Suamiku Tajir & Arogan (Season 2)

Suamiku Tajir & Arogan (Season 2)
BAB 26


__ADS_3

Rafael mengejar istrinya ke kamar. "Kau ingin kemana sayang, aku belum selesai menjelaskan." kata Rafael.


"Jangan macam macam Raf, ini kamar Huda. Dan dibawah masih ada tamu. Kau gila jika melakukan ini disini." ujar Delia.


"Kamar ini kedap suara sayang, kau harus tahu Huda sering membawa teman ranjangnya kemari." jawab Rafael.


"Kamar Huda sayang, apapun yang ia lakukan tidak masalah. Tapi kita...Ya ampun Raf, kau berotak mesum." kata Delia.


Rafael semakin mendekati istrinya. "Sayang... Tidak disini." ujar Delia lagi.


Rafael menarik pinggang Delia hingga menempelkannya di tubuh Rafael. "Apa kau tidak merasakan kerinduanku?" tanya Rafael.


Delia sudah merasakannya. Nafasnya mulai tercekat saat tubuhnya merasakan sesuatu pada Rafael yang mulai menuntut. "Aku juga merindukanmu. Tapi tidak sopan disini sayang." jawab Delia.


Rafael mulai mengelus Delia. "Aku tak sanggup menunggu lagi." Ia menarik istrinya dan mulai menciumnya. Dan di kamar itulah keduanya kembali melakukan hubungan suami istri.


Setelah selesai Rafael memeluk istrinya. "Aku mencintaimu sayang, now and forever." ujar Rafael.


"Aku juga mencintaimu suamiku." jawab Delia, ia masih mengatur nafasnya yang sangat lelah.


Rafael membiarkan Delia tidur disampingnya. "Tidurlah beberapa jam, lalu kita akan kembali ke rumah." perintah Rafael.


"Aku masih ingin berbicara banyak hal denganmu Raf." ujar Delia.


"Aku akan menjawab apapun pertanyaanmu sayang." jawab Rafael.


"Apa kau yakin tidak memiliki perasaan apapun kepada Gloria? Wanita itu dekat sekali denganmu, kau menangani masalah pekerjaan berbulan bulan bersamanya kan?" tanya Delia.


"Ya Tuhan sayang, aku sama sekali tak memiliki perasaan apapun padanya. Sumpah demi Tuhan, hatiku hanya ada kau dan anak anak. Aku mungkin terkenal kaya dan arogan, tapi soal cinta cukup hanya ada satu wanita saja. Sudahlah lupakan semua itu sayang, tidak penting untuk rumah tangga kita." ujar Rafael.


"Maafkan aku sayang, aku hanya ingin meyakinkan hatiku kembali. Saat itu rasa sakit luar biasa yang aku rasakan. Bagaimanapun kau menciumnya Raf." jawab Delia.


Rafael mengeratkan pelukannya. "Kau boleh menghukumku dengan apapun sayang, tapi jangan pernah mencoba tinggalkan aku. Sampai kapanpun aku takkan pernah melepaskanmu dan anak anak. Kalian adalah nafas dalam hidupku." ujar Rafael. "Sebentar lagi masalah kita selesai sayang, aku ingin kita kembali seperti dulu lagi. Hidup sampai akhir hayat kita dan membesarkan anak anak kita. Sekarang kau tidurlah, percayalah padaku sayang." sambungnya sambil mengecup puncak kepalanya.

__ADS_1


Delia mengangguk dan memejamkan matanya di pelukan Rafael.


 *****


Helena sangat ingin mengatakan semuanya pada Firdaus, ia tidak ingin anak kandungnya masuk dalam penjara. Namun jika ia melakukan ini, sama saja ia melawan suaminya dan akan membuat Firdaus semakin manja. Entah apa yang merasuki putra kandungnya itu, Rafael sudah menerimanya dengan kasih sayang yang banyak. Tapi mengapa ia mengkhianati kepercayaan keluarga Widjaja.


Apa ini karena kesalahanku dulu, mengajarinya membalaskan dendamku pada keluarga Widjaja? Tapi aku sudah menjelaskan padanya sebelum aku mengirimnya ke Amerika, bahwa sudah tidak ada pembalasan dendam lagi. Kita sudah seperti keluarga sungguhan. Dan Widjaja sangat menyayanginya.


