
jam sudah menunjukan angka 7 dan mas sandy belum ada tanda tanda kehidupan, biarkan saja dia terlambat bekerja ku urus dia selama ini malahan selingkuhan nya yang enak enak nikmatin gajih, sekarang aku tidak akan mengurus keperluan nya lagi biar dia tau rasa kalau dia tanpa aku bisa apa selama ini dia tinggal sedia dibangunin, disiapin baju sudah di setrika sarapan sudah jadi tapi apa yang ku dapat hanya ke dzoliman saja selama ini biar lah dia merasa bagaimana jika aku lepas tangan
setelah si kembar dan aku sarapan segera aku membereskan rumah menyapu ngepel dan jemur pakaian, huh cape juga ku lihat jam menunjukan jam set 8 lebih baik aku mengantar anak anak ke sekolah saja meskipun belum waktunya dari pada aku melihat wajah mas sandy selalu keingat penghianatannya aku rasanya mau ku cakar cakar wajahnya
__ADS_1
"lila lula ayo bunda antar ke sekolah "ucapku memanggil anak anak agar mereka berangkat ke sekolah kedua anak itu langsung berlari keluar ,ku pasangkan sepatu mereka masing masing lila suka warna merah dan lula warna pink / merah muda setelah selesai kami menuju sepeda motor yang sudah ku keluarkan dalam bagasi dan meluncur ke sekolah si kembar. di perjalanan aku melihat mbak wendah sedang dalam mobil bersama laki laki tua dan sedang bercanda karena kami di lampu merah jadi aku bisa melihat wajahnya mbak wendah dan aku sedikit mengenal lelaki tua itu bukan kah ia pak dama kepala desa sebelah bukannya mereka tidak bersaudara ko bisa satu mobil. mungkin ada urusan yah tapi ko becanda nya gitu kaya orang kasmaran saja
jangan tanyakan mengapa aku bisa melihat karna mobil yang di naiki mbak wendah dan kepala desa itu adalah mobil pick up dan jendelanya juga kebuka jadi aku jelas melihat wajah mereka. setelah lampu merah berganti menjadi hijau mbak wendah tidak sengaja melihat ke arahku dan ia langsung membuang pandangan takut ketauan atau gimana nggak perduli jua aku mau selingkuh gimana pun nggak ada urusan terserah dia,
__ADS_1
"kaka sama adek yang benar yah sekolahnya, dengar kata kata miss nya jangan nakal okey "kataku mereka menyalim tanganku dan segera masuk ke dalam ruangan ku lihat baru beberapa murid yang datang karena baru jam setengah delapan lebih jadi masih banyak yang belum datang.
setelah mengantar anak anak sekolah aku ingin menuju ATM ingin mengecek jumlah saldo milikku sudah lama aku tidak melihatnya terakhir saldoku senilai 4 M itu 3 tahun yang lalu berapakah sekarang pertambahannya aku tidak terlalu bertanya berapa hasilnya dan berapa biaya perwatan kebun sawit bagianku karna bapak ku yang mengurus aku tinggal menerima hasilnya saja belum lagi kebun karetku yang di urus pamanku meskipun hasilnya tidak banyak namun cukuplah untuk masa depan anak anak sengaja hasil sawit dan kebun karet ku bedakan hasil sawit masuk rekeningku dan hasil karet masuk rekening si kembar dan mas sandy tidak mengetahui itu karena sudah perjanjian ku kepada bapak ku jika ingin menikah dengan sandy
__ADS_1
setelah sampai di ATM aku mengecek rekeningku terlebih dahulu dan ternyata saldonya 10 M lebih dan lanjut aku mencek rekening milik si kembar dan isi nya 2 M karena kebun karet milikku sudah memiliki hasil 10 tahun ini dan untuk kebun sawitku baru 4 tahun ini saja panen tidak terlalu banyak karena cuman bagianku saja bukan warisan bapak ..anak bapak cuman aku sendiri karena ibu tidak bisa hamil lagi akan tetapi ibu mengangkat seorang anak perempuan juga adik angkatku itu baru kelas 3 SMA manjanya minta ampun dan kata bapak dia sulit sekali disuruh membantu ibuku ia lebih memilih mendekam dikamar dan main hp jika tidak ia akan keluar jalan jalan. ku dengar kemaren ia meminta mobil ke pada bapak untuknya kuliah katanya, enak saja aku anak ibu dan bapak satu satunya saja saat kuliah tidak menggunakan mobil dia cuman anak angkat mana modelan nggak tau diri. makanya aku malas pulang kampung karena tidak ingin berdebat kepada ibuku jika aku memarahi arum maka ibu akan membelanya dan ayah membelaku jadilah ayah dan ibu yang bertengkar aku jadi malas pulang kerumah meskipun aku ini taat beragama bukan berarti aku bisa di buat seenaknya apalagi melihat ibuku di jadikan babu dan sering ibuku menangis karena gagal mendidik arum melihat sikap pembangkangnya aku jadi greget.bapak pernah bilang agar aku tidak khawatir apapun hasilnya nanti semua harta warisan sudah atas namaku bapak dan ibu sepakat memberika kebun yang ditanami sayuran dan sawah tidak terlalu besar untuk arum akan tetapi itu juga besar menurutku jika ia bisa mengelolanya