
Setelah ku lihat lebih jelas dia bukan Linda, aku benar benar ingin tahu siapa wanita itu sebenarnya.
"Sayang apanya yang sakit" kata wanita itu pada mas Vian
"Cuma kaki sama tangan sayang, kalau ada kamu sakitnya udah mendingan kok"jawab mas Vian
Ingin rasanya aku merobek robek mulut mas Vian dan wanita itu saat ini juga, tapi mas Aris memegang tanganku supaya aku tak membuat keributan di rumah sakit.
"Tenang Meth, jangan gegabah, kita dengerin aja apa yang akan mereka bicarakan"
"Ini mas record, biar bisa jadi bukti di pengadilan nanti, kamu diem aja, biar mas yang urus" terang mas Aris
"Aku tunggu di depan yah mas" pamitku
"Ehh, disini aja kamu, biar kamu lihat sendiri tabiat suami kamu itu, nanti kalau mau ngurus perceraian kamu gak bimbang lagi mau cerai apa nggak"
"Ya baiklah"
"Duduk yang manis, dengarkan dengan seksama"
Beberapa menit berlalu, masih belum ada lagi pembicaraan antara mas Vian dan wanita itu.
"Mas gimana sama istrimu, bagaimana kita bisa menikah kalau kamu masih berstatus menjadi suami orang, aku gak mau menjadi madu mas" ucap wanita itu tiba tiba
"Kamu tenang aja sayang, mas pasti akan segera menceraikan dia, tunggu waktu yang tepat buat mengurus perceraian ku dengannya, kamu yang sabar yah"
"Secepatnya loh mas, aku sudah bilang sama bapak ibu kalau kamu akan segera melamarku, apalagi mereka sudah bilang bilang sama tetangga dan saudara kalau aku akan segera menikah, malu dong mas kalau sampai gak jadi, mau taruh dimana mukaku kalau pulang kampung, pastinya bapak sama ibu akan kecewa sama aku"
__ADS_1
"Aku takut kamu menemukan wanita lain yang lebih cantik dari aku mas, pastinya kamu akan lebih wanita yang lebih dari pada aku" lanjut wanita tak tahu malu itu, tak sadarkah dia sedang ingin merebut lelaki yang masih berstatus suami orang, padahal dia sendiri gak mau kalau kekasihnya di rebut orang lain. Kadang manusia memang maunya menang sendiri, jalan yang salah pun akan di tempuh agar memenuhi apa yang dia inginkan.
'Sebaik baik wanita adalah wanita yang tidak merusak kebahagiaan wanita lain'
'Idihh gil* ini orang, kaya gak ada laki laki lain aja' batinku
"Ria, kamu percaya sama mas yah, mas akan secepatnya menceraikan istri mas dan melamarmu sayang" ucap mas Vian seraya mengelus telapak tangan wanita itu.
"Lagian mas juga udah gak sayang lagi sama istri mas itu, dia gak semolek dulu waktu masih pacaran, apalagi sekarang dia lagi hamil, makin risih aku melihatnya"
"Kamu wanita paling cantik yang pernah mas temuin selama ini Ria, andai mas bisa memutar waktu, pasti mas akan menikahi mu terlebih dahulu daripada menikah dengan drum itu"
Aku sudah tidak tahan lagi mendengarkan percakapan mereka berdua, ku bangkitkan diriku dan segera menangkap basah kelakuan mas Vian di belakang ku, mas Aris pun tidak menghalangiku , mungkin dia tahu aku benar benar marah saat itu.
"Dasar Gombal Mukiyo" ucapku sambil melemparkan kain keset yang ada di depan UGD ke muka mas Vian
"Methhh Methaa" Mas Vian terkejut akan kedatangan ku yang tiba tiba
Ku dekati mas Vian dan ku elus wajahnya.
"Iya sayang kenapa? kaget yah?"
"Mbak jangan gitu dong dia pacar saya" tiba tiba wanita bernama Ria itu memprotes perlakuan ku pada mas Vian
"Eittsss.. Saya istrinya , kamu cuma pacar, lebih berhak aku yah nyentuh nyentuh dia , kan dia suamiku. Kamu lagi kok mau maunya pacaran sama suami orang, gak ada laki laki lajang yang mau sama kamu?, mau aku cariin?"
"Kamu yah" ia mengangkat tangannya hendak menamparku , namun hal itu di hentikan oleh mas Aris.
__ADS_1
"Sayang sekali kamu perempuan, kalau saja kamu laki laki, mungkin sudah tinggal namamu aja yang tersangkut di dunia"
"Sudahlah lah mas biarin aja, wanita kayak gini tuh gak ada urat malunya, udah nyuri malah gak tahu diri"
"Awas aja kalau kamu sampai menyentuh adikku,akan ku buat tangan mu patah" ancam mas Aris pada wanita itu
"Buat kamu mas Vian , suami yang gak tahu malu kayak gini , gak pantas buat ku pertahanin, lagian juga kamu udah kere sekarang, mana mau aku sama laki laki kere kayak kamu mas mas"
"Oh ya tadi aku nemuin bapak kamu lagi mulung, aku ceritain semua perlakuan mu selama ini sama aku, sekarang dia nyari nyari kamu, mungkin saja dia akan membuat lehermu patah"
"Akan segera ku urus surat perceraian kita, aku yang akan nanggung biayanya, mana ada kamu uang, udah kere kan di porotin sama Linda, syukurin"
"Ayo mas pergi" ajakku pada mas Aris
"Awas aja lu nemuin adik gua lagi, gua habisin lu" ancan mas Aris pada mas Vian
Hello🤠
Author Up lagi nih hari ini🤭
Ini saja author nyuri nyuri waktu biar cerita ini tetap berlanjut🤓
Jangan Lupaaaa... mungkin para readers yang membaca novel ini dari awal sudah hafal😁
Like, Coment,Vote,and Gift biar author semangat lagi nulisnya💪
Terima kasih sudah mampir🤗
__ADS_1
I LOVE YOU ALL😍