
Saat aku sedang menghias hantaran pernikahan, tiba tiba ibu mertua dan kakak iparku datang, Eh maksutku mantan.
"Metha Metha" teriak seseorang dari luar, tidak lain dan tidak bukan dia adalah ibu mertuaku
"Iya"
"Oek Oek" tangis Diva yang terkejut akan teriakan mantan ibu mertuaku, karena tadi dia sedang tidur.
"Sebentar ya bu, Diva nangis" segera ku berlari ke kamar dan menggendong Diva
Aku keluar kembali menemui mantan ibu mertua dan kakak ipar ,( Kayaknya lebih enak kalau di panggil ibunya mas Vian)
"Kamu ini ada tamu bukannya di suruh masuk malah di tinggal lari" ucap mbak Ipah
"Kan Diva nangis mbak, yaudah sih pekara gitu doang kok marah"
Setelah mereka berdua duduk di dalam rumahku.
"Iyuh, berantakan banget rumahmu Meth" seloroh mbak Ipah
"Ini itu pesanan hantaran nikahan mbak, apalagi aku kerjain sendiri, di tambah Diva gak ada yang bantuin momong, mbak Vivi lagi jagain Arsen sakit, ya jadilah begini"
"Kalau mbak gak mau masuk, ya tunggu di luar aja" aku benar benar kesal dengan ucapan mbak Ipah, padahal kalau aku ke rumahnya, kondisinya lebih buruk dari milikku.
"Kamu kok sewot Meth?"
"Ya iya, mbak kayak gak pernah punya anak aja, pakai ngatain rumahku berantakan, dulu waktu Niko kecil rumahmu malah lebih berantakan dari pada rumahku" Biar saja aku di kata tidak sopan, dulu aku memang lebih memilih diam saat di gunjing, sekarang ya nggak lah.
__ADS_1
"Udah Pah" ucap ibu mertuaku
"Terus ibu ada perlu apa kesini?"
"Aku mau ngambil cucuku"
"Enak aja, dia anakku"
"Dia juga anaknya Vian"
"Bu,dengerin yah, mas Vian dulu sama sekali tidak peduli dengan hadirnya Diva,dia saja lebih memilih pelak*r itu dari pada istri dan anaknya".
"Ya jelas Vian lebih memilih Linda dari pada kamu, Linda lebih cantik, lebih kaya lagi, gak kayak kamu udah gak cantik , nganggur lagi"
Aku pun tertawa mendengar penuturan ibu
"Aduh sebentar deh bu, aku mau nitipin Diva sama mbak Vivi dulu , kasian dia masih kecil, harus mendengar ucapan ucapan tidak baik dari kalian.
Setelah menitipkan Diva pada mbak Vivi, aku pun duduk di sofa sebelah ibu.
"Dengar ya bu, gimana aku mau cantik, kalau setiap bulan hanya di kasih nafkah 1,5 juta saja, sedangkan itu buat bayar listrik, air, kebutuhan sehari hari, belum lagi bayar cicilan motornya anak ibu, terus ngirimin ibu uang tiap bulan kan?,mau beli skincare aja susah bu, uang sebulan pun kadang gak cukup dan aku harus berhutang sama mbak Vivi"
"Lagian kalau Linda kaya, gak perlu dia morotin uang laki laki"
"Tapi kan kamu harus bisa berhemat dengan uang yang Vian kasih"
"Bisa berhemat dari mana, tiap bulan ngasih ibu 300 ribu, nyicil motor 500, cuma sisa 700 ribu, itu termasuk uang rokok sama uang bensinnya mas Vian, asal ibu tahu saja"
__ADS_1
"Ya kamu sebagai wanita harus bisa membantu keuangan dong, jangan diam aja"
"Lagian ibu juga apa bisa berhemat, buktinya waktu bapak di PHK ibu selalu marah marah sama bapak untuk cari uang , sampai sampai dia mulung rongsokan, apa ibu membantu bapak buat cari uang?, nggak kan, jangan menasehati orang bu, kalau ibu sendiri tidak bisa melaksanakannya"
"Kamu tahu dari mana kalau suamiku memulung?"
"Aku pernah ketemu, ya untuk soal Diva aku gak bisa memberikan dia sama ibu"
"Dia cucuku Metha, kalau Vian gak ada mana mungkin kamu bisa melahirkan Diva"
"Bantuan jin bu, mending kalau gak ada lagi yang di omongin, lebih baik ibu sama mbak pulang deh, aku banyak kerjaan"
"Kamu memang gak tahu di untung Meth" hardik mbak Ipah
"Emang kalian siapa, nenek sama tantenyakan?, tapi saya mamanya, saya yang hamil 9 bulan saya yang melahirkan, tanpa kehadiaran mas Vian tentunya, terus pas aku melahirkan apa kalian datang untuk menjenguk Diva?nggak kan, habis itu kalian seenaknya mau ngambil Diva?, oh tidak bisa, lebih baik kalian pergi dari rumahku sekarang"
"Lihat saja aku akan mengambil paksa Diva dari mu Metha" ucap mertuaku
"Silahkan saja kalau ibu bisa"
Cukup 2 bab untuk hari ini😁
Semoga besok bisa up lebih dari 1 bab😇
Jangan lupa Like,Coment,and Gift biar author makin semangat lanjutin ceritanya💪
Terima kasih sudah mampir😉
__ADS_1
I LOVE YOU ALL😍