Suami Isteri Separuh Waktu

Suami Isteri Separuh Waktu
Pulang Kampung


__ADS_3

dua hari berlalu namun ben belum juga sampai dirumah.


" kemana ben? kenapa dia belum sampai juga? seharusnya ia sudah sampai" ucap alma cemas..


" sudah lah ma.. sebentar lagi kak ben sampai. mungkin kemaren kak ben menginap dihotel" ucap adira


deg.. alma terdiam.


" apakah ben menginap di apartemen meli" gumam alma dalam hati.


" sudahlah aku akan berangkat sekarang" ucap nenek


" apakah nenek akan pergi tanpa menungguku" ucap ben sambil berjalan menuju arah nenek dan keluarganya.


" kak Ben itu lama sekali, hampir saja nenek pergi dengan rasa kecewanya" celetuk Adira pada ben


" kau diamlah" ucap ben


" maaf kan Ben nek" ucap ben sembari memeluk neneknya.


" ya sudah, ayo kita berangkat" ucap nenek, lalu menggandeng tangan Adira


adira, nenek serta papa berlalu keluar dari rumah, dan yang tersisa hanya ben dan alma.


" ben, apakah kau?" tanya alma terhenti


" apa yg mama ingin tanyakan, mama tau jawabannya" tegas ben


" sudahlah ma, ayo kita pergi mengantar nenek " ajak ben menggandeng mamanya menyusul yang lain..


setelah usai berpamitan dengan keluarganya, Ben dan Adira pergi mengantarkan sang nenek pulang ke kampungnya.

__ADS_1


perjalanan mereka memakan waktu kurang lebih 5 jam, dengan posisi ben menyetir seorang diri, sedangkan adira bersandar manja dipelukan nenek, hingga ia terlelap.


" Ben, kau menginaplah nanti dirumah nenek"


" aduh nenek, hal begitu ga perlu nenek suruh.. ben pasti menginaplah nek.. ben kan rindu dengan kampung halaman" saut ben yang masih fokus menyetir


" ben, bahagiakan Adira.. apapun yang terjadi, jaga dia.. nenek takut kehilangan adira, jangan kecewakan adira ben" ucap nenek sambil mengelus ringan rambut adira. namun Ben tidak menjawab ucapan nenek, dia hanya diam dan fokus menyetir.


setelah melakukan perjalanan panjang. akhirnya mereka tiba dirumah nenek.


" ben gendong Adira masuk, dan bawa dia kekamar atas "


" baik nek"


nenek berlalu meninggalkan ben dan adira yang masih ada didalam mobil, menuju kedalam rumah.


" adira, bangun lah. cepat.." ben membangunkan adira dengan menepuk nepuk wajah, serta lengan adira secara bergantian. hingga adira terbangun.


" ah, kak apa kita sudah sampai?" tanya adira sembari mengelap kaca matanya yang rada kabus.


adira dan Ben berjalan beriringan masuk kedalam. ben hanya fokus dengan ponselnya yang ternyata ia sedang berbalas pesan dengan kekasihnya. dan mengabaikan adira yang berada disampingnya


" uh, dia pasti sedang sibuk berpesan ria dengan kekasihnya itu" batin dira


" adira "


" iya nek"


" kau sudah bangun sayang? cepatlah naik kekamarmu, dan bersih bersih lah. lalu turun untuk makan malam.. mak timah sudah menyiapkan makanan untuk kita"


" baik nek, adira permisi dulu"

__ADS_1


" dan kau ben, pergilah kekamar mu dan mandi.. dan kemarikan ponselmu. nenek tak mau melihat kau berchating ria dengan mantan kekasihmu itu"


" dia kekasih ku nek" saut ben


" kau melawan ku ben" ucap nenek dengan memasang raut sedihnya


" tidak nek, Ben tidak sengaja, maaf.. ini nek" ucap ben bersalah dan langsung memberikan ponselnya pada nenek.


" ben permisi nek"


" timah"


" iya nek"


" apakah makanannya sudah siap semua''


" sudah nek"


"baiklah, tolong panggilkan cucu cucu ku"


" baik nek" mak timah berlalu pergi menuju ke kamar ben dan adira.


tok tok " ben, ini mak timah"


" ada apa mak?"


" nenek menyuruhmu turun untuk makan"


" baiklah, sebentar lagi Ben turun.. mak timah, apakah adira sudah turun?"


" belum. ini mak baru akan memanggilnya"

__ADS_1


" oh, mak timah pergilah. biar ben yang memanggilnya"


" baik lah, mak turun dulu"


__ADS_2