
"Yang ini kan tas kita, kenapa ada di luar?" tanya Linda heran
"Ayo kuta tanya sama pak Maman"
Setelah sampai di rumah pak Maman, tiba tiba ia keluar dari rumah sebelum kami mengetuk pintu.
"Kalian sudah datang" ucapnya
"Kenapa tas kami ada di luar pak, kita kan sudah bayar" tanyaku
"Mulai sekarang kalian jangan tinggal disini, karena kalian bukan suami istri,kenapa kalian ngakunya suami istri, saya gak mau di tuduh orang orang ngasih tempat sama pasangan kumpul kebo kayak kalian"
"Dan kamu"tunjuknya padaku
"Bukannya kamu punya istri yang saat ini sedang hamil?"
"Nggak kok pak, saya gak punya istri" elakku
"Jangan berbohong, tadi kakaknya istrimu cari kamu kesini, dia bilang kamu meninggalkan istrimu yang sedang hamil hanya untuk kumpul kebo sama cewek ini" tunjuknya pada Linda
"Mending kalian pergi dari kontrakan ku sekarang, ini uang kontrakmu sebulan"
"Yaudah yuk Yang kita pergi" ajak Linda padaku
Setelah mengambil tas tas kami, ternyata Linda memesan taxi online, segera ku masukkan juga tas ku.
"Ehh mau ngapain kamu Yang?" tanya Linda
"Ya pergi lah sama kamu"
"Gak gak gak, aku mau pulang ke rumah orang tuaku, gak mungkin kan aku ajak kamu ke rumah"
"Terus aku gimana"
"Gak tahu lah Yang, kamu pikir sendiri"
"Udah yah Yang , bye bye" ucapnya sambil mencium pipiku
Sepeninggal taxi yang membawa Linda,aku menggendong tas ransel milikku itu dan berjalan tanpa arah.
__ADS_1
"Mendung nih, mau kemana gua kalau gini" gumamku
"Ke rumah Metha ajah deh, kemarin kan waktu gua ninggalin dia, dia mohon mohon gak mau gua ceraiin, kalau gua datang kesana pasti di terima lagi"
Setelah sampai disana,ternyata pupus sudah harapan ku, Metha tak mau menerima ku lagi, terpaksa aku harus pulang ke rumah.
END.
Pov Metha
"Mbak Mbak Vivi" ucapku sambil mengetuk pintu rumah mbak Vivi.
"Apa Meth?" ternyata yang keluar itu mas Aris
"Emm anu mas, aku mau ngurus perceraian ku sama mas Vian, aku mau nitip uang paket sama mbak Vivi"
"Ohh, kamu di antar siapa?"
"Aku naik ojek mas"
"Ehhh Metha, ada apa?" tiba tiba mbak Vivi muncul di belakang mas Aris sambil menggendong Arsen
"Kamu mau kemana?" tanyanya lagi
"Mau ngurus perceraian ku sama mas Vian mbak"
"Ngajak siapa?"
"Aku naik ojek aja"
"Mending kamu di antar mas mu"
"Gak deh mbak, mas Aris kan harus kerja"
"Aku bisa izin kok Meth, lagian aku cuma satu hari izin kerja, kamu juga lagi hamil, mending ada yang jagain"
"Yaudah deh mas"
"Kalau gitu aku mandi dulu"ucapnya seraya meninggalkan ku dan mbak Vivi
__ADS_1
"Masuk dulu Meth, pamali wanita hamil berdiri di tengah pintu"
Setelah masuk ke dalam rumah mbak Vivi, ku dudukkan bokong ku di atas sofa.
"Kamu udah makan?"
"Udah kok mbak, tadi sarapan roti"
"Kok sarapan roti, mana kenyang Meth"
"Kenyang kok mbak, aku belakangan ini lagi males makan"
"Kamu ini, gak kasian sama anak kamu , tiap hari di kasih makan roti"
"Anakku kan keturunan barat mbak, makannya ya roti" tutur ku di timpali tawa mbaj Vivi
"Ayo Meth"ajak mas Aris yabg sudah siap dengan swtelah celana jeans dan jaket adinda gambar daun singkong tiga ( kata emaknya ce Esih)
"Kamu udah bawa uang mas" tanga mbak Vivi pada suaminya
"Udah dek, ayo Meth"
"Ayo mas" jawabku
"Yaudah, nanti ajak makan Metha ,jangan mau kalau di ajak beli roti sama dia, ajak makan di RM padang atau apalah terserah , kamu jangan makan roti mulu Meth" tuturnya pada kami berdua
"Iya" jawabku dan mas Aris bersamaan
"Berangkat dulu mbak"
"Iya hati hati"
Setelah aku dan mas Aris berada di jalan raya,kulihat orang yang aku kenal sedang membawa karung memunguti botol botol sampah.
**Kira kira siapa dia?
Hmm author jadi penasaran😃
Jangan lupa Like,Coment,and Vote gengs😎
__ADS_1
I LOVE YOU ALL😘**