Suamiku Penggila Wanita

Suamiku Penggila Wanita
Suamiku Penggila Wanita : 15


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian di UGD rumah sakit. Saat aku sedang bermain dengan Arsen bapak mertuaku datang beserta mas Vian yang memakai alat bantu jalan.


"Assalamualaikum nduk" ucap bapak padaku


"Waalaikumsalam pak" jawabku seraya menyalami tangan bapak


"Tumben bapak kesini" tanyaku


"Bapak ada perlu sama kamu nduk"


"Kalau begitu mari masuk pak, kita obrolin di dalam aja" ajakku pada bapak mertua


"Arsen balik ke rumah dulu yah, main sama mama, nanti tante susul" pintaku pada Arsen yang tengah asik memainkan pesawatnya.


Ia hanya menganggukkan kepalanya dan masuk ke dalam rumahnya.


"Mari pak"


"Pak, bantu aku dong" teriak mas Vian dari luar


"Usaha sendiri" jawab bapak


Aku hanya terkikik mendengar jawaban mertuaku yang savage itu.


"Sebentar ya pak, aku buatkan minum, bapak mau minum apa?"


"Terserah deh nduk"

__ADS_1


Setelah aku hidangkan teh hangat buat bapak dan mas Vian, yang ku lihat dia masih kesusahan untuk masuk ke dalam rumahku . Memang untuk masuk ke dalam rumahku harus melewati beberapa anak tangga yang di buat di depan teras agar kalau hujan tidak naik dan masuk ke dalam.


"Aku bantu mas Vian ya pak"


"Gausah nduk, biarin aja, kamu duduk"


"Iya pak, memang apa yang mau bapak bicarakan"


"Kan bapak sudah janji sama kamu nduk, kalau bapak akan membawa Vian kesini, apa kamu akan tetap pada keputusanmu untuk bercerai dengan Vian?"


"Untuk soal itu pak, aku sudah sangat yakin untuk berpisah dengan mas Vian,kemarin saja saat dia kecelakaan aku memergoki dia sedang bersama wanita lain"


Mendengar hal itu, bapak menatap mas Vian seakan ingin menerkamnya saat itu juga.


"Kamu kok bisa tahu kalau Vian kecelakaan nduk?"


"Benar benar keterlaluan kamu Vian, bisa bisanya kamu berbuat hal memalukan seperti itu, bapak tidak pernah mengajarkan hal itu kepada mu Vian"


"Maafin Vian pak , aku khilaf" akhirnya mas Vian membuka suara yang sedari tadi hanya bungkam


Plak


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi mas Vian.


"Kenapa bapak menamparku" tanya mas Vian seraya mengelus pipinya yang kemerahan


"Itu tidak seberapa dari rasa malu yang kamu berikan buat bapak Vian" bentak bapak

__ADS_1


"Bapak punya dosa apa selama ini, sampai bapak memiliki anak yang gak tahu diri sepertimu"


"Sudah pak, mungkin ini sudah jalan kita" ucapku menenangkan bapak yang rasanya tingkat kemarahannya sudah sampai di ubun ubun


"Bapak benar benar malu nduk, baiklah kalau kamu sudah memutuskan untuk bercerai dengan Vian, bapak gk akan menghalangimu lagi"


"Terima kasih pak, sudah mengizinkan ku untuk mengurus perceraian ku dengan mas Vian, kalaupun aku dan mas Vian bukan lagi suami istri, aku akan tetap menganggap bapak sebagai orang tuaku"


"Iya nduk, sekali lagi bapak minta maaf ya nduk, bapak tidak bisa mendidik Vian menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab"


"Bapak gak salah kok, mas Vian sudah dewasa, harusnya dia sudah bisa membedakan hal yang benar dan yang salah"


"Baiklah kalau begitu, bapak balik yah, nanti bapak usahakan untuk mengumpulkan uang supaya Vian yang mengurus perceraian kalian bukan kamu"


"Biar aku saja pak, gak papa kok, kasian mas Vian sudah di pecat dari pekerjaan, mau dapat uang dari mana dia, kalau aku kan buka online shop, jadi aku memiliki penghasilan sendiri meskipun kecil"


"Kalau gitu bapak pamit ya nduk, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


'Itu belum seberapa dengan rasa sakit hatiku mas' bisikku pada mas Vian


Yeyy😅


Terima kasih sudah mampir🤗


Jangan lupa Like, Coment ,Vote ,and Gift buay Author🙂

__ADS_1


I LOVE YOU ALL💋


__ADS_2