Suami Isteri Separuh Waktu

Suami Isteri Separuh Waktu
Seperti tidak asing


__ADS_3

Dua bulan berlalu adira menjalani kehidupannya dengan baik, ia berteman akrab dengan ketiga teman asramanya anisa, lisa dan meta karena mereka berada di kelas dan jurusan yang sama yakni bisnis. Teman teman kampusnya tidak tahu jika dira sudah memiliki suami, karena sejak awal adira sudah memutuskan untuk menutupi statusnya


Mengenai ben, selama dua bulan ini ben masih menetap di luar negeri untuk mengelola bisnisnya, jangan tanya kan apakah ben pernah menghubungi adira, tentu saja tidak. Adira hanya bisa menjawab ben baik baik saja jika orang tuanya bertany jujur saja Adira hanya mengetahui kabar ben dari orang tua nya karena adira selalu pulang ke rumah saat weekend. Sebenarnya adira merasa canggung ketika ditanyai mengenai ben oleh orang tua nya karena dia harus berperan bahwa hubungannya dengan ben baik baik saja, dia tidak tau harus menjawab apa pertanyaan pertanyaan orang tuanya mengenai ben, jika boleh memilih adira ingin tidak pulang tetapi tidak bisa karena orang tuanya selalu minta adira untuk pulang. Seperti saat ini adira sedang menerima telfon dari mamanya yang menanyai apakah adira pulang minggu ini


“ Iya mama adira pulang ke rumah setelah kelas selesai, Adira rindu mama sama papa udah seminggu ga lihat wajah mama dira yang cantik tapi bawel ini”


“Kamu jauh lebih bawel” saut mama diseberang sana


“ iya adira bawel kan karena mama, mama masakin makanan kesukaan dira ya ma, dira tutup telfon nya ya ma, mau masuk kelas, bye mama i love you muach. Hehehe”


Setelah menutup telfon adira jalan terburu buru dengan mata yang fokus ke ponsel nya.


Brukkk, tanpa disengaja adira menabrak seorang pria yang membawa banyak buku,

__ADS_1


“ maaf, saya tidak sengaja” ucap adira sambil membantu memungut buku pria tersebut


” tidak apa, terimakasih” ucap pria tersebut menerima buku yang diambil dira


“ sama sama, saya permisi dulu, udah telat soalnya” pamit dira


” tunggu, saya deni, saya baru dikampus ini kamu tau gedung seni di mana?”


“ ah iya saya adira, gedung seni ada di ujung setelah gedung bisnis, kamu lurus saja”


“ sama sama, saya permisi”


dira melanjutkan perjalanannya kekelas, untung dia tidak telat. Selama dikelas adira termenung mengingat deni lelaki yang dira tabrak tadi

__ADS_1


...“ kenapa rasanya wajah dia seperti tidak asing”...


...” seperti pernah melihatnya, tapi dimana dan siapa? Deni? Sepertinya dira ga punya temen yang namanya deni. Ah sudah lah dira jangan dipikirkan mungkin hanya perasaanmu saja” batin dira...


Kelas selesai adira bersiap untuk pulang,


“ adira ayo kita ke cafe depan, kata nya ada menu terbaru, anisa dan lisa juga ikut” ajak meta


“ sorry guys, bukan aku gamau, tapi seperti biasa aku harus pulang kerumah mama sudah menelfon ku dari tadi, dan kalian tau kan butuh waktu satu jam untuk sampai kerumah. ini sudah sore aku takut hari keburu gelap sebelum aku sampe, kalian tau kan aku rabun sulit aku menyetir jika malam” ucap dira


” okey dira, gamasalah, kamu pulang lah kita masih bisa pergi di lain waktu, take care” saut lisa, yang di sambut anggukan dan senyuman dari nisa dan meta


” oke guys, aku pamit dulu”

__ADS_1


adira mengendarai mobil nya sambil mendengar kan lagu kesukaannya, ia membelah jalanan dengan santai dan menikmati perjalanannya.


__ADS_2