" adira masukkan barang barang mu" ben berucap dengan suara tegasnya dan tak ingin ada penolakan.
" ah dia ini seperti tau apa yang akan aku ucap" gerutu adira
" nek, ben pamit dulu. dan ya seminggu lagi akan ada supir yang datang menjemput nenek"
" iya ben.. berhati hatilah"
" mak timah, jaga nenek ya, adira titip nenek" ucap adira dengan mata mata berkaca nya yang di jawab dengan anggukan dan senyum tulus dari mak timah
kaduanya pun pergi meninggalkan kampung sang nenek untuk kembali kekota, selama perjalanan mereka hanya terdiam.
adira yang terdiam karena ketakutan nya.. ben yang terdiam karena fokus menyetir.
" adira "
Adira yang merasa nama nya dipanggil bertambah takut. " kenapa kak ben memanggil ku" batin adira dengan memainkan jari jemari tangannya.
"Adira" panggil ben kesal dengan sedikit beteriak, karena ia tak mendapatkan jawaban dari adira tadi.
" iya kak" ucap adira terkejut
__ADS_1
" serahkan berkas berkas kuliah mu pada darta.. dia yang akan mengurus semuanya"
" baik kak"