Suamiku Tajir & Arogan (Season 2)

Suamiku Tajir & Arogan (Season 2)
BAB 35 ( Epilog/Bonus )


__ADS_3

Dua puluh tahun kemudian, Bastian tumbuh menjadi pria yang sangat tampan dan disegani setelah menggantikan posisi Rafael Widjaja. Bastian Widjaja dibicarakan banyak media atas keberhasilannya melipatgandakan keuntungan dan memperluas perusahaan PT. Sinar Abadi. Sikapnya yang Arogan sangat menurun dari ayahnya. Bastian berhasil lulus dari Universitas Harvard dengan nilai terbaik.


Sedangkan Cristina Widjaja sekarang masih kuliah di Universitas Oxford, pilihannya. Gadis cantik itu sangat antusias di bidang desainer. Ia bahkan bisa memenangkan beberapa kontes disela kesibukannya kuliah.


Rafael dan Delia sangat senang saat kedua anaknya sama sama berhasil. Tapi ada yang lebih membahagiakan Rafael dan Delia. Saat lima belas tahun yang lalu Delia melahirkan anak kembar. Mereka adalah Mila dan Mili, kedua anak mereka sekarang baru masuk SMA. Rafael sangat bahagia atas kelahiran putri ketiga dan keempatnya.


Hartanto Widjaja meninggal saat anak kembar mereka baru berumur 7 tahun, saat itu suasana duka menyelimuti keluarga Widjaja. Derry dan Emili Laros akhirnya tinggal bersama mereka, sedangkan rumah dulu mereka diberikan pada Bastian Widjaja karena putra sulung mereka ingin hidup mandiri. Delia sangat bersyukur masih bisa melihat ayah dan ibunya menua diusianya yang sudah 43 tahun. Selama 20 tahun juga Rafael tetap memperlakukannya seperti saat mereka masih muda.


 *****


"Apa ini?" bentak Bastian saat sekretarisnya memberikan dokumen. "Apa kau baru anak lulus kemarin hah, kau selalu salah mengerjakan apa yang aku perintahkan." teriak Bastian lagi.


"Maafkan saya pak." jawab Kania.


Kania adalah sekretaris ketiga untuk Bastian, dua sekretaris sebelumnya mengundurkan diri setelah 3 bulan bekerja karena tak kuat dengan sikap arogan Bastian Widjaja.


Sebenarnya Bastian melakukan ini karena ia sangat ingin mengubah karyawannya agar lebih cerdas. Tapi sosok Kania kali ini membuat perasaan Bastian berbeda. Wanita ini mampu bertahan selama satu tahun lebih di bawah tekanan Bastian. Ia juga sangat cantik membuat jantung Bastian selalu berdesir saat melihatnya.


"Saya akan memperbaikinya pak." Kania mengambil dokumen yang berserakan di lantai dan segera keluar dari ruangan atasannya.


Kania menghela nafasnya saat sudah berada di mejanya. Ingin rasanya ia menangis dan keluar dari pekerjaan ini. Tapi ia sangat membutuhkan pekerjaannya, ibunya membutuhkan biaya pengobatan karena penyakit asma. Ayahnya sudah tiada, dan kedua adiknya butuh sekolah dengan biaya tinggi. Kania kembali membuka dokumen yang ia kerjakan dan mengulanginya kembali.


Sudah waktunya makan siang tapi ia belum selesai mengerjakannya. Tangannya mulia bergetar, ia tidak ingin atasannya marah lagi. Pintu ruangan terbuka. Kania mendongak dan melihat CEO tampan itu menatapnya. Wajah Kania berubah menjadi pucat. Bastian mendekatinya.


"Kau tahu ini jam berapa?" tanya Bastian pelan.


Kania hanya mengangguk. Bastian menarik tangannya. "Temani aku makan siang." Bastian tak melepaskan tangannya sama sekali sampai kedalam mobil. Semua karyawan menatap perlakuan Bastian pada sekretarisnya, tapi Bastian tidak perduli.


