Suamiku Tajir & Arogan (Season 2)

Suamiku Tajir & Arogan (Season 2)
BAB 32


__ADS_3

Seminggu kemudian, Rafael mengajak Tyar bertemu pimpinan PT. Mega Jaya, ia ingin Tyar melihat ekspresi wajah Andre saat Rafael membuatnya malu dan tak berkutik.


"Aku tidak ada hubungan dengan perusahaanmu, kau yakin mengajakku kesana?" tanya Tyar.


Rafael mengangguk. "Apa kau tidak ingin melihat wajahnya?"


"Jika aku bertemu dengannya justru aku ingin menghajar wajahnya Raf." jawab Tyar.


"Aku harap kau bisa menahannya Tyar, jangan mengotori tanganmu dengan manusia kotor. Kita hanya perlu memberinya pelajaran hari ini. Kemarin ia menolak harga yang aku pinta. Tapi kita akan lihat, apa ia bisa menolak setelah aku berhadapan langsung dengannya." Rafael menjelaskan.


"Aku ikut saja denganmu Raf, jika Huda tahu kita melakukan ini tanpanya. Ia akan cemberut selama sebulan." ujar Tyar.


Rafael terkekeh. "Kau kira aku tak mengajaknya. Ia sudah menunggu kita di hotel Carriot."


"Sialan, aku ketinggalan informasi." Tyar kesal.


"Kita bertiga akan menghadapinya. Kau ingin tahu info baru? Andre bersama wanita yang aku bayar semalam untuk menggodanya." Rafael memberitahu dan tertawa.


"Brengsek, pria itu tak pernah berubah." bentak Tyar.


"Itulah keuntungan kita Tyar. Ia hanya takut pada istrinya. Kita akan menangkap basah ia di kamar hotel dan terpaksa menandatangani ini." Rafael menunjukkan dokumennya.


"Kau memang pria yang sangat menakutkan." ejek Tyar. "Jika kata istrimu kau pria arogan dan mesum." Tyar terkekeh.


"Jangan menyebut nama istriku, aku tiba tiba merindukannya." jawab Tyar.


Tyar pura pura mual untuk meledek Rafael. Mereka akhirnya sampai di hotel Carriot. Huda sudah menunggunya di lobi hotel.


"Ini akan sangat seru, menangkap basah kucing garong yang kaya." ujar Huda terkekeh. "Jika Rafael tak memberitahuku, aku akan membunuhmu Tyar." sambungnya.


"Kenapa aku?" tanya Tyar.

__ADS_1


"Karena aku tak berani melawan tuan Widjaja." candanya.


"Sialan, jadi kau berani melawanku?" ujar Tyar.


"Tentu saja, kartu busukmu ada padaku. Aku akan mengatakan pada istrimu jika kau macam macam." jawab Huda.


Tyar menendang kaki Huda, Rafael hanya terkekeh melihat keduanya. Mereka menuju pintu lift ke lantai 13. Sampai di depan pintu kamar 987. Rafael mengetuk pintu itu.


Wanita bayaran Rafael membukanya, tanpa diminta ketiganya menerobos masuk dan melihat adegan luar biasa. Andre tidur di ranjang hotel itu, dibalik selimutnya mereka yakin tak mengenakan sehelai bajupun.


"Apa yang kalian lakukan? Pak Rafael Widjaja. Bagaimana anda bisa tahu keberadaanku?" ujarnya terkejut.


"Pakailah bajumu, aku tak ingin berdebat saat kau telanjang." jawab Rafael sambil menunggu di luar kamar. "Nona kau boleh pergi sekarang, ini urusanku dengan pria hidung belang itu." pinta Rafael.


Beberapa menit kemudian Andre keluar, wajahnya yang keras tiba tiba memucat. "Kira kira apakah istrimu senang jika mengetahui ini?"


"Tolong jangan lakukan itu pak, aku bukannya tidak menyetujui permintaan anda tapi 10 kali lipat itu akan membuatku bangkrut." ujar Andre.


