Suamiku Penggila Wanita

Suamiku Penggila Wanita
Suamiku Penggila Wanita:03


__ADS_3

Pov Metha


Sudah seminggu berlalu,Tak sekalipun mas Vian menghubungi ku.Ingin rasanya aku menyusul ke rumah mertuaku , tapi aku takut jiwa mertuaku bersikap seperti saat aku tinggal di rumahnya dulu.


FLASHBACK ON


Saat awal awal nikah memang aku tinggal di rumah mertuaku karena tempat kerja mas Vian dekat dari sini.


Kebetulan waktu itu aku lagi sakit, jangankan untuk membersihkan rumah untuk bangun saja diriku tidak mampu, kepala yang serasa di tindih sesuatu yang berat membuat diriku hanya berbaring di ranjang.


Tiba tiba mertua ku membicarakan aku dengan mbak Ipah kakak iparku yang tempat tinggalnya berada di samping rumah mertuaku.


"Lihat si Metha Pah jam segini belum bangun, tidur aja kerjaannya, si Vian kok bisa sih ngebet banget nikah sama tuh wadon,udah pengangguran , gak mau ngurus rumah, bangun siang lagi" tutur mertua ku pada mbak Ipah dengan suara yang agak keras


"Iya loh bu, harusnya istri itu bangun pagi masak, bersih bersih, nyiapin keperluan suami, bukan malah tidur terus kayak kebo" Saut mbak Ipah yang tidak kalah membuat hatiku sakit


Ku bangunkan paksa diriku agar tidak terus terusan menjadi bahan gunjingan mereka.


Setelah ku lihat dapur betapa banyaknya cucian piring , gelas , serta alat makan dan alat masak.


"Astaghfirullah"batin ku


Ku cuci gelas terlebih dahulu kemudian di susul yang lain.Saat hampir selesai tiba tiba mertua ku datang dengan iparku.


"Sudah bangun kamu Meth" cakap mertuaku


"Sudah bu"

__ADS_1


"Sini biar ibu saja yang nyuci kamu istirahat aja"


Lihat betapa pintarnya ibu mertuaku ini bersandiwara, saat di depanku ia sangat teramat baik, tapi saat di belakang ku betapa pedas perkataannya.


"Gausah bu biar aku saja"


Setelah aku selesai mencuci segala macam perkakas dapur, ku tinggalkan mertua dan kakak iparku yang sedang mengupas buah.


"Lihat tuh Pah mana ada menantu orang kayak gitu, emang sengaja gak ku cuci semua piring itu biar dia yang cuci , salah sendiri bangun kesiangan" ucap mertua ku


"Iya tuh bu, keenakan banget udah numpang gamau ngurusin rumah"


Padahal tiap harinya aku yang selalu masak dan membersihkan rumah, hanya sekali saja aku tidak melakukan pekerjaan pun mereka menggunjing ku walaupun tahu aku sedang sakit.


Dua bulan berlalu, aku sudah tidak tahan dengan sikap mertua dan iparku, yang di depanku sangat baik tapi di belakangku hobi sekali menjelek jelekkan ku, tak ada bedanya mertuaku dengan bunglon.Aku minta pada mas Vian buat tinggal di rumah orang tuaku karena ibuku sedang sakit, setelah sedikit ku paksa mas Vian, akhirnya di menyejutui permintaanku untuk tinggal di tempat ibu sampai saat ibu meninggal.


FLASHBACK OFF


Hingga salah satu ibu bertanya padaku , dan tak lain adalah mbak Mirna.


"Ehh Metha, udah lama gak kelihatan belanja" Tanyanya


"Iya mbak masih banyak stok di rumah" jawabku


"Suami mu udah seminggu gak kelihatan tuh Meth, kemana?" Kali ini yang bertanya mbak Ifa


"Iya mbak ada kerjaan di luar kota" jawabku berbohong, aku tidak ingin urusan rumah tanggaku jadi konsumsi banyak orang.

__ADS_1


Tiba tiba Bu Surti datang


"Ehh Metha belanja juga Meth" ucapnya tiba tiba


"Iya bu"


"Si Vian lagi di desa B ya, di kontrakan tuh sama cewek cantik lagi" ucapnya lagi


Tatkala aku terkejut bukan main


'*Benarkah mas Vian berbohong padaku'


'Ahh tidak mungkin mas Vian melakukan itu, secara kita belum resmi bercerai*' Hatiku berdialog sendiri


"Yang bener bu Sur , masa sih Vian setega itu"


"Iya bu, aku gak yakin deh"


"Jangan gitu bu , kalau gak bener kan nanti jadi fitnah"


Ibu ibu menimpali dengan berbagai jawaban


"Bener kok, aku kemarin nagih utang ke rumahnya si Rohma , terus aku lewat kontrakannya si Maman tuh, nah disitu aku lihat Vian lagi sama cewek itu. Teruskan aku tanya tuh sama Rohma ngakunya sih suami istri, tau dah beneran apa nggak" Jelasnya dengan melirik ku


"Yaudah ini berapa pak" Tanyaku pada tukang sayur


"20 ribu mbak"

__ADS_1


" nih pak" Ku tinggalkan ibu ibu yang sedang bergosip tadi, hatiku sudah tidak tahan lagi, ingin segera ku tanyakan langsung pada mas Vian.


Setelah ku sampai rumah, ku hubungi mas Vian.


__ADS_2