Suamiku Penggila Wanita

Suamiku Penggila Wanita
Suamiku Penggila Wanita : 12


__ADS_3

"Nduk"


"Ndukk" tangannya sambil melambai lambai di hadapanku


"Ehh, iya pak"


"Kamu ngelamunin apa?"


"Gak papa kok pak"


"Gak mau tambah lagi pak?"


"Gak wes nduk, sudah kenyang, nanti begah kalau kebanyakan"


"Ya sudah pak saya mau pamit dulu"


"Nduk, bapak boleh minta sesuatu?"


"Memang bapak mau minta apa , bungkus nasi, kalau bungkus nasi gak papa pak, mas Aris lagi banyak uang "


Tiba tiba kepalaku di toyor oleh mas Aris.


"Ihh apa sih mas, main toyor aja"


"Kamu ini, orang tua belum selesai ngomong, kamu nyerocos aja"


"Hehe, maaf, memang bapak mau minta apa?" tanyaku lagi


"Kamu jangan urus perceraian dulu yah, biar bapak cari Vian, nanti kalau sudah ketemu tak bawa ke rumahmu"


"Tapi saya sudah gak betah sama kelakuan mas Vian pak" ucapku sambil menunduk


"Bapak mohon nduk, kamu mau anak mu lahir tanpa ayah?"


"Sebenarnya saya gak mau pak, tapi mas Vian sudah kelewat batas"

__ADS_1


"Bapak janji akan temuin Vian, nanti bapak yang akan beru dia pelajaran"


"Kamu jangan urus dulu yah, bapak mohon"


"Gimana mas" tanyaku pada mas Aris yang sedari tadi hanya menyimak pembicaraanku sama bapak mertuaku


"Terserah kamu Meth, ini hidup kamu, tapi kalau mas sudah gak yakin kalau Vian bakal berubah"


"Nak Aris, tolong beri bapak kesempatan, bapak mau saat bapak tiada nanti anak anak bapak memiliki keluarga yang harmonis"


"Kalau saya terserah Metha pak, dia yang menjalani , saya tidak bisa iku campur terlalu dalam , meskipun dia adik saya, tugas saya hanya mengarahkan dia ke jalan yang benar aja pak"


"Gimana Meth, apa keputusanmu?" tanya mas Aris padaku


"Ya sudah deh mas, aku kasih waktu 1 bulan, kalau dalam 1 bulan dia belum kembali dan kelakuannya masih tetap sama, aku bakal langsung urus surat cerai"


"Terima kasih nduk, bapak bakal temuin Vian secepatnya"


"Ya sudah pak, aku mau balik pulang dulu" ucapku sambil bersalaman dengan mertua laki lakiku yang sifat 180° berbeda dengan ibu mertuaku.


"Iya pak , sama sama"


"Assalamualaikum" ucapku dan mas Aris bersamaan


"Waalaikumsalam"


Setelah beberapa meter dari tempat bapak berdiri mas Aris bertanya.


"Kenapa kamu mau Meth, Vian udah ninggalin kamu seenaknya jidatnya , laki laki kayak gitu gak pantas di pertahanin"


"Semua manusia juga punya salah mas, aku cuma mau ngasih sedikit waktu sama mas Vian , siapa tahu dia bisa berubah"


"Terserah kamu Meth,aku dan mbakmu cuma bisa mengarahkan "


"Iya mas, makasih udah perhatiin aku"

__ADS_1


"Kamu ini kayak sama siapa aja",ucapnya sambil mengacak ngacak rambutku


"Ihh mas,jangan di acak acak dong, nanti adik mu ini gak kelihatan cantik lagi" sambil ku muncung kan bibirku


"Gausah muncung muncung bibirmu itu, mau ku karetin?, lagian gak ada yang bisa nandingi kecantikan adik mas satu satunya"


"Idihhh, tumben mas muji aku"


"Bosen mas dari dulu ngejek kamu terus haha" tawanya


"Udah yuk pulang" ajak mas Aris


"Beliin Ice cream dulu"


"Duh Meth, kamu dari dulu gak pernah berubah, sejak masih gadis ting ting sampai udah tekdung gini masih aja demen makan ice cream"


"Bodo, pokoknya beliin aku ice cream"


"Iya iya, udah ayo pulang,panas nih"


"Janji yah" sambil ku sodorkan jari kelingkingku


"Apaan sih pake ginian segala"


"Janji dulu mas"


"Iya" di balasnya jari kelingking ku tadi


Uhh, Double Up nih.


Awas aja gak pada Like,Coment,and Vote


I LOVE YOU ALL🤗


Miss Phy😎

__ADS_1


__ADS_2