
Setelah sampai kantor,segera ku temui bosku yang berada di ruangannya
Tok Tok Tok
"Silahkan masuk" terdengar sahutan dari dalam
"Permisi pak, ada perlu apa?" tanyaku
"Silahkan duduk"
"Baik, terima kasih pak"
"Kamu tahu untuk apa saya panggil kamu kesini?"
"Tidak tahu pak" Jawabku seadanya, karena aku memang tidak tahu kenapa si Bos manggil aku ke kantor.
"Uang perusahaan defisit"
"Kamu tahu kenapa?"
"Ti ti dak pak" jawabku gugup
'mampus gua, kalau ketahuan gua yang korupsi bisa di pecat gua' batinku
"Yakin kamu tidak tahu?"
"Benar pak, saya tidak tahu" jawabku menunduk
"Karena ada yang korupsi uang perusahaan, dan kamu adalah yang saya curigai" tegasnya
"Mana mungkin saya yang korupsi, saya tidak akan melakukan hal itu"
"Saya sudah memiliki bukti, jadi sekarang kamu saya pecat, dan kamu harus mengembalikan uang yang kamu ambil, kalau tidak kamu akan saya laporkan pada pihak berwajib"
"Saya minta maaf pak, tolong saya jangan di pecat, mau makan apa keluarga saya , kalau saya tidak bekerja"
"Kalau kamu bekerja dengan jujur ,saya tidak akan memecatmu, ini ada konsekuensi kamu telah mengambil uang perusahaan ini, jadi sekarang mending kamu pergi dari sini, atau saya panggilkan satpam" ancamnya.
__ADS_1
"Baik pak, saya mohon undur diri" ucapku lemah.
Setelah keluar dari kantor, tiba tiba ada yang berada di dekat motorku, saat aku mendekatinya, ternyata Linda.
"Kamu kok disini ngapain?"
"Yang, aku butuh uang buat bayar hutang sama Siska"
"Emang kamu hutang apa?"
"Uang arisan yang, kemarin Siska yang dapet, jadi pinjam uang dia, tadi aku di tagih sama dia, dia ke rumah marah marah , jadi aku janjiin kalau aku sudah dapat uang dari kamu Yang"
"Untuk apa kamu , hutang buat apa?"
"Ya buat belanja, baju baju dong Yang,terus ke salon, biar kamu betah sama aku" tuturnya sambil menggelendot di tanganku
"Emang berapa hutangmu?"
"30 juta"
"Kamu g*la ya, dapat dari mana aku uang segitu"
"Aku barusan di pecat Linda"
"APA, KAMU DI PECAT, KENAPA?"
"Aku ketahuan korupsi"
"Aduhh gimana dong mas, aku harus bayar hutang sama Siska"
"Kamu ini gak tahu apa aku lagi pusing, malah kamu datang minta uang, mana banyak lagi"
"Oh ya mas, tadi Aris ke kontrakan , nyariin kamu" ucapnya tiba tiba
"Terus kamu bilang apa sama dia?"
"Aku bilang aja, kalau kamu keluar kota"
__ADS_1
'Apalagi sih ini, masalah satu belum kelar ada lagi masalah yang lain, punya dosa apa gua'
"Udah yuk mas, kita bicara di rumah aja"lanjutnya
"Yaudah,ayok"
Setelah sampai rumah, aku dan Linda duduk di ruang tamu dan mencari jalan keluar buat kita berdua.
"Aku ada ide deh Yang, supaya aku bisa lunasin hutangku sama Siska"
"Apaan emang?"
"Kamu jual aja motormu, harga motormu kan lumayan Yang, sisanya buat kita shopping"
"Kamu ini gak ada otak apa gimana, kalau aku jual motorku, aku cari kerja naik apa hah"
Aku gak habis pikir dengan ide Linda, bisa bisanya dia mau aku menjual motorku, yang ku beli dengan susah payah.
"Kita beli motor second lah Yang, meskipun gak bagus yang penting bisa kamu buat kerja"
"Aku pikir pikir dulu deh"
"Yaudah kalau kamu gak mau, aku pergi aja dari kamu, ngapain aku sama orang yang gak mau susah sama aku, maunya senangnya doang"
"Baiklah baiklah , aku akan jual motorku"
Masalah jual motor dan pelunasan hutang Linda selesai, saat aku dan Linda pulang dari rumah Siska, tiba tiba ku lihat tas tas kami ada di depan pintu kontrakan.
"Loh Yang apa itu yang ada di depan pintu"tanya Linda
"Mana aku tahu, ayo kita lihat"
**Hmm apa yah kira kira isi tas itu,
Readers ada yang bisa nebak?
Terima kasih, sudah mampir disini😉
__ADS_1
Jangan lupa Like,Coment,and Vote gengs😘
I LOVE YOU ALL😍**