Rafael terkekeh. "Apa kau lebih memilih kehilangan istrimu daripada hartamu?"


"Apa kau pernah mendengar Rafael Widjaja bernegosiasi dan kalah?" tanya Rafael Arogan. Andre hanya menunduk. "Kau ingat tidak pria ini?" Rafael menunjuk Tyar.


Andre menatap Tyar dan menggeleng. "Aku tidak ingat."


"Apa perlu aku ingatkan dengan memukul kepalamu dengan botol. Itulah yang kau lakukan belasan tahun yang lalu padaku." ujar Tyar.


"Kau melukai temanku dan membuatnya di pecat, kau melakukan pelecehan pada pelayan bar. Ciiiihhh...aku jijik pada cerita itu." sambung Huda.


Andre membelalakkan matanya. Ia mengingat saat kejadian itu terjadi.


"Sepertinya kau mulai ingat brengsek. Cepat tanda tangani kontrak Rafael, dan berlututlah di depanku atas kesalahanmu." ujar Tyar lagi.

__ADS_1


"Ampuni aku pak Rafael. Aku akan menandatangani kontrak dengan 5 kali lipat, aku juga akan meminta maaf pada anda." Andre memohon.


Rafael melemparkan dokumen pada Andre. "Kau lihatlah baik baik pak Andre, kau menggelapkan uang pajak perusahaanmu sendiri. Kau lakukan itu untuk bersenang senang dengan wanita. Aku bisa saja membuatmu tak memiliki apapun. Tapi aku hanya menawarkan 10 kali lipat saja. Aku sama sekali tak berniat membeli dan menghancurkan perusahaanmu. Karena aku memikirkan anak dan istrimu." ujar Rafael.


Andre bergetar, dan membuka dokumen kontraknya, ia segera menandatangi kontrak itu tanpa membacanya lagi karena takut. Lalu ia memohon pengampunan pada Tyar.


"Sudah cukup. Aku akan mengawasimu 24 jam, jadi kau tidak bisa macam macam. Sekarang pergilah." perintah Rafael.


Andre terburu buru keluar dari kamar hotel. "Apa kau bisa mencari alamat wanita pelayan bar itu Tyar?" tanya Rafael.


"Maksudmu Lala? tentu saja aku tahu." jawab Tyar.


"Setelah uang di transfer dari PT. Mega Jaya, segera berikan 20% pada Lala. Suruh ia bangun usahanya sendiri dan lupakan masa lalu. Dan selebihnya kalian berdua kelola, aku hanya butuh 10 Miliarku kembali, aku tak ingin memakan uang Andre. Uangku sudah cukup banyak." ujar Rafael.


Tyar dan Huda terkejut dengan permintaan Rafael. Pria ini memikirkan orang orang yang membutuhkan, ia melakukan cara cara ekstrim untuk membantu orang yang pernah disakiti.


"Mengapa ada pria berhati malaikat sepertimu Raf. Kami sangat senang memiliki sahabat sepertimu." ujar Tyar.


"Kau mulai lagi berlebihan. Aku masih membutuhkan kalian saat wisuda istriku nanti, aku tak ingin ada yang merusak acara itu." ujar Rafael.


"Kau tenang saja Raf, kami selalu ada untukmu." jawab Huda.


"Aku hanya minta satu darimu Hud, segeralah mencari pasangan hidup. Kau tidak bisa melajang terus. Tuhan akan menghukum kelakuanmu yang meniduri wanita tanpa menikah." ejek Rafael.


"Sialan kau selalu mengingatkan hal itu lagi." jawab Huda.


Tyar dan Rafael akhirnya terkekeh dan mereka kembali ke aktifitas mereka masing masing.


 *****


Satu per satu masalah sudah selesai ya guys.

__ADS_1


Nantikan 2 eps terakhir Suamiku Tajir dan Arogan Season 2 dari Author...


Happy Reading All...😘😘😘


__ADS_2