
" ma, Adira sudah kenyang.. Adira kekamar dulu ya ma " pamit Adira
" kenapa kak ben pergi tanpa berpamitan? apa semua ini gara gara aku.. kak ben segitu bencinya kau padaku. jika memang kak ben tidak ingin menikah dengan ku.. katakan saja, tidak perlu begini..huft " lirih Adira menjatuhkan diri ke ranjang kamarnya.
" sayang, mengapa kau mengajakku ikut bersamamu" tanya meli pada ben saat ia sudah duduk dikursi pesawat berdampingan dengan ben
" karena aku tak bisa jauh dari mu " sahut ben mengulas senyumnya.
ya, ben pergi keluar negeri bersama dengan kekasihnya. karena ia ingin menghabiskan waktu setahunnya dengan tenang, dimana ketenangan baginya, terletak pada diri meli.
" sayang, aku tidak pernah kesana, aku takut apabila nanti aku tersesat" ucap meli dengan guratan wajah khawatir nya
" tenang lah, kan ada aku disana... aku akan menjagamu kemanapun kau akan pergi " ucap ben sembari menggenggam tangan meli..
" seriously? " ucap meli menyakinkan. yang hanya dijawab anggukan oleh ben.. dan suasana menjadi hening seketika.
"pa, apakah ben ada menghubungi papa hari ini" tanya alma
" tidak ma, mungkin besok pagi ia baru menghubungi kita.. sekarang ia pasti masih berada dalam pesawat " ucap papa
" sudahlah, ben sudah besar.. jangan terlalu khawatir padanya, cepat lanjutkan makan malam mu, lagian ini baru jam 7 malam" ucap nenek
__ADS_1
" Adira, besok pagi kau harus menghubungi calon suami mu jika ia tidak menghubungi kita" ucap nenek yang sontak membuat adira tersedak.
" bagaimana cara menghubungi pria jelek berkepala es itu. nomornya saja aku tidak punya " gumam Adira
" kau bicara apa sayang?" tanya nenek
" eh, tidak ada nek.. baiklah besok adira akan menghubungi kak ben" ucap adira mengulas senyum canggungnya
"sayang kau tidurlah, apabila sudah sampai aku akan membangunkan mu " ucap ben
" tidak sayang, aku ingin memandang wajah mu sepuasnya. aku sangat sangat mencintai mu sayang.. aku tidak sabar menunggu kau untuk menikahi ku " ucap meli dengan mengulas senyum bahagia nya
" apa apaan kau ini, apa kau kira aku mencintaimu karna harta? ben aku tulus mencintaimu mu. meskipun kau bukan anak dari tuan Hermawan Alessandra, aku akan tetap mencintaimu.. karena hanya kau satu satunya orang yang perduli terhadapku" ucap meli menyeka air matanya " aku benar benar mencintaimu ben "
" sudahlah sayang, aku percaya padamu.. jangan begini. aku tak bisa melihat mu menangis" ucap ben menyeka air mata meli.
" sekarang tidur lah " ucap ben pada meli
" baiklah, good night sayang, I love you " ucap meli
" I love you more sayang " sahut ben
__ADS_1
meli pun tertidur dengan pulas, sedangkan ben,ia memandangi wajah teduh sang kekasih..
wajah gadis yang ia cintai selama ini, wajah gadis yang menerima ia tanpa memandang harta.. semua ini bukan tanpa alasan.. karena meli terlahir dari keluarga berada.. itu sebabnya ia tidak memandang lelaki karena harta.. meli hanya ingin merasakan cinta yang tulus yang tak.pernah ia dapatkan dari orang tuanya..
" sayang, aku sangat mencintaimu.. aku takut kehilanganmu.. bagaimana mungkin gadis sebaik kau, akan menerima semua ini.. aku yakin kau akan meninggalkan aku setelah kau mengetahui semua ini.. itu sebabnya aku ingin menghabiskan waktu setahunku ini bersama mu, sebelum kau benar benar pergi meninggalkan aku" ucap ben sembari mengusap halus wajah meli.
" ben, kau tak tidur? dan mengapa matamu berair? apakah matamu sakit?" tanya meli khawatir
" tidak papa sayang. sebentar lagi pesawat kita akan sampai, itu sebabnya aku terjaga, mataku berair karena baru bangun dari tidur meli" ucap ben lembut
" ah, jam berapa ini ? " tanya meli
" setengah sembilan " jawab ben.
" jam berapa kita akan landing?" tanya meli
" melia Anggara, kau itu anak dari tuan Anggara yang kaya raya. bagaimana mungkin kau tak tau berapa jam perjalanan kita " ucap ben terkekeh geli
" ah, yang kaya itu orang tua ku bukan aku.. dan iya aku tak pernah bepergian keluar negeri... kau tahu hidupku bagaimana " ucap meli mencebikkan bibirnya.
" sayang kau imut sekali. maaf, setengah jam lagi kita akan sampai " ucap ben dengan menahan tawanya
__ADS_1