
Setelah sampai di lapak penjual sosis tadi
"Berapa mbak?" tanyaku pada penjual
"47 ribu mbak"
Ku serahkan uang pecahan 50 ribu
"Terima kasih" ucap mbak penjual sosis sambil menyerahkan kantong kresek berisi sosis bakar dan kentang serta uang kembalian.
Ku tuntun Arsen dengan tangan kananku sedangkan tangan kiri ku memegang makanan tadi.
"Dari mana aja kamu Meth, beli sosis bakar aja lama banget, Diva dari tadi nangis terus" tutur mbak Vivi panjang lebar
"Antri mbak"
Ku ambil Diva dari gendongan mbak Vivi.
"Aduh princess mama kangen ya" ucapku sambil menimang Diva
"Mbak yang punya arsen polosan, yang dua buat mbak Vivi sama mas Aris, aku tadi pesan kentang aja, kalau kalian mau gapapa makan aja" celetuk ku
"Bilang makasih sama tante Metha" suruh mbak Vivi pada Arsen
"Acihh" ucap Arsen menggemaskan
"Sama sama ponakan tante yang gembul" sautku sambil menoel pipinya
"Udah jam setengah sembilan, ayo pulang kasian Diva ngantuk banget kayaknya, Arsen juga lagi flu, tambah malam tambah dingin" ajak mas Aris
"Bawain tas ku dong mas" pintaku
"Aku gendong Arsen , biar nanti di bawain mbakmu"
"Oke"
Mas Aris jalan duluan di depan kami, Diva pun sudah tertidur dalam gendongan ku.
__ADS_1
"Mbak"
"Apa?"
"Tadi aku ketemu mas Vian loh"
"Dimana?"
"Pasar malam tadi,sama cewek dia" ku ceritakan semua yang ku alami tadi pada mbak Vivi.
"Oh tadi kamu lama banget ngintilin Vian" ucap mbak Vivi keras
"Sstt jangan keras keras nanti mas Vian denger"
"Ups lupa aku hehe" ucapnya sambil menutup mulut dengan salah satu tangannya.
"Mbak tahu lapak yang jual baju"
"Ya tahu Meth, tapi yang mana kan gak cuma satu yang jual baju" potong mbak Vivi
"Lanjutin" suruhnya sambil menggigit sosis bakar yang ku belikan tadi
"Enak mbak?"
"Enak, mau?"
Aku hanya menganggukkan kepala,
Ku gigit sosis bakar yang bermandikan saos dan mayonaise yang di suapkan mbak Vivi.
"Wahh, nanti kalau kesana aku beli lagi deh"
"Jangan banyak babibu Metha, cepet lanjutin ceritamu, mbak sudah kepo ini"
"Oh lupa aku, sampai mana tadi?"
"Lapak baju"
__ADS_1
"Ya, lapak baju yang sebelahnya pancingan ikan ituloh mbak"
"Oh yaya"
"Tau?"
Ia hanya menggangguk
"Tadi aku di tuduh maling sama si penjaga lapak itu"
"Memang kamu ngapain sampai di tuduh nyuri"
"Jadi detektif mbak"
"Jangan bilang kalau kamu nguntit Vian lagi Metha"
"Nah tuh mbak tahu"
"Metha metha, dia udah mantan suami, inget mantan suami" ucapnya sambil menekankan mantan suami.
"Hanya untuk memenuhi keingintahuan ku mbak, dari pada nanti malam aku gak bisa tidur, berabe dong"
"Kalau udah ngantuk pasti tidur Meth, kalau gak ngantuk gak bakalan bisa tidur meskipun kamu kasih lem di mata mu"
"Eh iya, kamu di kasih uang sama Vian buat Diva, kalau suami istri masih bisa cerai, kalau orang tua anak mana bisa"
"Mana gablek dia, orang ngajak ceweknya aja ke pasar malem, dulu aku waktu masih pacaran aja gak pernah di ajak ke pasar malem, pasti ke wisata lain yang lagi hits"
"Memang gitu ya Meth , laki laki kalau ninggalin istrinya demi wanita lain gak bakalan enak hidupnya"
WallaaðŸ¤
Jangan lupa Like & Coment yess🤓
Terima kasih sudah mampir😇
I LOVE YOU ALL💋
__ADS_1