Suamiku Menafkahi Dapur Lain

Suamiku Menafkahi Dapur Lain
recana baru


__ADS_3

Arum sejak tadi diam saja iya enggan berbicara karna terlampau sakit hati di pulangkan ke rumah orang tua kandungnya ,melihat keadaan rumah itu iya ingin menangis dan berteriak karna iya tak sanggup harus hidup susah apa kata teman teman nya kalau tahu iya tinggal di situ semua teman SMA nya tau iya adalah anak juragan tanah tapi lihat sekarang iya akan terkurung dalam gubuk reot ini dalam waktu yang tak bisa di tentukan


"ini semua karna mbak heni aku jadi di sini ,awas kau mbak setelah aku pulang ke rumah itu akan ku buat kau terusir dari sana"ucap arum dalam hati


Padahal ia telah mempunyai rencana dengan hadi untuk merebut semua harta pak danu ,namun sekarang ia keluar dari rumah itu dan hadi pun tak bisa bebas masuk rumah itu lagi sekarang rencana mereka tak bisa berjalan cepat namun akan mereka pastikan untuk merebut harta itu tanpa mereka sadari


hadi telah memiliki rencana yang matang karna iya sebagai pengacara pak danu jadi mudah baginya mengelabui tuan nya itu


Arum keluar rumah untuk mencari suasana nyaman iya malas mendengar pembicaraan mereka yang membahas kepindahan dan biaya untuknya iya heran pada orang tua kandungnya sendiri mengapa bisa seperhitungan itu membiayai dirinya padahal jelas jelas iya anak kandung mereka dan kelihatan nya ibu kandungnya itu licik ingin meminta uang dengan dalih biaya makan nya


tak sudi rasanya iya makan makanan yang di buat orang miskin meskipun itu adalah ibunya sendiri ia tak perduli karna ia enggak mengakui ibunya sebagai orang tuanya


iya berjalan sampai di bawah pohon mangga di dekat rumah orang tuanya yang berada di pinggir sawah iya mengeluarkan hp nya ingin menghubungi mas hadi karna ingin mengatakan kalau rencana mereka tak akan berjalan mulus sebab iya sudah tak berada dalam rumah pak danu lagi


"Halo mass ,kamu di mana"ucap arum


"iya rum ,mas masih di kota ini lagi dijalan mau pulang ke kontrakan ku"jawab hadi


"ada yang ingin arum kata mas ,penting banget "ucap arum


"bentar rum bahaya masih di jalan bentar lagi sampai tunggu yah"ucap hadi karna iya masih berada di jalan jadi iya tak ingin membuat resiko saat berkendara

__ADS_1


Arum mengiyakan menunggu hadi sampai di kontrakan nya ..arum dan hadi memiliki hubungan dekat yang tak di ketahui oleh pak danu dan bu salma ,selama ini mereka sering tidur bersama saat hadi pulang kampung dan tinggal di rumah pak danu oleh karna itu harum marah saat heni melarang hadi tinggal di rumah orang tuanya ,namun iya tak dapat berbuat banyak karna pak danu ikut mendukung ucapan heni


"halo rum masihh tersambung kan"tanya hadi


"masih mas ,apakah sudah sampai kontrakan"jawab arum


"udah nih ,,,ohh ya apa yang ingin kau katakan rum"tanya hadi


"begini mas ,aku di pulangkan bapak kerumah orang tuaku gara gara ketahuan ngebentak anak anaknya mbak hani ,bagaimana ini mas rencana kita bakal lama berhasil nya"jelas arum


