
Arum menjerit kesakitan karna kepalanya ku jambak dan ku seret keluar rumah ,sungguh keterlaluan ia membentak anak ku dan mendorong anak anakku menyuruh membereskan mainan mereka
"lepas mbakk sakittt hiks hiks ibuu sakitt lepas mbak ampunnn"ucap arum sambil menangis tak ku perdulikan aku tetap menyeret kepalanya sampai depan gerbang
"pergi kau dari sini dasar anak tak tau di untung selama ini aku diam bukan karna takut tapi karna aku menghargai ibuku dan sikapmu kali ini telah membuat ku geram ,apakah kau tak ada otak anak ku itu masih kecil kau bentak bentak aku ibunya sendiri pun tak pernah membentak apalagi mendorong mereka dan kau hanya anak pungut lagakmu seperti nyonyah di rumah ini lancang kamu"teriak ku berang arum terduduk karna ku dorong iya menangis sesegukan karna perlakuan ku
"sudah nak ndak baik ribut ribut itu di lihat tetangga "ucap ibuku menenangkan ku
"biarin ,biar semua orang tau kalau anak pungut ini tak tau diri sudah di tampung lagaknya seperti nyonyah di rumah ini ,iya bahkan melakukan kekerasan pada anak ku "teriak ku
Bapak maju dan menarik dan menenangkan ku aku memeluk bapak dan menangis beban ku terlalu banyak ,baru saja aku di hadapkan dengan perselingkuhan suamiku dan saat pulang kerumah harus di hadapkan dengan tontonan yang membuat batin heni kembali di uji dua putrinya di dorong dan di bentak dan ia merasa bersalah meninggalkan anak anaknya
"dia salah kan pak hiks hiks hiks"ucapku pada bapak
"iya dia bersalah"jawab bapa sambil menenangkan ku
"heni nggak mau lihat wajah dia di rumah ini pak usir dia"pintaku
__ADS_1
"masuklah ke rumah bapak ingin berbicara dengan arum"ucap bapak aku masuk ke dalam rumah dengan hati yang masih marah
"arum masuk lah ke dalam bapak dan ibu ingin berbicara"ucap pak danu
Arum masuk dengan pelan ia berjalan dengan tertatih karena kakinya sakit sehabis di seret heni
arum bertekad akan balas dendam dengan kaka angkat nya itu
"awas saja kau mbak ,aku akan membuat kau di tendang dari keluarga ini dan aku pastikan harta keluarga ini akan jatuh ke tanganku dan kalian semua ku tendang dari rumah ini"dalam hati arum penuh tekad
"duduk lah rum"ucap pak danu
"arum ibu nggak tau mau bicara apa ,ibu bingung dan tak percaya dengan apa yang kau lakukan pada kedua keponakan mu"ucap bu salma
"maafin harum bu harum hilaf "ucap harum dengan wajah penuh belas kasihan
"bapak pikir memang sebaiknya kau ikut dengan orang tua kandung mu saja karna bapak ingin kau belajar banyak hal dan disini kau tak bisa mendapatkan nya karna setiap apapun yang bapak dan ibu ucapkan kau langgar dan kau abaikan jadi hari ini juga bapak dan ibumu mengantar kau kerumah orang tua mu mereka akan memberikan kamu pelajaran hidup yang sesungguh nya nak"ucap bapak
__ADS_1
"harumm nggak mau pakk ,harum nggak mau hidup sama mereka harum nggak sanggup izin kan harum tinggal disini pak bu harum janji bakal nurutin apapun yang kalian ucapkan harum janji pak bu jangan bawa harum ke rumah mereka harum nggak bisa hidup miskin hiks hiks harum nggak mau hiks ibu tolong harum bu harum nggak mau"tolak harum tegas
iya tak mau jika harus ikut orang tua kandungnya yang hanya buruh tani dan hidup bisa di bilang tak mampu ,bahkan saudara harum saja tak ada yang bisa mengenyam bangku SMA dan harum beruntung karna di rawat oleh orang tua heni
saat itu saat juragan tanah yaitu pak danu sedang berjalan jalan bersama istrinya dan tak sengaja harum kecil menabrak kaki ibu salma ibunya heni dan harum kecil dengan sopan meminta maaf kepada bu salma dan saat melihat mata bulat cantiknya bu salma dan pak danu jatuh hati setiap mereka sedang melihat para pekerja mereka akan singgah di gubuk milik bpaknya harum di tengah sawah dan harum kecil suka mengantar makanan untuk bapaknya padahal umurnya baru 6 tahun tapi sudah berani mengantar makanan untuk bapaknya di sawah
pak danu dan istrinya kesepian jadi berniat mengangkat anak harum kecil dan orang tuanya menyambut dengan baik niat tersebut mereka mengiyakan karna pak danu dan istrinya mengatakan akan merawat harum dengan baik dan menyekolah kan nya sampai lulus kuliah
orang tua harum dengan haru menyambutnya karna mereka tak bisa menyekolahkan anaknya sampai kelas menengah ke atas
"keputusan bapak sudah bulat nak ,bapak memberikan kamu kesempatan berpikir saat tinggal di rumah orang tuamu saat kau sadar bapak akan mengambil mu"ucap pak danu dengan tegas
"tapi harum nggak mau pak ,,,bagaimana hiduo haru jika tinggal di gubuk itu harum bakal kepanasan dan lainnya apalagi saat hujan nanti bakal kehujanan apakah bapak tega"ucap harum dengan tak tau dirinya ia masih sombong dan tak bisa menyadari kesalahan nya
"buu panggilkan bi siti agar iya menyiapkan baju harum untuk di bawa sekarang "perintah pak danu pada istrinya
dan bu salma berjalan mencari bi siti agar membereskan pakaian harum dan segala keperluan nya
__ADS_1
"ingat ,rumah tabiatmu harum jika tidak bapak akan membiarkan mu ikut orang tua mu selama nya"ancam pak danu
harum hanya menundukan kepalanya dan terus menyumpah serapah bapak angkat jya itu iya tak habis pikir baru melakukan kesalahan kecil saja iya sampai di usir seperti ini sungguh tak punya perasaan