
ku arahkan pandangan ku ke wajah mertuaku ku lihat iya kesal menatap mas sandy
"mengapa aku harus tak berani, "tanyaku menantang
"dek sadarlah, kamu mau jadi janda enggak enak"ucap mas sandy dengan nada melemah sambil melihatku dengan sorot mata memohon
"aku nggak takut jadi janda. selama ini pun aku hidup sudah seperti janda"ucap ku ketus
"setiap bulan aku harus berpikir untuk mencukupi nafkah yang tak cukup kau berikan"tambahku dengan sinis
"pikirkan lagi dek. jangan ambil keputusan dengan keadaan marah mas akan kasih waktu kamu berpikir oke"ucap mas sandy dan berlalu menuju kamar membawa baju bajunya
"kamu pikir baik baik mas nggak mau gara gara hal sepele hubungan kita jadi hancur pikirkan anak anak yah dek"ucap mas sandy dengan duduk di sampingku sambil menggenggam tanganku
"baik akan aku pikirkan, dengan syarat setiap bulan kau harus memberikan semua uang gajihmu"ucapku memberikan syarat agar iya tau bahwa sulit untuk membuat aku kembali berdamai dengan ini semua
__ADS_1
"enak saja, sandy lebih baik kau ceraikan saja perempuan tak berguna ini.. tak tau di untung masih untung anakku mau menerima mi kembali pakai acara ingin menguasai uang anakku"sahut mertuaku dengan cepat
"tuh mas dengerin kata ibumu"ucap ku memancing ibu dan anak itu
"lebih baik kau cerai kan saja sandy istri mu ini.."dukung mbak wendah ikut serta
"sudah sudah sudah lebih baik kita pulang kerumah ibu .ayo bu"ucap mas sandy membawa ibu mertuaku namun mertuaku kekeh tetap diam di ruang tamu milikku sepertinya iya ingin menyelesaikan disini malam ini .aku sih tak masalah dengan itu
"tidak ibu tak akan keluar dari rumah ini sebelum kau tendang perempuan laknat ini dalam rumah ini"ucap mertuaku ketus dan melirikku seperti ingin menerkam ku
"maaf nih yahh ,kebalik kali harus nya aku yang menendang kalian dari rumahku" berang ku enak saja ingin menendang diriku dari rumahku sendiri
"bu apa apaan sih kita kesini niatnya ingin meluruskan kesalah pahaman mengapa jadi ingin mengurus masalah rumah tangga anak anak"ucap ayah mertuaku yang baru angkat bicara
"ibu taakan ridho jika perempuan laknat ini ingin menguasai uang anakku"sahut mertuaku dengan nafas yang turun naik ,jangan sampai dia tekanan sampai stroke di rumahku
__ADS_1
"menguasai uang dari mana yah bu selama aku menikah dengan mas sandy uang gajih suamiku ibu yang menguasai aku hanya kebagian 5ratus ribu saja itu pun setiap kali aku menyetok barang untuk kebutuhan kami sebulan ibu sering bawa ke rumah ibu .bagian mana aku menguasai uang anak ibu,di rumah ini satu gelas pun tak ada uang anak ibu keluar untuk membelinya jadi sebaiknya ibu dan keluarga ibu sekarang bisa angkat kaki di rumah ini jika tidak siap siap akan aku laporkan dengan tindakan tidak mengenakan rumah ini sudah terisi CCtv jadi kelakuan ibu sudah terekam jelas setiap perlakuan ibu padaku"jelasku dengan tegas sudah habis kesabaran ku selama ini semakin ke sini keluarga ini memang semakin tak ada ahlak saja
"heh perempuan laknat lancang kau mengusir ku dari rumah anakku .sandy kau lihat kan perlakuan istrimu kepada ibu seperti apa ..cepat kau ceraikan sandy ibu tak mau memiliki menantu seperti dia"ucap mertuaku berang sambil melihatku
"tunggu tunggu jadi selama ini ibu selalu mengambil keperluan kami di rumah tanpa sepengetahuan ku ..bu jelaskan selama ini aku selalu membela ibu tapi mengapa ibu membodohi ku ,ibu berjanji jika aku memberikan ibu uang yang sudah kita janjikan maka ibu tak akam mengganggu rumah tanggaku lagi .aku kecewa sama ibu"ucap mas sandy dengan menggebu gebu
dan berlalu keluar membawa tas pakaian miliknya
Mas dewa dan mbak wendah pun ikut keluar cuman tersisa ibu dan ayah mertuaku
"semua ini gara gara kamu perempuan laknat .dasar orang miskin kerjanya cuman minta dan nuntut menyesal aku merestui sandy menikah denganmu "ucap ibu mertua dan berlalu keluar
Ayah mertua mendekat kepadaku dan iya menepuk bahu ku ,aku terkejut dengan perlakuan nya selama ini ia begitu santai dan tak perduli masalah rumah tangga anak anaknya seperti tak menyayangi dan mengayomi keluarganya
"ayah harap hubungan rumah tanggamu baik baik saja .maaf ayah tak bisa membantu banyak dan maafkan perlakuan ibu mertuamu
__ADS_1
ini ada uang sedikit untuk anak anak mu "ucap ayah mertuaku
aku terkejut dengan sikapnya tak biasanya ia seperti itu dan ku lihat uang yang berada di tanganku dua lembar uang seratus ribuan ku simpan di kantong .untung saja anak anak sedang belajar di kamar jadi tak mendengar perseteruan kami tadi