Bastian membawanya ke sebuah restoran mahal. "Pak saya bisa makan di tempat lain, saya tidak cocok disini." ujar Kania sebelum turun dari mobil Bastian.

__ADS_1


Bastian menatapnya tajam. "Aku yang menentukan kau pantas atau tidak disini. Jangan cerewet, kau tak mungkin membiarkan aku makan di pinggir jalan kan?"


Bastian memegang tangannya lagi dan membawanya masuk kedalam restoran. "Pesanlah makananmu." perintah Bastian.


Kania membelalakkan matanya saat melihat daftar harga di menu. Ia menelan ludahnya. Harga paling murah seratus ribu. Itu pun hanya minuman ringan. Bastian menarik daftar menu dari tangan Kania. "Biar aku saja." Bastian mulai memilih beberapa makanan.


"Makanlah yang banyak, aku tak ingin sekretarisku mati kelaparan." ujar Bastian setelah meja terisi penuh dengan makanan.


Kania mengangguk dan mulai mencicipi makanannya, sangat sulit bagi Kania menelan makanan di depan atasannya.


"Gajimu akan aku potong jika kau tak menghabiskan makanan ini Kania." ancam Bastian.


"Tapi pak ini terlalu banyak." jawab Kania.


"Apa aku bisa ditolak?" tanya Bastian.


Kania menggeleng. Ia mencoba makan sebanyak mungkin yang ia bisa. Bastian hanya tersenyum melihatnya. Wanita ini sangat lucu dan penurut. Bastian semakin menginginkannya.


Bastian mengangguk. "Tidak apa, kau cukup banyak memakannya. Itu saja aku sudah senang. Sekarang waktunya kita kembali."


Bastian mengajak Kania kembali ke kantornya.


 *****


"Kau tahu ini sudah sekretaris ketiga Raf, mengapa putramu sikapnya lebih parah darimu." ujar Delia.


"Kau selalu saja menyalahkan aku Del. Putramu melakukan itu karena ia ingin karyawannya tidak bodoh." jawab Rafael.


"Tapi membentak seorang wanita itu tidak benar, Kania wanita terlama sekarang yang menjadi sekretarisnya. Demi Tuhan, aku berharap wanita itu mampu bertahan selamanya." ujar Delia lagi.

__ADS_1


Rafael terkekeh melihat tingkah Delia. "Mengapa kau begitu khawatir sayang?"


"Aku sangat khawatir, wanita mana yang mau dengan pria seperti itu?" tanya Delia.


"Kau lupa, putra kita tampan melebihiku. Wanita manapun akan tertarik padanya." jawab Delia.


"Wanita hanya sekilas melihat penampilannya. Setelah mengenalnya lebih dalam, mereka akan lari terbirit birit." ujar Delia kesal.


Rafael justru tertawa terbahak bahak. "Kau semakin tua semakin bawel sayang."


Delia hanya cemberut mendengar kata kata Rafael.


"Tapi aku selalu mencintaimu. Kau wanita yang membuatku selalu bergairah diumurku yang tua ini." goda Rafael.


"Pria tua mesum, otakmu tak pernah bersih jika bersamaku." ujar Delia.


Rafael terkekeh lagi dan menarik Delia kepelukannya.


"Raf sebentar lagi Mila dan Mili pulang." ujar Delia.


"Kalau begitu kita lakukannya di kamar." Rafael masih sanggup membopong Delia ke kamar utama mereka. Dan selalu melakukan hal yang sangat panas di ranjang saat umur mereka semakin menua.


Cinta Rafael dan Delia tak pernah memudar seiringnya umur mereka yang bertambah.


 *****


Terima kasih atas penantian kalian selama ini. Author minta maaf jika ada kata kata yang tidak berkenan buat kalian.


Jika kalian menginginkan novel tentang Bastian dan Kania, silahkan beri komentar dibawah ini ya...

__ADS_1


Jangan lupa klik Profilku untuk mencari novel novel yang menarik lainnya...


Sampai Jumpa...😘😘😘


__ADS_2