Suamiku Penggila Wanita

Suamiku Penggila Wanita
Suamiku Penggila Wanita : 17


__ADS_3

Berbulan bulan setelahnya, aku sudah resmi menjadi janda yang di karuniai seorang bayi perempuan yang sangat manis.Hanya dia yang menjadi alasanku untuk tetap bertahan dan berjuang membesarkannya sendirian.Hari hariku di penuhi dengan pekerjaan yang amat melelahkan, sedari pagi aku harus mengurus Diva putri kecilku, dan dari siang hingga malam aku harus berkutat dengan orderan pembeli yang lumayan banyak, tapi rasa lelah itu hilang saat melihat bayi mungilku.


Satu hari itu tiba tiba Diva badannya panas, segera ku panggil mbak Vivi untuk meminta bantuannya agar mengantarkan ku ke rumah bu bidan.


"Mbak Mbak" ku panggil panggil mbak Vivi sambil ku ketok pintunya


"Kenapa Meth?" mbak Vivi keluar sambil menggendong Arsen


"Ini mbak,Diva badannya panas"


"Udah kamu kompres?"


"Udah mbak, tapi panasnya gak turun"


"Kamu jangan panik, ayo tak antar ke bidan" ucap mbak Vivi masuk ke dalam rumahnya untuk mengambil sepeda motor.


"Ayo Meth.naik"


"Iya mbak"


Tak seberapa lama akhirnya sampai di tempat bidan, karena memang rumahnya yang tak terlalu jauh.


"Kenapa mbak Metha?" tanya bu bidan


"Diva badannya panas gak turun turun bu"


"Tak periksa dulu yah, baringkan disini"


"Gimana bu?"tanyaku pada bu bidan


"Kamu gak perlu khawatir Meth, Diva demam karena dia mau flu, kamu tahu kan perubahan cuaca yang kayak gini bisa membuat orang flu"


"Jadi dia gak papa bu?"


"Gak papa kok, ini obatnya, kamu lihat yah aturan pakainya"

__ADS_1


"Iya bu, terima kasih"


Setelah memeriksakan Diva ke bidan, aku dan mba Vivi pulang ke rumah.


"Makasih ya mbak"


"Iya gak papa, kalau ada perlu bilang aja sama mbak"


"Iya mbak"


"Ya sudah sana kamu kasih obat Diva biar demamnya turun, ayo tak bantu"


Diva memang sedikit rewel kalau di kasih minum obat , harus dua orang, yang satu memegangi tangan Diva dan yang satu menyuapkan obat ke mulut Diva.


Selepas meminum obat Diva sedikit tidak rewel, sampai akhirnya dia tertidur.


"Akhirnya tidur juga kamu nak"


Ku baringkan Diva di tempat tidurnya.Aku harus membersihkan rumah dan mengemas pesanan online shopku.


"Banyak pesanan Meth?" tanya mbak Vivi


"Sudah kamu packing berapa?"


"Belum 1 pun mbak, Diva bener bener gak bisa di tinggal"


"Ya sudah ayo tak bantu, biar kalau Diva bangun kamu gak ke repotan harus ngurusin orderan sama gendong Diva"


"Iya mbak"


Tiba tiba HP ku berbunyi


Reno


"Mbak bisa bikin hantaran pernikahan gak?"

__ADS_1


"Bisa Ren?"


"Kalau begitu aku mau mbak yang bikin hantaran pernikahan ku, soal box sama isinya itu terserah mbak, tapi untuk make up merk Ward*h yah mbak, untuk ukuran bajunya ukuran L mbak"


"Untuk tanggal berapa Ren?"


"Tanggal 6 Februari mbak, masih 2 minggu lagi"


"Iya bisa bisa Ren"


"Nanti sore aku ke rumah mbak, buat bayar DPnya, untuk kurangnya nanti mbak bilang yah"


"Siap"


Aku memang tidak memilih milih pekerjaan, selagi aku bisa dan menghasilkan uang itu pasti ku lakukan.


"Dari siapa Meth?" tanya mbak Vivi


"Reno mbak"


"Mau apa memang?"


"Mau buat hantaran, mau nikah dia"


"Ohh kamu terima?"


"Ya iyalah mbak, sayang kan kalau di tolak"


"Kalau gitu nanti aku yang momong Diva, biar dia gak ngerecokin kamu"


"Ahh makasih mbak, mbak memang kakak ipar terbaik" ku peluk mbak Vivi. Sering kali orang orang menganggap iparnya sebagai musuh, tapi mbak Vivi tidak pernah seperti itu, dia selalu ada saat aku membutuhkan bantuannya.


Yuhu Readers😚


Jangan lupa Like, Coment,and Gift😊

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir😇


I LOVE YOU ALL🔥


__ADS_2