Suami Isteri Separuh Waktu

Suami Isteri Separuh Waktu
Mengabulkan Permintaan


__ADS_3

ben kembali menuju kamar neneknya. ia melihat neneknya yang telah sadar sedang berbincang bincang pada Dira dengan suara yang lemah.


" Ben mari, Adira keluar lah sebentar " ucap nenek setelah melihat ben berdiri didepan pintu kamarnya


" nenek lekaslah sembuh " ucap ben lembut, memeluk sang nenek dan meneteskan air matanya. karena ia merasa neneknya jatuh sakit karena dirinya.


" ben sangat sangat menyayangi nenek. ben mau menikah dengan Adira, tapi nenek harus sembuh " ucap ben mengusap air matanya


" benarkah kau mau ben " jawab nenek dengan senangnya, hingga ia melupakan rasa sakitnya.


" benarkah ben? jangan membohongi nenek " tanya nenek kembali lesu.


" tidak nek. ben akan menikah dengan Adira. namun setelah ben kembali dari UK nek" ucap ben meyakinkan neneknya.


" baiklah, tolong panggilkan Adira " ucap nenek bersemangat


ben keluar kamar dan memanggil adira.


" Adira masuklah, nenek memanggil mu. dan ingat, aku tidak mau menikah denganmu. jadi tolaklah permintaan nenek jika tidak, awas kau " ucap Ben dengan suara mengancamnya


Adira bergetar, menghampiri nenek. yang diikuti oleh ben


" ada apa nek?" tanya Adira


" sayang, ben mau menikahi mu. kau mau kan menikah dengan ben "

__ADS_1


Adira terkejut dengan apa yang diucapkan Adira sontak membuat Adira menarik ben menjauh dari neneknya.


" kak, kau bilang kau menolaknya. lalu mengapa kau menerimanya " bisik adira


" karena aku tak ingin membuat nenekku sakit, aku ingin kau yang menolak. dengan begitu aku akan mudah mendepak mu dari hidupku" bisik ben kembali


" kakak ja" ucap Adira terputus


" Adira bagaimana " tanya nenek pada Adira. yang membuat hatinya bimbang. menatap nenek dan juga ben secara bergantian.


" kau harus menolak " bisik ben dengan menatap tajam.


" iya nek. Adira mau" ucap Adira tanpa berani memandang ben.


" baguslah sayang. terimakasih. kalian benar benar cucu yang baik " ucap nenek girang


" nek, Adira pamit kekamar ya " ucap adira


" pergilah sayang, nenek menyayangimu ".


seminggu kemudian keadaan sang nenek mulai membaik, dan seminggu itu pula berhasil memporak porandakan kehidupan Adira.


flashback on


" selamat kak, kau lulus " ucap Adira pada deri dengan mengulas senyumnya

__ADS_1


" terimakasih Adira" saut deri.


"Adira aku akan menyambung pendidikan ku di universitas A, kau akan menyusulku kan "


tanya Deri


"hmm dira belum tau kak " jawab Adira lemah


" Adira kita sudah pernah berjanji akan melanjutkan pendidikan kita bersama sama di universitas yang samakan. lalu kita sudah berjanji akan hidup bersama setelah pendidikan kita selesai. sekarang mengapa kau terlihat ragu " ucap deri menatap Adira sayu


" Adira tidak bisa kak, Adira akan menikah dengan kak ben setahun kemudian " ucap Adira dengan suara bergetar menahan tangisnya


" kau bohong Adira, jelas jelas hubungan mu dan ben tidak sebaik itu " ucap deri meyakinkan dirinya


" tidak kak. Adira serius " jawab Adira meyakinkan deri


" apakah kau sudah tidur dengannya Adira, sehingga kau harus menikah dengannya? kau wanita menjijikkan Adira " ucap deri dan


PLAKK


" aku tidak seperti itu kak" ucap Adira meneteskan air matanya. deri terdiam dan memilih pergi meninggalkan adira.


" kak deri, aku menyukai. namun aku tak bisa melawan kehendak nenekku " gumam adira.


flashback off

__ADS_1


" ahhhhhh... Adira kau tak bisa terus terusan begini " gumam Adira frustasi


__ADS_2