Suamiku Menafkahi Dapur Lain

Suamiku Menafkahi Dapur Lain
mulai menyelidiki


__ADS_3

sudah jam 4 saatnya suamiku pulang kerja dan aku sudah memperhatikan kapan suamiku keluar dari bank tempatnya bekerja, dan kulihat mas sandy keluar dan menjalan sepeda motornya


dengan pelan ku ikuti suamiku dari belakang apakah iya tak tau bahwa sedang diawasi


ku lihat ia sedang berhenti didepan rumah mas dewa kaka keduanya dan mengetuk pintu, tidak lama kemudian mbak wendah keluar dan menyalami tangan suamiku seperti suami istri saja huh dasar ipar ganjen. kulihat mbak wendah menarik tangan suamiku dan menutup pintu.. lekas ku parkirkan sepedaku di depan rumah budhe juminten dan segera aku menuju rumah mbak sarwendah


apa yang mereka lakukan, untung saja pintu rumahnya tidak dikunci segera ku perlahan melihat dari celah pintu. dan kulihat ibu mertua dan ipar iparku berkumpul mereka sedang berkumpul seperti berdiskusi sesuatu hal yang penting


kulihat ibu mertuaku marah marah kepada mas sandy entah sebaiknya aku kesebelah rumah dekat jendela yang terbuka untuk mencari tau

__ADS_1


"sandy kamu ini bodoh atau gimana kamu kan tau dewa sudah berpisah dengan mbakmu kenapa kamu malah mendekati jandanya mas mu, mbok yo kalo mau selingkuh pilih pilih lah perempuan yang sesuai "kata ibu mertuaku kepada suamiku, mas sandy hanya menundukan kepalanya. kulihat sekeliling tidak menemukan mas dewa apakah benar yang mertuaku bilang bahwa mas dewa dan mbak wendah sudah berpisah. kenapa aku baru tau


"sekarang bagaimana kelakuan kalian ini sangat membuat ibu malu, kamu sandy bagaimana mungkin kamu menghamili jandanya masmu sendiri. kamu harus segera menikahi si wendah ini agar cepat selesai masalahnya"sambung ibu mertuaku


mas sandy dan mbak wendah saling tersenyum, Ya Allah sakit sekali hati ini mengetahui perselingkuhan suami hamba Ya Allah, tidak cukupkah selama ini mereka menekan batin dan fisik hamba dan ternyata terkuak sudah masalah besar yang selama ini suamiku simpan. Ya Allah sakit sekali hati ini ku usap air mataku ku ambil gawaiku untuk merekam pembicaraan mereka agar jadi bahan bukti saat perceraianku. meskipun perceraian di benci oleh Allah tapi hati ini tidak sanggup menahan ini semua ya Allah .


"baik bu aku akan menikahi mbak wendah, kapan bisa segera melamarnya secara resmi"ucap suamiku kepada ibunya, hatiku sakit saat mendengarnya


"wen, kapan ibu bapakmu ada dirumah biar ibu melamarmu untuk sandy "ucap mertuaku

__ADS_1


mbak wendah dengan senyum senyum menjawab


"lusa juga nggak papa ko bu, jadi besok ibu temenin aku beli seserahan yah. aku ingin pernikahan yah wah dari pernikahan si heni itu"ucap mbak wendah kepada mertuaku. ku lihat ibu mertuaku mukanya merah ku rasa sepertinya akan ada getaran kemarahan mertuaku


"heh kamu jangan betingkah yah, kalian itu cuman nikah siri nggak lebih jadi jangan harap bisa meminta acara yang wah. untuk maharnya pun cukup 500rb, ngerti kamu "hardik ibu mertuaku,


huh rasakan nggak kapok kapok menjadi menantu mertuaku yang matre itu. nggak tau apah selama menikah dengan anaknya aku cuman dinafkahi 500rb


"tapi bu, aku kan mah nikahan yang wah agar dikenang... ini juga permintaan anak yang kukandung. sejenis ngidam lah bu. "jawab mbak wenda dengan nada songong menghadap ibuku. tidak tau ia jika mertuaku sudah tumbuh tanduknya sudah untuk di jinakan. memang sih selama menikah dengan mas dewa .mbak wendah tidak pernah kena semprot mertuaku entalah apakah perbedaan kami sebagai menantunya

__ADS_1


"dengar yah wendah, jangan kira kamu bisa menyetir saya.. jika kamu menolak pernikahan sederhana. silahkan saja kau gugurkan kandunganmu itu "jawab mertuaku dengan ketus.


__ADS_2