
Bu hesti pulang kerumah nya dengan hati yang marah iya tak menyangka jika menantu yang sering iya bela telah berhianat di belakang anak nya
"kenapa to bu pulang pulang ko muka nya kesal"ucap pak manto suami bu hesti
"bapak diam saja .ibu lagi pusing"ucap bu hesti dengan kesal iya memijit mijit kepala nya
"yasudah kalau begitu ,bapak mau minta uang mau beli gula habis "pinta pak manto
"nggak ada sana kerja .aku capek pak jadi tulang punggung keluarga ini"jawab bu hesti dengan nada ingin. Menangis saking kesal nya selama ini menapakan watak julid nya di hadapan heni karena ia mencari tampat pelampiasan kekesalan nya kepada suami dan anak anaknya
Bagaimana tidak ,suaminya sudah puluhan tahun ia yang memberi nafkah di tambah anak anaknya yang tidak ingin bekerja seperti bapak nya
.........
Di kampung heni iya sangat menikmati tinggal di rumah orang tua nya karena ia tak perlu memikirkan makan apa dan cukup atau tidak nya
"bu masak apa"tanya ku pada ibu yang sedang memilih sayur dan lauk dalam kulkas miliknya
meskipun memiliki asisten rumah tangga tapi ibunya ini tak pernah bisa mengandalkan orang lain memasak di dapurnya karena ia tak suka jika orang lain menguasai dapur tempat ia berkreasi
"ibu mau masak sayur lodeh dan ikan nila goreng, buat si kembar bikin ayam goreng tepung aja nak"jawab ibu sambil berpikir
Aku pun ikut serta memasak bersama ibu seperti rutinas ku sebelum menikah ibu mangatakan anak gadis harus pandai memasak dan tak boleh malas tapi ntah kenapa anak gadis yang ibuku adopsi itu tak pernah ibuku nasehati atau memang iya tak mau
"kamu bersihin ikan sama ayam nya aja nak terus kamu goreng ,ibu yang bakal masak lodeh nya"perintah ibuku
__ADS_1
setelah meniris kan sayur nang dan kacang yang sudah bersih aku lanjut membersihkan ayam dan ikan yang akan ku goreng
Setelah beberapa menit berkutat dengan alat masak ,makanan nya pun sudah jadi di olah menjadi menu sederhana namun sangatlah enak
"nak kamu panasih yah sambel goreng pete yang ada di kulkas secukupnya saja"ucap ibuku aku mengiyakan saja
kulkas di rumah ini ada dua ,satu untuk semua bahan untuk makan satunya untuk berbagai cemilan dan minuman
Ku buka kulkas untuk penyimpanan berbagai macam bumbu tersedia 3 toples sedang tempat menyimpan sabel jadi yang ibuku buat
ada sambel terasi+ikan teri,sambel cumi, dan sambel pete kesukaan bapak
Ku panas kan sembentar baru di hidangkan di dalam wadah wadah kecil untuk masing masing penghuni di rumah ini tak terkecuali si kembar meskipun masih berumur 5 tahun namun mereka suka pada sambel
"akung kuat heee akhhh lila mau jatuh kung"teriak lila dengan suara khas tertawa yang menggema
"hahahahaaa ka lila di tulunin blee ayo kung lets goo kita harus cepat sampai"teriak lula dengan senang
Kedua kaka beradik itu berhasil membuat pinggang kakaknya encok bagaimana tidak ,tubuh gempal si kembar di gendong depan belakang semoga saja bapak tak encok
"yey lila duluan wle lula kalah ,,, makanya nggak boleh curang"ucap lila
menertawakan kekalahan lula yang masih di gendong akungnya dan iya berlari sendiri karena ia lebih dulu di turun kan bapak
"nggak papa kalah ya kung asal nggak capek"ucap lula dengan bijak sedangkan bapak sedang ngos ngosan kecapekan karena menggendong kedua cucunya
__ADS_1
"lila lula sini duduk bunda tadi habis masak ayam goreng kesukaan kalian loh"ucapku mereka pun mendekat dan duduk di masing masing tempat
Setelah mereka duduk ke masukan nasi dan ayam ke piring mereka masing masing
mereka makan dengan lahap
arum dan mas hadi duduk bersebelahan di sampingku dan bapal di ujung tempat kepala keluarga
"hadi rencana nya kapan pulang kerumah ibu mu"tanya bapak
"mmm belum tau pak masih enak disini rame .palingan besok baru kerumah ibu sekalian pamit mau ke kota"ucap mas hadi
"kenapa nggak malam ini aja mas too nggak terlalu jauh dari sini .kasihan loh anakmu kamu tinggal disini saat ada jatah libur"timpalku
"mbak ngapain sih ikut ikut masalah orang lain .nggak sopan banget biarin aja mas hadi di sini kan dia udah kayak keluarga sendiri"ucap arum ketus
Loh loh kan dia mangatakan aku tak sopan sekali dia berucap tak ia sarin
"kan benar yanh ku ucapkan ,mas hadi harusnya itu tinggal di tempat ibunya bukan disini lagian nggak takut apa jadi fitnah kan di sini mas hadi bukan makhrom kamu sama mbak gimana sih"jawabku kesal .
"iya hen habis makan mas bakal pulang ketempat ibu juga ko kamu nggak usah usir mas secara halus seperti itu "jawab mas hadi tersinggung
"heni nggak ngusir mas cumman nggak etis aja mas hadi tinggal di sini sedangkan rumah orang tua mas hadi cuman beda Rt saja .kalau mas hadi tersinggung sih itu pasti memang nggak bijak aja berpikir"ucapku dengan tegas
"betul yang di katakan heni nak hadi meskipun bapak sudah menganggap kamu anak sendiri namun tak etis rasanya kamu tinggal disini sedangkan rumah ibumu tak jauh dari sini .....di sini juga bapak memiliki anak gadis jadi takutnya jadi fitnah jika kamu ingin main kesini boleh boleh saja bawa juga anakmu agar iya bisa main dengan anak heni"ucap bapak tegas
__ADS_1