
Arum masih enggan masuk ke dalam rumah iya masih meratapi nasib sial nya itu
melihat dari jauh saja iya sudah tak tahan melihat kondisi rumah orang tua kandungnya ,ini akan menjadi hari tersial arum seumur hidup iya ingin mencari kos saja dekat sekolah nya agar iya mudah pergi sekolah dan tak perlu mengeluarkan uang untuk biaya nya berangkat sekolah
"rumm pinjam uang dong ,mbak mau belanja kepasar"ucap mia menengadah kan tangan pada arum namun tak iya hirau kan malas sekali sok kenal banget orang ini dalam hati arum
"heh rum dengar nggak mbak ngomong sinii uang nya biar mbak yang pegang takut kamu boros "cerocos mia dengan tak tau malu
"apaan sih nggak jelas sok kenal banget sana deh malas gue liat muka dekil lo"ucap arum ketus ia pergi masuk ke rumah karna malas berdekatan dengan mia
"heh arumm arumm ,dasar gendeng di bilangin nggak di dengar"teriak mia kesal ia tak memiliki uang untuk berbelanja bahan masakan karna melihat arum ia kira bisa mengendalian uang saku yang di berikan juragan namun ternyata arum sangat sombong sekali
mia masuk kerumah nya dengan kesal dan rapi suaminya heran melihat istrinya cemberut dengan muka kesal
"kenapa to bu ko mukanya kesal"tanya rapi pada istrinya
"itu loh pak adikmu si arum pelit banget mana kurang ajar lagi pantesan aja di pulangin juragan wong orang nya tak sopan begitu"gerutu mia
"memangnya apa yang arum buat sampe kamu kesal begini"tanya rapi
__ADS_1
"aku mau pinjam uangnya buat belanja ke pasar malah tak iya hiraukan malah katanya malas liat muka dekil aku ,kan pa kurang ajar banget adek mu "jelas mia sambil mencak mencak kesal pada adik suaminya itu
"yaudah ,bapak mau kerja dulu kamu tunggu bapak bawa uang buat belanja hari ini kamu makan seadanya saja sama irwan yah .bapak mau pamit dulu"jawab rapi ia tak ingin mendukung istri atau adiknya karna tak ada yang benar
"tapi ibu kan mau masak buat anak kita pak , kasihan irwan takk pernah makan lauk yang enak masa makan tempe bosok terus "ucap mia mengeluh
"pak pinjam uang pada ibumu dulu sana ,biat ibu belanja kepasar"pinta mia ngotot
"bu, ibuku juga tak ada uang bagaimana mau minta kau tak lihat pendapatan bapak malah lebih sedikit dari diriku jadi ibu yang sabar ya bapak kerja dulu ,udahh makan seadanya saja"ucap rapi mengakhiri pembicaraan nya
Mia sangat kesak karna suaminya tak bisa di bujuk malah menyuruh menunggu dirinya pulang bekerja ,iya sudah bosan hidup miskin ingin menjadi tkw namun takut mendapat majikan yang jahat seperti di tv tv hiihhh
berbanding balik dengan keadaan arum saat di panggil pak tono untuk makan siang iya melihat lauk yang seadanya yang membuat iya tak berselera
"duduk nduk makan ,maaf cuma ini yang bisa kita makan "ucap pak tono
"kalau mau makan enak kasih ibu uang buat masak"ucap ibu arum
"silahkan bapak dan ibu makan saja arum tak berselera ,nanti arum cari makan di luar saja"ucap arum lalu berlalu pergi dari dapur
__ADS_1
Menuju kamar nya kembali
"lihat pak anakmu sungguh angkuh tak tau diri pantas lah juragan memulangkan nya"ucap ibu arum
"dia masih belum paham bu ,lagian kan dia terbiasa hidup enak jadi wajar ia tak ingin makan cuman lauk ikan kering dan daun singkong"jawab bapak arum
"belain aja anakmu biar dia durhaka sama kita ,selama dia hiduo bersama juragan ia tak pernah mau menengok kita disini bahkan memberikan makanan enak sekalipun tak pernah"ucap ibu arum kesal
ia kira saat arum sudah dewasa akan bisa sedikit demi sedikit memberikan kenyamanan yang iya rasa pada mereka namun ternyata malah dia semakin durhaka tak ingat orang tua kandungnya tak berguna sekali sia sia lah harapan nya bisa hidup enak
"ibu ini bagaimana sih juragan dan istrinya mengangkat arum anak agar mereka merawat dan membesarkan arum bukan untuk kita bu tapi untuk kebaikann arum sendiri agar iya mendapat pendidikan yang pantas tak seperti kita jadi kuli seumur hidup"balas pak tono
Ia bahkan tak berharap apapun pada arum ,melihat arum hidup berkecukupan saja sudah senang apalagi jika arum sampai menjadi orang yang sukses maka iya akan bertambah bangga karna iya tak bisa memberikan itu semua pada anak gadisnya itu
"bapak ini memang nggak bisa di andelin percuma dong dia di rawat juragan kalau tak bisa memberikan kita keuntungan"cerocos ibu arum
Arum yang mendengarnya bertambah kesal karna iya merasa tak ada yang menyayangi dengan tulus selain hadi bahkan orang tua angkatnya itu yang selalu mengatakan sayang saja tega memulangkan nya hanya karna hal sepele jadi iya merasa memang tak ada yang menyayanginya dengan tulus
dan itu membuatnya semakin yakin untuk membalas pak danu dan keluarga nya iya bersumpah bahwa mereka akan mendapat balasan karna sudah mengusirnya dan mengasingkan nya di rumah yang tak layak ini
__ADS_1