Suamiku Menafkahi Dapur Lain

Suamiku Menafkahi Dapur Lain
terbuka kepada bapak


__ADS_3

Mobil travel yang ku pesan sudah tiba aku segera mengeluar kan barang barang milikku


setelah aku menyerahkan barangku kepada supir travel itu aku segera masuk kembali ke dalam rumah untuk menjemput si twins yang sedang asik menonton tv


ku pegang tangan lila dan lula menuju luar setelah mereka di luar aku kembali masuk ke dalam rumah sekali lagi untuk mematikan aliran listrik agar tak terjadi apa yang di ingin kan dan mengunci rumah dan pagar depan


"ayo lila lula kita masuk"ucapku membawa mereka memasuki mobil


"bu lila sudah nggak sabar ke tempat akung"ucap lila dengan semangat


"lula juga, lula mau berenang sama main ikan punya akung"sahut lula dengan antusias


Mereka sangat bahagia karena bisa bebas makan sepuasnya serta bermain sepuasnya


Mobil yang kami tumpangi ternyata singgah di pinggir jalan mungkin mengambil penumpang


setelah penumpang kembali berjalan aku memejamkan mata karena sangat mengantuk tak seperti biasanya


Aku tertidur sangat lama untungnya twins sangat anteng mereka juga ikut tertidur di masing masing bahuku .saat aku ingim merebahkan kepala mereka satu satu ternyataa tanganku sulit untuk di gerakan rasanya sakit sekali mungkin karena terlalu lama di senderi si kembar jadi tanganku kebas


tanganku sudah berhasil ku gerakan lanjut dengan pelan aku merebahkan kepala lila ke pangkuan ku begitu selanjutnya ki rebahkan kepala lula


Aku mengecek hp milikku mengabarkan kepada bapak ku saat ini kami hampir sampai di depan desa

__ADS_1


karena travel ini tak sampai masuk ke dalam desa cuman mengantar di muara jalan menuji desa atau sering di sebut simpang kecamatan kalau orang kampung bilang


Mobil travel berhenti di depan terminal kecamatan ini aku segera membangunkan lila dan lula


"lila lula bangun nak sudah sampai"tepuk ku membangun kan si kembar .


Mereka langsung membuka mata dan melihat keadaan sekitar mungkin mereka masih belum sadar bahwa mereka tengah berada dalam mobil


"kita lagi di mana bu"tanya lila kepadaku sedangkan lula masih mengucek matanya karena jika habis bangun tidur iya tak banyak bicara


"kita sudah sampai terminal dekat lagi sampai tempat akung"jawabku


"wahh sebentar lagi sampe"ucap lila dengan berbinar aku mengiyakan membawa mereka turun dari mobil ternyata tak lama setelah aku menurunkan si kembar bapak ku sudah tiba di sebelah mobil travel ini .mobil bapak sangat bagus berwarna hitam


"akunggggg"teriak kedua nya mereka berlari menuju bapak dan memeluk bapak aku mengambil koper kami dan mendekat ke arah bapak tak lupa aku menyalami tangan bapak


"Assalamualaikum pak"salam ku sambil kenyalami bapak


"walaikumsalam nak. Gimana perjalanan nya capek"jawab bapa dan bertanya bagaimana perjalanan kami


"lila nggak capek kung"jawab lila dengan antusias


"lula juga nggak capek kung, ayo kita ke rumah akung lula sudah lapar"ucap lula astaga aku lupa memberi mereka makan .mereka cuman ngemil biskuit saat di perjalanan karena perjalanan kami tak begitu jauh jadi ku pikir mau makan di jalan ternyata eh ternyata kami tertidur sampai di tempat tujuan jadilah kami tak makan

__ADS_1


Ku lihat jam di hp milikku menunjukan angka 10 pagi


"ayo pak jalan"ucapku sambil duduk di depan bersama bapak dan si kembar di belakang


"ayo lets go cucu cucu akung"ucap bapak dengan semangat aku hanya tersenyum melihat kelakuan bapak saat bersama cucunya


Mobil bapa pun melaju dengan kecepatan yang sedang .ku lihat pemandangan di luar banyak tanaman padi dan sayur yang menghijau di sepanjang jalan menuju kampung kami


Ada beberapa orang yang sedang di jalan menuju sawahnya menyapa bapak dan diriku aku membalas sapaan mereka dengan tak kalah ramah


Bapak terkenal dengan keramahan nya beberapa kebun sawah yang kami lewati tadi adalah milik bapak yang akan bapak berikan kepada arum anak angkat bapak dan ibuku


"nak gimana kabar suami mu"tanya bapak kepadaku saat di perjalanan


"mas sandy baik pak ,cuman rumah tangga heni udah nggak baik lagi"jawabku pelan


"bapak tidak akan memaksa mu jika itu sudah jadi keputusan mu nak"nasehat bapak


"apakah kamu sudah memikirkan nasip anak anak"tanya bapak ku


"heni sudah memikir kan nya pak, selama ini mas sandy selalu pilih kasih pada keponakan nya iya juga tak begitu perhatian kepada anak anak bahkan jajan saja tak iya berikan "jelasku dengan sedih memikirkan nasib anak anak ku yang memiliki bapak yang tak bertanggung jawab


"berapa lama iya seperti itu "tanya bapak .selama ini aku tak pernah bercerita karena aku masih sanggup menjalani rumah tangga ini

__ADS_1


__ADS_2