
"Katakan mas , kenapa kamu mau pulang ke rumah orang tuamu, aku lagi hamil mas , siapa yang akan menemaniku , ibu sudah meninggal" Ucapan ku dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti, sosok suami yang aku banggakan dulu , kini sudah mencampakkan diriku , padahal aku sudah sangat sabar menghadapi suami ku dan mempertahankan rumah tanggaku ini demi buah hatiku yang masih berada di kandunganku.
"Sudahlah Meth , aku tidak cinta sama kamu lagi , aku mau pulang saja , lagian kamu sudah besar , kamu bisa jaga bayimu sendiri, kakak mu juga kan ada d sebelah rumah bisa kali bantu urus bayimu itu"
Lagi lagi perkataan mas Vian membuat hatiku benar benar rapuh, aku tidak menyangka kalau mas Vian akan berkata hal yang sangat menyakitkan itu.
"Ini itu anakmu mas , darah dagingmu, tidakkah kau berat meninggalkannya ?"
"Aku tidak peduli kalaupun bayi itu lahir tanpa ayah" Tuturnya seraya keluar dari rumah dengan membawa ransel berisi baju bajunya.
"Kau tega meninggalkan istri yang sedang hamil anakmu ini mas, Demi wanita penggoda itu kau mencampakkan anakmu mas, Bertahanlah demi anakmu"
"Tidak Meth , Linda tidak seperti yang kamu pikir, Dia lebih baik dari kamu"
"Besok aku akan mengurus surat perceraian kita" lanjutnya serara menginggalkan rumah ini dengan motornya.
Aku benar benar tidak menyangka , kalau suami benar benar sudah hilang akalnya. Dia meninggalkan Istri serta calon anaknya demi wanita penggoda yang tak tahu malu itu.
Sebenarnya ini bukan kali pertama aku tahu kalau dia suka main dengan wanita lain di belakangku, bahkan banyak sekali tetanggaku ( yang masih muda dan belum menikah tentunya) di godanya.
FLASHBACK ON
"Mbak Meth" Sapa salah satu tetanggaku namanya Tya
"Iya Tya, mau kemana?"
"Mau ke warung mbak, kamu sendiri mau kemana
"Aku juga mau ke warung beli gula "
"Ya sudah , ayo kita sama sama kesana"
Sampai di pertengahan jalan Tya berbicara
"Mbak Meth, ini suami mbak kan ya? " ucapnya sambil melihatkan foto profil seseorang
"Iya itu mas Vian deh Tya" Aku terkejut, dari mana mas Vian dapat nomor wa Tya
"Kok bisa dia wa kamu Tya, Mau apa emang , boleh aku lihat chatnya" lanjut ku
__ADS_1
"Gak tahu mbak tiba tiba dia wa, gini nih" Jawab nya sambil memperlihatkan isi chatnya dengan mas Vian kepada ku
'Vian'
Hai, Kamu Tya kan
'Tya'
Iya, siapa ya?
'Vian'
Boleh kenalan?
'Tya'
Sebentar deh, kamu kan suaminya mbak Metha , ngapain kamu chat aku , lagian dapat dari mana kamu nomor ku?
'Vian'
Iya aku emang suaminya Metha, asal kamu tahu ya , aku nikahin Metha itu karena terpaksa, aku juga gak cinta sama dia.
Mata ku terbelalak melihat isi chat suami dengan Tya , sungguh saat itu hatiku benar benar sakit, bahkan bibirku pun seolah tidak bisa berkata apa apa lagi, setelah menelan pil pahit yang di berikan mas Vian kepada ku.
Ku lanjutkan membaca teks wa tersebut hingga habis
'Tya'
Maaf ya mas , aku sudah punya pacar, lagi mas juga beristri, apalagi mbak Metha sedang hamil, peran suami sangat di butuhkan seorang istri saat masa tersebut, lebih baik mas juga lebih memperhatikan dan mementingkan kesehatan mbak Metha beserta bayinya.
'Vian'
Kamu pikir deh Tya, aku seganteng ini, pekerjaan ku pun sudah mapan, jika di bandingkan dengan Metha yang cantiknya tidak seberapa itu, orang orang yang tidak mengenalku pun akan menganggap kalau aku sama Metha adalah seorang majikan dan pembantu
Tak terasa air mata ku jatuh , mas Vian sudah keterlaluan
'Tya'
Istighfar mas, gitu juga dia istrimu, kamu yang memilihnya untuk jadi pendampingmu
__ADS_1
setelah itu Tya memblokir kontak mas Vian , mungkin dia tidak ingin terlibat dengan rumah tangga orang lain.
Ku kembalikan HP Tya, sesaat mata ku terpejam , dan aku berharap ini adalah mimpi.Namun Tya tiba tiba menyadarkan lamunan ku.
"Mbak Meth , sebenarnya aku tidak mau melihatkan perilaku yang kurang baik suamimu mbak, tapi karena hal ini bukan saja terjadi padaku , Viola sama Firda juga dapat wa seperti itu dari mas Vian mbak. Aku gak tega kalau mbak Metha di permainkan oleh mas Vian, apalagi mbak lagi hamil , maafin aku mbak , aku gak bermaksut ikut campur sama urusan rumah tangga kalian"
"Gak kok Tya ,aku yang berterima kasih sama kamu, karena kamu sudah memperlihatkan kelakuan suami ku di luar sana, aku gak menyalahkan mu Tya" Ucapku sambil menghapus air mata yang sedari tadi tidak berhenti mengalir.
Setelah membeli gula di warung , aku sama Tya berpisah , karena dia mau mampir ke rumah temannya.
Di perjalanan pulang pun aku tidak henti hentinya berpikir , bagaimana bisa mas Vian melakukan tindakan yang tidak bisa di terima oleh akal sehatku.
'Aku harus bersabar demi buah hatiku, aku tidak ingin dia lahir tanpa kehadiran seorang ayah' batinku
'Kamu pasti bisa berubah mas' ku yakinkan hatiku
FLASHBACK OFF
Kembali ku dudukkan tubuhku di atas sofa ruang tamu, menyakinkan diriku kalau mas Vian bukan lelaki baik yang bisa menjadi pendampingku
"Kamu jahat sekali mas" gumamku
Tok Tok Tok
Tiba tiba bunyi ketukan pintu diiringi pintu yang di buka
Ternyata Bu Harti
"Loh kenapa kamu Meth , bertengkar sama suamimu?" Tanyanya sambil berjalan mendekatiku
"Ada apa bu kok tiba tiba kesini?" tanya ku balik tanpa menjawab pertanyaan bu Harti tadi
" Tadi itu aku lihat suami mu bawa ransel besar, tak kira dia mau pergi dari sini makanya aku langsung ke rumah mu untuk memastikan kalau tidak ada apa apa sama kamu dan suamimu"
"Nggak kok bu , mas Vian cuma mau kerja ke luar kota ,katanya ada kerjaan disana yang harus di handle sama dia untuk beberapa minggu , mangkanya dia bawa ransel besar" ucapku berbohong
"Kok kamu nangis Meth, gapapa kamu cerita aja , kau gak akan sebarin ke orang orang, siapa tahu aku bisa bantu kamu menyelesaikan masalahmu, percaya sama aku Meth"
Ku tarik nafasku dalam dalam, ku siapkan diriku untuk bercerita sama bu Harti
__ADS_1
"Jadi gini bu"