Suamiku Menafkahi Dapur Lain

Suamiku Menafkahi Dapur Lain
rencana pulang kampung


__ADS_3

setelah mengecek saldo yang ada di rekeningku aku menarik sejumlah uang untuk belanja kebutuhan ku sendiri


di pikir pikir kaya nya lebih baik aku ke salon aja perawatan selagi menunggu si kembar sekolah lebih baik aku melakukan serangkaian perawatan ke salon mbak diah yang terkenal di kota ini


sesampainya aku di salon aku langsung di sambut hangat oleh pelayan salon dan mereka menawarkan perawatan dari atas sampe bawah aku pun menyetujui sudah lama rasanya aku tidak pernah memanjakan tubuhku dengan perawatan


sambil menunggu perawatan lebih baik aku mengecek hp ku dan mengabarkan bapak di kampung karena rencana sabtu ini aku dan si kembar akan menjenguk beliau sudah lama tak pulang kampung kasihan bapak gegara aku menuruti mas sandy aku jarang menjenguk bapak karena terbatas ekonomi padahal uangku banyak tapi aku harus pura pura jadi orang miskin agar mas sandy tak tau latar belakang ku


"Assalamualaikum bapak, "ucapku


"walaikumsalam nak apakabar"jawab bapakku ,aku rindu dengan suara beliau suara tegas namun hangat yang menemani ku dari kecil sampai dewasa. aku lebih dekat dengan beliau dari pada dengan ibuku karna ibuku orang yang cerewet aku tak suka aku lebih suka dengan bapak yang kalem sama sepertiku


"baik pak, bapak sama ibu gimana kabar nya"tanyaku


"bapak dan ibu baik nak, ada apa nelpon bapa, kamu nggak ada masalah kan "tanya bapak khawatir memang ikatan batin memang nyata bapak bisa merasakan yang hatiku rasakan


"heni baik pak.. heni mau bilang bahwa heni hari sabtu besok mau pulang. kangen rumah hee "ucapku dengan suara yang ku buat sekuat mungkin aku tidak mungkin bercerita di telpon saja lebih enak langsung bertemu

__ADS_1


aku ingin meminta pendapat bapak dan ibu soal masalah ku karena beliau masih ada tak mungkin aku mengambil keputusan sepihak itu sama saja aku tak menghargai bapak dan ibuku yang masih hidup


"benarkah, wahh bapak akan sampaikan kepada ibumu pasti ia senang. apa yang harus bapak siapkan untuk kedua cucu bapak "ucap bapak tampak antusias bapak akan paling orang terepot jika kami pulang kerumah karena bapak suka dengan anak anak kadang saat di kampung selagi aku belum menikah bapak kerap kali membawa anak bayi tetanggaku untuk di timang karena beliau suka sekali kepada anak anak begitupun ibuku


"nggak perlu repot repot pak. di sambut sama masakan kesukaan mereka aja udah senang "ucapku sambil tersenyum


"nggak bisaa gitu dong, bapak akan ngambil kalian di terminal menggunakan mobil baru bapak "ucap bapak


"sekalian kita jalan jalan yah, suruh si lila dan lula pakai baju bagus kakek nya mau bawa jalan jalan ke taman kota"ucap bapak antusias


"iya kemaren bapa ngambil mobil yang agak gedean biar muat kalo ngajak cucu cucu bapak jalan jalan "jawab bapa


"si arum yang minta bapa beli mobil, atas nama dia tapi bapak nggak mau. bapak buat atas nama si kembar ibumu sempat melarang ia juga setuju ke arum tapi bapak kekeh dengan pendirian bapak loh wong ini pakai uang bapak jadi ibumu nggak bisa biacara"jelas bapak


ibuku sangat menyayangi arum seperti anaknya sendiri meskipun arum suka melawan dan tak tau diri tapi ibu selalu membelanya. malah dulu pernah aku tidak ibu tegor karena aku berkelahi dengan arum


aku merasa di anak tirikan padahal kan aku anak satu satunya beliau

__ADS_1


"bagus pak jangan kasih kendor, besok aku berangkat agak pagi aja pak biar sempat jalan jalan "ucapku seteleh bercakap cakap akupun mengakhiri panggilannya


pelayanan nya akhirnya datang untuk membilas rambutku ada yang mengecat kuku ku dengan cat kuku halal


seteleh rambut dan kuku selesai akupun menuju ruangan untuk SPA biar badanku terawat


setelah serangkaian proses perawatan ku lihat jam menunjukan angka 11 segera aku membayar tagihan nya dan bergegas ke sekolah si kembar aku tak ingin mereka menunggu terlalu lama


sesampainya di sekolah ku lihat si kembar berada di pos satpam yang sedang berjaga kasihan anak anakku pasti mereka lama menunggu ku ku lihat sekolah nya sudah sepi


"lila lula sini nak ayo kita pulang "panggilku


mereka pun menoleh dan lakas berlari menemuiku


"bunda ko lama. lila sama lula cape nunggu, "ucap lila dengan cemberut aku segera membujuk si kembar dengan dalih membeli eskrim.


"maafin bunda yah nak. ibu tadi habis ada urusan, bagaimana kalo kita makan di KFC dulu terus pulangnya beli eskrim "ucap ku agar mereka semangat dan tak ngambek lagi

__ADS_1


__ADS_2