
Setelah ibu mas Vian dan mbak Ipah lenyap dari pandangan ku.
Kulangkahkan kakiku menuju rumah mbak Vivi untuk mengambil Diva.
"Tadi siapa Meth?" tanya mbak Vivi yang sedang menggendong Arsen yang sedikit rewel.
"Ibune mas Vian mbak" jawabku seraya mengelus puncak kepala malaikat kecilku yang sedang terlelap
"Kok tumben, mau ngapain emang?"
"Mau ngambil Diva mbak"
"Udah gak ada otak kali itu orang tua, enak aja main ngambil ngambil anak orang, jangan kamu izinin deh Meth kalau Diva mau di ajak mereka, kecuali kamu ada di sisinya Diva"
"Ya pasti gak aku izinin lah mbak, orang aku hamil sendiri , lahiran sendiri tanpa di dampingi mereka"
"Gitu dong Meth, kamu harus tegas biar gak di injak injak sama orang, terutama keluarga suamimu itu, eh mantan suami maksutku"
"Gak tahulah mbak, kelakuan mereka di luar nalar manusia"
"Kenapa kamu gak bilang sama aku kalau yang datang mantan mertua mu, ya tak kirain orang ambik orderan"
"Terus kalau aku bilang yang datang mantan mertuaku mbak mau apa?"
"Ya ikut nimbrung"
"Yang jagain Diva siapa?"
"Kan bisa di gendong Metha"
"Masalahnya aku gak mau Diva mendengar perkataan perkataan buruk "
"Kalau mereka datang lagi,bilang sama mbak"
"Mau ngapain"
__ADS_1
"Kalau kamu kalah ngomong kan masih ada mbak, ya kali 2 lawan 1 haha" tawa mbak Vivi pecah
"Hus,Diva lagi tidur mbak"
"Oh ya mbak lupa"
"Aku bawa Diva pulang dulu ya mbak, makasih udah jagain Diva"
"Oke"
Setelah masuk ke dalam rumah, ku baringkan kembali Diva di tempat tidur, dan ku lanjutkan perkerjaan ku tadi.
"Gara gara mereka kerjaanku gak selesai selesai" gumamku
Sore harinya aku sudah selesai memandikan Diva, sekarang tinggal giliranku.
"Sayang mama mau mandi, Diva yang anteng yah" Ucapku pada bayi yang belum bisa ngomong itu
"Meth" teriak mas Aris dari luar
Sambil mengalungkan handuk di leherku, aku berjalan ke arah pintu dan membukanya.
"Kamu sudah selesai menghias hantaran ?"
"Belum mas, memang kenapa?"
"Ada pasar malam di kampung sebelah, rencananya aku sama mbakmu mau kesana, kalau kamu mau nanti kita kesana bareng bareng"
"Ide bagus mas, lagian hantarannya masih mau di ambil 4 hari lagi, aku ikut nanti yah ke pasar malam sekalian cuci mata mas, bosen tiap hari ngeliat orderan yang menumpuk hehe"
"Biarpun numpuk tapi itu cuan Metha, nanti habis maghrib kita berangkat"
"Oke mas" ucapku sambil mengacungkan jempol
"Diva ikut om yuk, mama kamu mau mandi"ajak mas Aris pada Diva yang sedang bermain dengan boneka melodynya.
__ADS_1
"Meth Diva tak bawa yah, nanti habis maghrib kamu langsung ke rumah aja" ucap mas Aris padaku sambil menggendong Diva
"Siap"
Aku pun melanjutkan acara mandiku, setelah selesai aku melanjutkan menghias hantaran, lumayan dapat sedikit dan lebih cepet karena Diva di bawa mas Aris.
Maghrib pun tiba, aku beranjak sholat dan setelahnya aku akan mempersiapakan bawaan buat di bawa ke pasar malam, Maklum baya anak kecil jadi bawaannya sedikit banyak seperti pampers dan botol susu.
Setelah melaksanakan sholat maghrib aku berjalan ke rumah mas Aris sambil menenteng jaket buat Diva.
"Mas Mbak ayo" terik ku di depan rumah mas Aris
"Iya Meth, kamu bawa jaketkan buat Diva ,ucap mbak Vivi yang menggendong Arsen"
"Ini mbak" ku tunjukkan jaket berwarna pink di tanganku
"Pakaiin dulu jaketnya"
"Sini mas tak pakaiin dulu jaketnya Diva" ku ambil Diva dari gendongan mas Aris.
"Rumahmu sudah di kunci Meth?" tanya mas Aris yang sedang mengunci pintu rumahnya
"Sudah mas"
"Yaudah ayo berangkat"
Setelah kurang lebih 30 menit berjalan akhirnya sampai juga di pasar malam.
Saat aku hendak membeli minuman , tak sengaja mataku melihat seseorang.
Holla 👋
Maafin author sudah beberapa hari belakangan gak up cerita karena ada sesuatu hal yang terjadi pada keluarga author.
Terima kasih sudah mau menunggu author kembali up cerita ini😚
__ADS_1
Jangan lupa Like&Coment🙂
I LOVE YOU ALL😍