Suami Isteri Separuh Waktu

Suami Isteri Separuh Waktu
Merona


__ADS_3

ben melajukan mobilnya menuju ke kampusnya. disaat ia memarkirkan mobilnya Ben tersenyum melihat kekasihnya menuju kearahnya.


" sayang " panggul meli


" hey sayang, apa kabarmu? mengapa kau disini" ucap Ben memeluk kekasihnya.


" aku baik baik saja. apakah kau tak merindukanku, aku kesini ingin menemui mu" ucap Meli manja.


" tentu saja aku merindukanmu, tapi aku sudah terlambat, dan kau kembali lah kekampusmu, dan aku akan menemuimu sepulang dari kampus" ucap ben


" ah, baiklah. aku kembali. sampai jumpa nanti" ucap meli tersenyum mencium Ben.


lalu meninggalkannya.


" sayang, kau selalu bisa membuatku kembali tenang saat aku melihat senyummu" gumam Ben


Ben memasuki kampusnya dengan memasang sikap angkuh dan sombongnya, ya ben seseorang yang terkenal angkuh dihadapan orang orang terkecuali Meli dan keluarganya. untuk Adira tentu saja Ben jauh lebih buruk terbanding Ben dihadapan oranglain. Namun Ben tetaplah Ben, seorang pria berkarisma tinggi dengan alis tebal, rahang keras, dan bibir tebal yang menambah ketampanannya bahkan ia terlahir dalam keluarga yang kaya yang lebih mendongkrak kepamorannya dimata orang orang.


ya orang orang hanya mengenal Benson dari sisi ketampanan dan kekayaan keluarganya, bukan dari perusahaan besar yang ia dirikan sendiri. Karena ben menutup rapat rapat soal perusahaan nya tersebut agar ia mampu menemukan wanita yang tidak memandangnya dari segi materi, seperti meli yang benar benar tulus mencintainya..

__ADS_1


" Iya sayang, aku sudah selesai 20 menit lagi aku akan sampai, bye sayang" ucap ben menutup telfonnya.


Ben bergegas menuju mobilnya dan mengendarainya menuju apartemen meli. dipertengahan jalan ia melihat Adira yang sedang menunggu jemputan dihalte. namun Ben acuh melewati Adira. Adira yang mengetahui itu mobil kakaknya hanya terdiam saja..


"ah dimana pak supir, kenapa belum jemput.. atau papa yang jemput aku ya.. ya sudah lah tunggu saja" ucap Adira duduk dihalte


tring tring trililiing notif dari hp Ben yang berisi pesan dari alma.


" sayang tolong jemputlah adikmu, papa dan pak supir sedang keluar kota" isi pesan dari alma


" ahhh kenapa aku harus menjemputnya menyusahkan saja. ah sudahlah, pergi saja ben daripada kau dibuat susah lagi karenanya" ucap ben terhadap dirinya sendiri


" Adira masuk lah cepat"


" baik kak" Adira berlari menuju kemobil


belum sempat ia memasang sabuk pengamannya ben sudah memijak pedal gas dengan kuat hingga membuat Adira terbanting kedepan.


" kak pelan pelan, Adira takut" ucap adira lirih

__ADS_1


" tidak bisa, aku ada janji dengan kekasihku, dan aku tidak ingin ia menunggu lama " ucap Ben tegas.


Ben melajukan mobilnya menuju rumah orangtuanya dan menurunkan Adira disana. kemudian, ia melajukan mobilnya kembali menuju ke apartemen Meli. Ben menghabiskan waktunya di apartemen meli hingga larut malam. sedangkan Adira hanya didalam kamar, belajar sambil memainkan ponselnya. ia hanya keluar kamar untuk makan malam.


" hei apa kau sudah makan? " tulis seseorang dalam pesannya


" sudah kak, kakak?" jawab Adira


" sudah juga. Adira, giatlah belajar! ujian kenaikan kelasmu tinggal beberapa bulan lagi" balas pesan seseorang untuk Adira


" ah iya, kak Deri juga, semangat untuk ujian mu besok, semoga kau lulus kak" balas Adira


" iya Adira sayang " balas deri


Adira tidak membalas pesan tersebut, ia hanya tersenyum membaca pesan tersebut dengan pipi yang sudah merah merona.


tanpa ia sadari didepan pintu kamarnya sudah berdiri seseorang yang terdiam melihat Adira tersenyum sendiri.


"Adira" panggilan tersebut membuat adira terdiam mematung.

__ADS_1


__ADS_2