"bagaimana bisa arum kamu koo bodoh banget ,kamu harusnya sabar jangan buat mereka marah sama kamu .kan jadi gini dasar kamu nggak sabaran jadi orang lihat sekarang rencana kita terancam gagal kan huhh nggak bisa di biarkan "umpat hadi kesal pada arum


hadi pusing memikirkan jalan keluarnya dan sedari tadi telponnya terus berdering panggilan masuk dari pegawai koprasi karna hutang nya menumpuk iya terpaksa berhutang pada koprasi untuk membiayai gaya pacarnya di kota bukan arum tentunya karna arum hanya alat untuk memuluskan rencananya untuk merebut harta pak danu saja mana mungkin iya mau kepada arum yang jelas jelas anak pungut ,iya dulu sempat mendekati heni namun tak di respon itulah mengapa iya begitu dendam kepada heni karna begitu sombong menolak cintanya hanya karna iya miskin ,iya memang hanya anak seorang supir namun iya begitu pintar dalam hal akademik dengan modal pintar iya mendekati anak tuan nya itu namun namanya anak babu tak akan bisa mendekati anak tuan nya itu


"mas ko jadi marah sama aku sihh ,harusnya mas salahin tuh mbak heni yang sok kaya itu huh sebel deh"ucap harum dengan kesal


"bukan gitu rum mas tu kesal karna kamu terlalu gegabah dalam bertindak coba kamu sabar pasti rencana kita sedikit demi sedikit bakal terlaksana ,jadi gimana ini rencana kita bakal terancam gagal sayang .mas bingung apakah kamu ada rencana yang lain"jelas hadi tak ingin arum salah paham


"maaf arum belum bisa berpikir mas karna masalah arum berat banget, mas bayangkan aja aku harus tinggal di gubuk reot itu bakal nggak tenang hidupku "ucap arum menolak berpikir


"jadi rencana kita tak bisa berjalan dong yang ,apakah kamu mau di bawah tekanan heni terus dia bakal seenaknya saja sama kamu selama nya apakag kamu mau dan lagipun kamu bukan anak kandung pak danu jadi dapat di pastikan semua warisan akan di berikan pada heni sayang kamu paling kebagian warisan sedikit saja itupun kalau heni tak keberatan"ucap hadi memberika ultimatum pada arum agar bisa bergerak cepat

__ADS_1


"iya aku paham mas tapi arum lagi mumet kemungkinan besok akan arum pikirkan .arum tak rela jika mbak heni menguasai semua warisan milik bapak karna arum pun anak mereka juga meskipun bukan anak kandung mereka "ucap harum


"iya sayang kita harus cepat membuat rencana baru karna jika kita lambat maka harta itu akan pak danu alihkan untuk heni ,maka akan semakin sulit untuk kita menguasai harta itu "jelas hadi


"baiklah mas ,arum tutup dulu ,ada bapak berjalan menuju kemari aku tak ingin iya curiga pada kita "ucap arum mengakhiri pembicaraan nya


"iya ,kamu hati hati di sana yah .semangat dan bertahan sebentar sebelum kita mendepak mereka dari istana milik kita sayang"rayu hadi


"baik mas ,arum tutup bye"ucap arum mematikan panggilan nya iya duduk membelakangi pak danu


"arum ,bapak dan ibu mau pamit kau baik baik di sini jangan merepotkan mereka dan belajar yang banyak karna sebelum kau berubah bapak tak akan pernah mengijinkan kau ikut kembali bersama bapak dan ibu"ucap pak danu pamit


"hmmmm terserah kalian saja arum sudah kecewa sama bapak"jawab arum pura pura sedih dan membuat pak danu beserta istrinya tak tega namun mereka harus meninggalkan arum agar iya belajar hidup yang baik


"maafkan ibu dan bapak nak namun ini yang terbaik untukmu ,sehat sehat selalu yah nak bu dan bapak akan sering sering menengok mu di sini dan cepat berubah"ucap bu salma mengelus kepala arum


Iya sangat menyayangkan sikap arum itu ,iya tak tega sebenarnya membiarkan arum hidup dengan orang tua kandungnya namun keputusan danu tak bisa di ganggu gugat


"ibu pulang dulu nak ,Assalamualaikum"pamit bu salma


"walaikumsalam"jawab arum mencium tangan bu salma dan pak danu iya tak banyak bicara karna masih kesal

__ADS_1


__ADS_2