
"Berhenti deh mas" sambil ku tepuk pundak mas Aris
"Kenapa Meth" sambil memarkirkan motor di pinggir jalan
"Itu kayaknya Pak Imron deh mas" sambil ku tunjuk pemulung itu.
Pak Imron adalah mertua laki lakiku, bapaknya mas Vian.
Tapi kenapa beliau memungut sampah di pinggir jalan, yang ku tahu ia bekerja sebagai karyawan di salah satu pabrik.
"Kita samperin yuk mas" ucapku pada mas Aris
"Iya ayo" mas Aris kembali menjalankan motornya dan menepi tepat di samping tempat sampah.
"Assalamualaikum pak" ucapku dan mas Aris bersamaan
"Waalaikumsalam" jawab mertuaku sambil menoleh ke arah kami
"Kok bapak nyari sampah , emang gak kerja di pabrik lagi?" tanya ku
"Bapak kena PHK nduk, cari kerja lain juga susah, bapak kan sudah tua, apalagi ibumu(mertuaku) tiap hari marah marah kalau bapak nganggur di rumah"
"Bapak sudah makan?" tanya mas Aris
"Belum le, bapak gak boleh makan sama ibunya Vian kalau bapak pulang gak bawa uang"
'Gak sama menantu gak sama suami tetap aja jahat' batinku
__ADS_1
"Yaudah pak ayo kita makan dulu, kebetulan saya belum sarapan tadi" ajak mas Aris,
"Bapak gak punya uang le"
"Biar saya yang bayarin pak, kemarin saya habis gajian, saya gak akan bangkrut kalau cuma nraktir bapak hehe" canda mas Aris
"Yaudah yuk pak, kita ke Warteg itu" ucap mas Aris seraya menunjuk warung di seberang jalan
Sesampainya di warteg, aku memesan makanan buat ku , mas Aris, dan bapak. Aku memesan ayam goreng + sambel saja, sedangkan mas Aris dan bapak memeilih lauk, sayur pare , tempe, perkedel kentang, dan ikan goreng. Sebenarnya itu pilihan mas Aris , bapak tadi gak mau milih jadi mas Aris yang milih dan punya bapak di samakan dengannya.
Ku lihat bapak dengan lahapnya menyuapakan nasi dan lauk ke mulutnya.
"Bapak apa setiap hari gak sarapan kalau mau mulung?" tanyaku, aku hanya tidak tega kalau dia di perlakukan seperti itu.
"Iya nduk, semenjak bapak di PHK , ibumu kerjanya marah marah aja, dia akan marah kalau bapak sarapan di rumah"
"Aku sama mas Vian mau cerai pak, emang mas Vian gak cerita?"
"Lohh, Vian gak pernah ke rumah nduk, terakhir 2 bulan lalu sama kamu kan"
" Memang kenapa kalian kok mau cerai?" lanjutnya
"Mas Vian lebih memilih Si Pelak*r itu pak dari pada aku"
"Pelak*r siapa nduk?"
"Linda ituloh pak, temennya mas Vian di tempat kerja"
__ADS_1
"Bapak gak tahu nduk, kalau Vian sampai berbuat itu"
"Memang kamu tahu darimana kalau Vian selingkuh?" tanya bapak kembali
"Banyak loh pak yang bilang sama aku, orang mas Vian pernah Whatsapp Whatsapp tetanggaku, kemarin lusa juga mas Vian ninggalin rumah bawa ransel, mau tinggal sama Linda katanya"
"Maafin anak bapak ya nduk, bapak gak berhasil didik Vian jadi kepala rumah tangga yang bertanggung jawab.Bisa bisa nya Vian ninggalin kamu saat kamu hamil begini, Bapak akan cari Vian sampai ketemu, akan ku ajari dia bagaimana bersikap sebagai seorang suami dan calon ayah. Sekali lagi maafin bapak dan Vian ya nduk" terang mertuaku yang ternyata air matanya ikut mengalir
"Pak, ini bukan salah bapak, Vian sudah dewasa ,seharusnya dia tahu mana yang salah dan benar, soal selingkuh, pasti dia sadar kalau dia sudah memiliki istri yang sedang hamil, tapi dia tetap melakukan itu karena nafsunya lebih tinggi daripada cintanya sama istri dan bayinya" Ucap mas Aris sambil menepuk pundak mertuaku
"Udah , bapak gak usah mikirin itu, bapak makan aja yang banyak ,biar nggak sakit" Kataku menenangkannya
"Tapi, kamu lihat Vian terakhir dimana?" tanya mertuaku
"Kemarin mas Vian datang ke rumah, ingin rujuk tapi aku menolaknya pak, aku sudah tidak sanggup lagi hidup bersama mas Vian"
"Baiklah nduk, akan ku cari Vian itu, lihat saja nanti, berani beraninya dia ninggalin kamu dan calon anakmu demi wanita lain" kulihat wajah bapak yang merah padam memendam amarah.
'Kalau mas Vian gak pulang ke rumahnya , pulang kemana dia' batinku bertanya tanya.
Yuhuuuu....
Akhirnya Up juga hehe.
Jangan lupa Like, Coment,and Vote gengs😚
I LOVE YOU ALL😍
__ADS_1
Miss Phy😉