
"Cerita apa mbak?"tanyaku penasaran
"Sebenernya Meth, aku, kakakmu, sama Vian itu satu kelas dulu, malah bisa di bilang satu geng.Kita se geng itu ada 4 orang , aku,mas Aris,Vian sama Elina"
'Hufff' ia menghembuskan nafas kasarnya
*Vivi
"Nah dalam geng itu kita janji gak boleh pacaran kalau belum lulus, biar pertemanan kita tidak terputus dan mengganggu pelajaran tuh Meth, Pas kelas 12 akhir tiba tiba, Aku dapat kabar kalau Elina bunuh diri , Aku dan mas Aris langsung ke rumahnya untuk memastikan, saat itu Vian susah sekali di hubungi"
"Setelah beberapa haris kematian Elina , Vian gak juga masuk sekolah, aku sama mas Aris nyariin dong, takut ada apa apa. Pas lagi di rumahnya Vian , baru saja aku ingin mengetuk pintu rumahnya, aku sama mas Aris denger tuh kalau si Vian ngomong 'Syukurlah si Elina bunuh diri , gak susah susah gue nikahin dia' dengar kalimat itu kakakmu langsung kalap dan menghajar Vian, Keos banget saat itu Meth , untung ada warga yang melerai kemudian di mediasi."
*Saat itu
"Kenapa kalian berantem?" tanya salah satu warga
"Dia sudah menghamili dan membunuh sahabat saya" ucap mas Aris sambil menunjuk muka Vian
"Gak, gua gak bunuh dia, gua cuma hamilin dia doang" ucap Vian dengan santainya
__ADS_1
"Tapi Lo gak mau tanggung jawab atas hidup Elina dan bayinya, Elo adalah laki laki paling brengs*k yang gua kenal" mas Aris benar benar meluapkan amarahnya
"Lo itu saudara bukan , kakak bukan, ngapain lo urusin gua sama Elina, suka lo sama dia?" Vian pun gak mau kalah
"Kalo gua suka sama dia kenapa, gua berencana ngelamar dia setelah gua lulus dan kerja, sekarang lo malah hancurin impian gua, lo emang bajing*n" Lagi lagi mas Aris ingin menghajar Vian, namun warga kembali menenangkan
"Sudah sudah, kalian ini , jabat tangan sekarang", ucap salah satu warga
"Gak sudi" seusai berkata demikian, mas Aris langsung menarik tanganku dan membawaku pergi ke danau tempat kita berempat kalau lagi ngumpul.
"Kalau saja warga gak melerai mereka berdua pasti Vian sudah tidak ada di dunia, secara mas mu dulu jago silat"
"Gua gak nyangka Vi , bajing*an itu akan melakukan hal sekeji itu" ucap mas Aris di sertai air mata jatuh, padahal mas Aris gak pernah nangis saat bersama kami Meth
"Sabar ya Ris, mungkin ini sudah jalan hidupnya Elina" ucap ku
"Maksih ya Vi , cuma Lu sahabatt yang gua punya saat ini" ucap mas Aris sambik memelukku
Besoknya pas kita sudah sampai di sekolah tiba tiba guru BK memanggil mas Aris, aku gak tahu apa yang terjadi di ruang BK, sampai saat ini mas Aris gak mau cerita.
__ADS_1
Setelah saat itu mas Aris gak dateng ke sekolah, aku samperin ke sini, ternyata mas Aris di DO gara gara masalah berantem sama Vian. Makanya dia ambil kejar paket.~
"Terus mas Aris kok bisa nikahin mbak" Tanyaku sambil ku elus pundak mbak Vivi
"Gatau Meth, saat itu aku masih kuliah dan mas Aris sudah kerja jadi karyawan di pabrik, dia datang ke rumah dan melamarku"
"Sebenarnya aku sudah memiliki rasa sama mas Aris sejak masih SMA tapi aku takut kalau bilang sama dia, kan di geng gak boleh pacaran"
Brakk
Tiba tiba mas Aris membuka pintus dengan kasar.
"Dasar bajing*n awas kamu"
Loh loh kenapa si Aris , datang datang kok sudah emosi, apa yang terjadi sejak kepergiaannya tadi?
kita tunggu aja kelanjutannya dari Author.
Jangan lupa Like,Coment,dan Vote ya gengs
__ADS_1
I Love You All😘