Tiap malam Helena selalu menyalahkan dirinya sendiri. Ia benar benar sangat bingung harus berbuat apa pada putra kandungnya itu.


"Kembali insomia ma?" tanya Hartanto.


Helena mengangguk. "Apa yang harus aku lakukan pi?" tanyanya.


"Aku sudah mengatakannya padamu, serahkan semuanya pada Rafael ma. Kau tahu Rafael tidak akan melepaskannya." jawab Hartanto.


"Aku tahu pi, tapi kau tahu bagaimanapun ia anak kandungku satu satunya." ujar Helena sedih.


"Jika kau benar benar menyayanginya, kau tentu tahu penjara akan memberinya efek jera. Kita harus mendidiknya agar menjadi lebih baik ma, Rafael akan melepaskannya jika ia sudah mendapat pelajaran yang berharga. Dan aku takkan mengubah surat wasiatku. Bagiannya tetap akan aku berikan ma." ujar Hartanto lagi.


Hartanto memeluk Helena. "Bukan karena aku saja ma, Rafael terlahir dari wanita yang sangat aku cintai, ia sangat hebat. Dan Rafael juga dididik olehmu ma, kau lupa Rafael masih berumur belasan tahun saat itu. Kau juga membantu dibalik kesuksesan Rafael." jawab Hartanto.


"Kau selalu membuatku senang pi, terima kasih. Aku sekarang yakin menyerahkan semua ini pada Rafael." jawab Helena.


"Sekarang tidurlah, ada saatnya kita memikirkan masalah dan ada juga saatnya kita beristirahat." perintah Hartanto.


Helena mengangguk dan mengikuti perintah suaminya untuk tidur.


 *****


Delia terbangun dari tidurnya. Ia sudah kembali ke rumah setelah suaminya mengantarkannya pulang semalam. Delia kembali teringat malam panas di ranjang Huda. Rafael memang tak pernah berubah, ia selalu bisa memuaskan Delia. Delia tersenyum sendiri dan masuk ke kamar mandinya.


Hari ini adalah hari libur ia kuliah, ia sangat senang bisa menghabiskan waktunya bersama anak anak, andai saja Rafael ada bersama mereka hari ini. Pasti anak anak akan semakin senang. Delia memakai baju santainya dan turun kebawah.

__ADS_1


"Morning istriku. Sudah bangun?" sapa Rafael.


Delia terkesiap. "Raf, kau disini?" Ia langsung memeluk Rafael.


"Aku disini dari semalam sayang, aku tidak meninggalkanmu. Kau terbiasa jika sudah tidur lupa sekitarmu. Aku menggendongmu dari dalam mobil sampai ke kamar tapi kau tak bergeming." ujar Rafael.


"Kau kan tahu, aku memang seperti itu sejak dulu." jawab Delia.


"Aku sangat tahu sayang. Jadi aku takkan membiarkanmu tidur di luar. Aku takut ada pria yang melakukan kejahatan padamu. Tapi kau tidak tahu." kata Rafael.


"Tentu saja itu tidak mungkin tuan Widjaja. Kau mengawasiku 24 jam sehari." Delia terkekeh.


"Aku hanya menjadi suami siaga sayang." kilah Rafael.


"Dimana anak anak, ibu dan ayah?" tanya Delia.


"Anak anak tahu ini hari libur, jadi mereka belum bangun. Ibu di dapur bersama pembantu. Dan ayah di taman berolahraga." jawab Rafael.


"Lalu apa yang kau lakukan?" tanya Delia lagi.


Rafael menarik Delia hingga terjatuh dipangkuannya. "Menunggu istriku bangun." jawabnya.


"Raf nanti ayah dan ibu melihat." ujar Delia.


"Memang kenapa? Kita suami istri sayang. Aku ingin melucuti kaosmu disini." goda Rafael.


Delia seketika bangkit dari pangkuan Rafael. "Kau pria jelek dan sangat mesum." Delia menjulurkan lidahnya dan berlari ke kamar anak anak.


Rafael hanya tertawa melihat tingkah istrinya. Wanita itu selalu membuatnya bahagia. Lalu ia menyusul ke kamar anak anak.


 *****


Selamat Malam Minggu Guys...

__ADS_1


Jika kalian membaca di hari lain, selamat beraktifitas.


Happy Reading All...😘


__ADS_2