
ku rebah kan tubuhku di kamar anak anak sembari menidurkan si kembar dan mata ini menatap langit langit kamar
mengapa nasib hubungan rumah tanggaku seperti ini apakah semua salahku hingga suamiku selingkuh, aku ingin introfeksi diri selama ini hubungan kami baik baik saja apabila beda pendapat itu cuman masalah uang gaji suamiku yang selama ini tak tau rimbanya,
sekarang akupun tau bahwa uang gajihnya ia habiskan untuk memenuhi dapur lain. dalam kata lain selingkuhan nya
hati ini sakit mengetahui kenyataan yang menimpa padaku, selama ini aku mengurus keperluan suamiku begitu baik dan tanpa di suruh pun sudah ku siapkan dengan begitu cekatan
ku bawa tubuh ini untuk menyiapkan keperluan ku dan anak anak, ku masukan beberapa baju si kembar karena baju mereka tidaklah banyak itu pun banyak pemberian orang lain, gara gara menuruti ke dzoliman suamiku anak anakku kena dampak nya untung nya mereka tidak kurang gizi debisa mungkin aku memberi mereka makan terbaik yang bergizi meski jarang makan ayam dan daging
baju anak anak sudah saatnya mengemas baju milikku rencananya aku akan lama pulang kampung dan minggu depan mas sandy akan melangsungkan pernikahannya disaat aku pulang kampung jadi aku memiliki waktu untuk menyelidikinya untuk alat bukti di pengadilan
surat surat berharga akan aku bawa agar tidak di salah gunakan selama menikah dengan mas sandy cuman kendaraan yang iya gunakan saja yang bisa kami beli untuk urusan rumah dan sebagai nya bukan hak nya karna itu milikku
setelah semua sudah ku kemas saatnya bersantai, ku lihat jam menunjukan angaka 5 sebaiknya ku bangunkan saja anak anak tidak baik tidur sore hari
"lila lula bangun yuk, udah sore mandi dulu "ucapku sambil menggerakan tubuh mereka
"hmmmmm bunda "gumam lila ia masih menggeliatkan tubuhnya beda dengan lula yang masih anteng dengan tidur nya
"ayo bangun dulu, "ucapku
"iya bun"ucap lila ku angkat tubuh lula ia lebih manja jika sedang bangun tidur dan sangat susah sekali membangunkan nya
__ADS_1
ku mandikan mereka terlebih dahulu baru aku mandi
sore ini aku tak masak lauk makan karena sudah ku beli 3 ayam goreng untuk kami dan urusan perut mas sandy aku tak perduli
"kalian mau makan sekarang "tanyaku
"mau makan ayam goreng lagi bun"sahut lula
ku letakan ayam goreng yang tadi ku beli sengaja tak ku panaskan karena rasanya akan beda apakah ada yang sama?
"ayam lagi hole"ucap lila semangat
"mmmm enak, bun apakah ka kasih makan ayam goreng setiap hari pasti enak yah bu"ucap lila kepadaku aku teringat setiap makan enak mas sandy akan membawa kasih tanpa memikirkan anak anaknya sedangkan anakku jarang sekali makan enak ternyata mas sandy ada main dengan ibunya kasih karena itulah ia lebih perhatian kepada anak kakaknya itu
"kalau makan jangan ngomong nak nanti tersedak "ucapku mengingatkan tanpa menjawab pertanyaan lila karena aku tak ingin membuat iya kepikiran
"habis makan kita sholat magrib yah "ucapku kepada mereka
setelah makan langsung ku cuci piring bekas makan kami itu agar tak terlihat apa yang kami makan
untung saja mas sandy belum pulang jadi aku dan anak anak bisa makan dengan tenang, biasanya mas sandy akan pulang habis isya entah apakah yang iya lakukan aku tak ingin menerkanya ku serahkan saja pada yang kuasa
seteleh melakukan sholat magrib pintu di gedor dengan kencang cepat cepat ku tengok siapa kah gerangan
__ADS_1
ku lihat ternyata mas sandy bukan cuman sendiri tapi dengan beberapa anggota keluarganya, pasti ibu mertuaku sudah mengadukan pembicaraan kami tadi siang
ku buka pintu, dan mereka langsung masuk kedalam dan duduk di ruang tamu. ku lihat mas sandy mukanya kelihatan marah
"apa yang kau katakan pada ibuku dek. kau berani mengusir ibuku di rumahku sendiri jawab"tanya nya dengan muka marah
"lebih baik mas duduk dulu dan cerita pelan pelan aku disini akan mendengarkan "jawab ku pelan tak ingin beradu urat leher
"alah nggak usah bicara gitu kamu, pura pura munafik tadi siang saja kamu berani mengusirku malahan kamu juga ingin mengusir anakku dari rumah nya sendiri"ucap ibu mertuaku dengan tidak sabaran
nah kan sudah kelihatan pembicaraannya di tambah bumbu bumbu penyedap.
"loh maaf yah, klo ibu ngomong yang benar saja. sebaiknya ibu jelaskan dari awal pembicaraan kita "ucapku
ibu mertuaku diam tak menjelaskan lebih baik aku yanh bicara
"baik jika ibu tak bicara lebih baik aku menjelaskan,,, tadi siang ibu kesini dan saat itu aku sedang menjemput anak anak kesekolah"ucapku sambil melirik mertuaku.
"ibu bertanya mengapa aku lama perginya. yah ku jelaskan saja jika aku dan anak anak makan diluar dan ibumu mengatakan aku berfoya foya dengan uangmu. aku menyela karena aku tak pernah berfoya foya yang seperti ibumu sebutkan "tambahku
"bagaimana mau foya foya uang yang diberikan suamiku cuman 500 ribu itu pun jika ku beli keperluan dapur atau sayur di kulkas sering ibu ambil dan lebih parahnya aku di sebut foya foya, sebutkan di bagian mana aku menghamburkan uang anakmu. kau tanya saja pada anakmu kemana uang gajihnya selama ini bahkan untuk memenuhi kebutuhan hidup rumah ini menggunakan uang yang bapakku kirim"jelasku secara rinci
"heh masih sukur anakku masih memberimu uang dasar tak tau diri"cerca mertuaku tanpa rasa bersalah
__ADS_1
"itu memang kewajiban mas sandy menafkahi ku jika iya tak bisa menafkahiku maka lebih baik aku jadi janda saja "jawabku santai mas sandi langsung menghadap wajahku dengan raut muka yang tak bisa aku jelaskan
"lancang sekali mulutmu dek. sampai mati pun kau tak akan ku ceraikan "ucap mas sandy