Suamiku Yang Jahat Selalu Merayuku

Suamiku Yang Jahat Selalu Merayuku
bab 33


__ADS_3

...Bab 33 Konspirasi Patricia...


Dua hari yang lalu dia pergi ke bar untuk meminum bir, di bar dia bertemu dengan Diana.


Keduanya duduk saling berseberangan, pada saat itu Diana minum birnya agak kebanyakan, entah karena Freddy mengabaikannya ataukah karena dia telah kehilangan kesempatan untuk menikah masuk ke Keluarga Budiman. Dipenuhi dengan kebencian, mulutnya terus-terus memaki Chelsea.


Lisa kemudian pergi menghampirinya untuk berbincang-bincang. Dari caranya berbicara Lisa menemukan kalau dia juga merupakan anggota Keluarga Liam, namun dia sangatlah membenci Chelsea.


Lisa yang sehari-harinya selalu bersama dengan Freddy, kalau dia secara langsung turun tangan menghadapi Chelsea, maka dengan mudah identitasnya akan terbongkar.


Oleh sebab itu untuk sementara dia memutuskan untuk menggunakan Diana.


Diana sekalipun mewarisi paras wajah yang mirip dengan Patricia, namun tidak memiliki tingat kecerdasan yang menyerupainya, ditambah lagi dengan usianya yang masih 17 tahun juga belum terlalu dewasa.


Lisa dari sangat muda sudah terjun ke masyarakat dan juga selama ini selalu berada di samping Freddy, tentunya dia memiliki cara bicara tersendiri yang lebih intelektual.


Dia memberitahukan kepada Diana kalau dia bekerja di Greenwood dan bisa membantunya untuk menghabisi Chelsea.


Diana terbuai oleh tawaran Lisa untuk melakukan sebuah hubungan kerjasama.


Oleh sebabi itu setelah Diana pulang ke rumah, dia lalu mengungkapkan rencananya kepada Patricia.


Patricia juga khawatir dengan balas dendam yang akan dilakukan oleh Chelsea.


Delapan tahun yang lalu, dikarenakan dia mengandung seorang anak laki-laki di dalam perutnya sehingga dia berhasil merebut posisinya kini. Dia lalu menyuruh Tom untuk mengusir kedua Ibu dan anak itu.


Oleh sebab itu ketika Diana membahas mengenai hal itu, Patricia langsung menyetujuinya.


Keduanya menyewa seorang pria untuk membawa Chelsea ke sebuah tempat sepi yang tidak orang-orang, lalu memperkosanya, mengambil fotonya dan menyebarkannya. Mereka ingin menghancurkan reputasi Chelsea sehingga Freddy bisa membencinya.


Setelah menerima panggilan telepon dari Lisa, Diana berlari menuruni tangga ke lantai bawah, dia ingin berdiskusi dengan Patricia bagaimana langkah selanjutnya yang akan diambil untuk menghadapi Chelsea. Namun tidak disangka dia menemukan kalau suasana di ruangan tamu ada sedikit memanas.


Ekspresi wajah Tom dan Patricia tidak begitu bagus.


Dia berjalan turun, berjalan menghampiri ke samping Patricia, memegangi lengannya dan berkata "Ibu, kamu kenapa?"


Patricia mengerutkan wajah dan tidak berkata apa-apa.


Tom dengan raut wajahnya yang suram berkata dengan emosional, "Aku juga tidak memintamu untuk melakukan sesuatu yang berlebihan, hanya memintamu untuk meminta maaf kepadanya agar membuatnya tidak mempermasalahkan masalah yang dulu. Sekarang di perusahaan sedang ada kesulitan dan membutuhkan bantuannya."


Atau lebih tepatnya lagi membutuhkan bantuan dari Freddy.


Chelsea tampaknya telah disukai oleh Freddy. Oleh sebab itu dia harus memulainya dari Chelsea.


