Suamiku Menafkahi Dapur Lain

Suamiku Menafkahi Dapur Lain
kejahilan bapak


__ADS_3

Kendaraan roda empat yang kami tumpangi akhrinya sampai di depan rumah .


satpam yang berjaga segera membuka pagar agar mobil ini bisa masuk kedalam


Aku turun terlebih dahulu membangunkan si kembar yang ternyata tertidur kembali padahal tadi mereka masih bangun


"lila lula bangun yuu udah sampai"ucapku menggoyang kan badan si kembar


"bundaa"suara serak lila


"ayo bangun yuu tuh akung udah nunggu"ucapku


Lila langsung terduduk dan begegas ingin keluar aku bergeser sedikit agar lila bisa keluar menemui akung nya


sedangkan putri tidur ku ini seperti biasa tak akan terusik jika tak di bangun kan dengan ekstrim hee becanda


ku gendong tubuh lula dan melangkah memasuki rumah ,bapk berniat mengambil lula dari gendongan ku namun segera ku larang karena akan membuatnya terbangun ku putuskan membawa nya memasuki kamarku semasa gadis kamar yang sangat kuas di banding kamar lain maupun kamar orang tuaku ,dulu arum sempat meminta ingin menempati kamar milik ku namun bapak melarang dengan keras karena tak ingin ada orang menempati kamar putri semata wayangnya ia ingin saat iya memasuki kamar ku tidak ada yang berubah di dalam nya


Ibu sedang menunggu di ruang tamu bersama dua orang lain nya dan tak lain adalah arum dan mas hadi ,aku malas sekali melihat dua orang itu bukan aku sombong atau apa mereka jika melihat keberadaan ku di rumah ini Seperti cacing kepanasan


"aduduh cucu uti tidur ayoo bawa masuk ke kamarmu atau kamar mereka ibu dan bapak sudah menyiap kan kamar untuk mereka"cerocos ibuku dengan bawel yah seperti biasa wanita yang melahirkan ku ini selalu cerewet pada siapa pun yang iya kenal

__ADS_1


"di kamar mereka saja bu langsung "jawabku sambil mengikuti langkah ibuku


Ibu menuju kamar di lantai atas tepat di tengah kamar orang tuaku dan kamar milik ku


"lohh bukan nya kamar ini milik arum bu"tanyaku sambil merebah kan lula iya begitu pulas tertidur


"sengaja bapak mu buat untuk mereka berdua karena bapak mu tak ingin jauh dari cucunya dan arum bapak mu suruh tidur di lantai bawah kamar tamu"jawab ibuku sambil sibuk memasukan koper milik ku dan si kembar


"ayo tinggal kan saja bu ,nanti kalau ia bangun bakal turun cari kita"ucapku membawa ibuku turun


"emang arum nggak marah di pindahin ke bawah bu"tanyaku di perjalanan menuju bawah


"ya marah lah marah banget malah dia sempat mogok makan dan bapakmu membiarkan nya saja .sempat mengancam tak ingin kuliah namun bapak mu bilang jika tak ingin kuliah terserah malah nggak buang buang uang ,bapak mu sangat tegas padanya nak ibu tak tega namun ibu tak bisa berbuat apa apa"jelas ibuku huh bagus lah kalau bapak tegas padanya


Saat berada di lantai bawah aku mencari keberadaan lila dan bapak .langkahku terhenti saat mendengar gelak tawa bapak di dapur pasti mereka sedang di dapur


aku dan ibu pun menyusul ke dapur menemui lila dan bapak


"akung ihhh nakal lila nggak suka ,itu punya lila balikin "protes anak ku kepada kakeknya bapak jika sudah bercanda dengan cucunya maka jiwa jahil nya muncul beda hal nya saat bersama ku bapak akan bersikap penyayang


"tapi akung juga suka paha nya .kamu ambil ini saja lebih besar"ucap bapak dengan jahil

__ADS_1


"ihh nggak ayam goreng dong kung kalau bukan ini ,balikin "teriak lila aku hanya geleng geleng kepala


"ada apa ini ko rame"tanya ibuku menimpali


"utiii tu akung nakal ,pukul akung uti dia ambil bagian lila"jawab lila dengan gemas


"yaudah lila ambil ini saja kan sama"ucap ibuku


"ini buat lula ndak boleh .nanti adek lula nangis"jawab lila polos namun bijak.


Bapak pun memberika paha ayam yang sempat iya curi dari piring lila iya sangat suka membuat cucunya kesal karena lila cerewet dan pemarah jika dengan yang lain namun jika kepada lula dia akan menjadi sosok kaka yang penyayang .bahkan aku pun pernah di musuhi karena tak sengaja membentak lula


"akung makan ini saja ..biar akunh cepat besar"ucap lila polos dan membuat kami semua tertawa ada ada saja seharusnya itu kata kata yang di tunjukan untuknya


"aku sudah besar lila tuh yang nggak besar besar"ucap bapak gemas


"lila besar ,lihat lila sudah bisa naik kursi sendiri"jawab lila dengan bangga


Aku hanya tertawa mendengarkan percakapan mereka .tak lama aku mendengar suara teriakan lula seperti iya sedang mencari keberadaan kami .aku dengan cepat menemui nya karena anak itu kadang kadang bisa menangis jika tak menemukan seseorang yang di kenal


ku lihat lula sudah berderai air mata dengan bi asih di sebelahnya yang sedang menenang kan nya .namun lula tak mengenal nya pun semakin terisak

__ADS_1


"anak bunda udah bangun hmm sini yuk cuci muka nya dulu baru kita turun kebawah. Makan sama lila"ucapku menggandengnya .bi asih pun pamit untuk bekerja kembali


Pembantu ibuku ini baru bekerja 2 bulan terakhir ia akan datang pagi dan pulang malam jika pekerjaan nya sudah selesai karena rumah nya tak terlalu jauh .bi asih juga susah berbicara seperti bisu namun iya masih mendengar jika ada yang ingin iya sampaikan ia akan mencatatnya .kenapa aku bisa tahu karena iya adalah tetangga kami dari dahulu anaknya pun ada yang seumuran aku .iwan namanya teman sepermainan ku dari kecil namun sekarang aku tak tau kabarnya lagi karena sudah lama tak bertemu


__ADS_2