Pada waktu itu setelah mendengarkan nada bicara Chelsea, dia sepertinya masih belum bisa melupakan masalah yang dulu.


Tom masih ada sedikit perasaan terhadap Patricia, amarahnya belum sampai pada puncaknya, dia tidak berpikir untuk bercerai dengannya.

__ADS_1


"Ayah, kamu ingin Ibu meminta maaf kepada siapa?" Tanya Diana tampak bingung.


"Kamu juga! Chelsea adalah kakakmu, kamu harus bersikap baik terhadapnya." Tom lalu memandang ke arah Patricia dan berkata, "Kamu sendiri pikir baik-baik, aku pergi menelponnya untuk mengundangnya datang makan malam sebentar malam."


Diana tidak seperti Patricia yang bisa dengan tenang mengontrol emosinya. Seketika mendengar kalau Ibunya disuruh untuk meminta maaf kepada Chelsea, dia langsung bangkit berdiri dari sofa.


"Ayah, demi apa kamu menyuruh Ibu untuk meminta maaf kepadanya?"


Mata Tom mengerut, anak perempuannya yang biasanya pintar dan sangat pengertian ini mendadak menjadi sangat ganas dan telah kehilangan akal sehatnya.


"Aku adalah ayahmu. Begitu kah caramu berbicara denganku?" Tom menjadi sangat murka, "Aku peringatkan kepadamu, kalau permintaan maaf ini kamu bersedia lakukan, maka semuanya menjadi mudah, kalau kamu tidak bersedia, maka cerai saja!"


Jika membandingkan di antara perusahaan dan wanita, Tom masih memilih perusahaan.


Dengan memiliki status sosial, maka perempuan seperti apa yang tidak bisa dia miliki.


Tidak ada uang, tidak ada status sosial, seperti itu baru benar-benar binasa.


"Ayah...."


"Diana." Patricia menghentikan anak perempuannya. Sudah sangat jelas kalau Tom lebih mementingkan perusahaan, mana dia ada memperdulikan mengenai harga dirinya.


Tom bisa bertindak benar-benar tanpa perasaan dan menceraikannya.


Sekalipun sudah bertahun-tahun menjadi sebagai sepasang suami isteri dengannya. Dia dengan entengnya mengatakan cerai.


"Pranggg"


Tom melempar sebuah gelas yang berisi air yang ada di atas meja dan matanya menatap dengan tajam ke arah Patricia, "Begitukah caramu mendidik anak perempuanmu?"


Patricia buru-buru berdiri dan berkata, "Tom, Diana hanya tidak ingin melihatku menderita, dia bukan sengaja." Sambil berkata dia menarik Diana, "Cepat pergi meminta maaf kepada ayahmu."


Diana tidak mau, dia tidak merasa kalau dirinya bersalah.


"Cepat!" Patricia berteriak dengan keras. Kalau biasanya dia bersikap angkuh yah sudahlah, namun saat ini sudah sangat genting.


Kalau dia bersikap seperti itu bisa benar-benar membuat Tom menjadi murka. Nanti pada akhirnya kalau mereka diusir keluar dari rumah maka benar-benar mereka akan celaka.


Diana tersentak dan berusaha untuk melepaskannya.


Patricia sangat cemas dan meletakkan telapak tangannya di belakang punggung Diana sambil mendorongnya, "Begini kah yang biasa yang aku ajarkan kepadamu? Cepat pergi mengatakan kalau kamu bersalah kepada ayahmu!"


Patricia ketika berbicara memberikan tatapan mata tajam kepadanya.


Diana sebenarnya masih enggan melakukannya, namun setelah menyadari betapa gentingnya masalah ini dia lalu berkata, "Ayah, aku telah bersalah."


Tom dengan enggan berkata kepada mereka, "Siapkan lebih banyak menu untuk makan malam."

__ADS_1


Setelah berkata demikian dia lalu pergi keluar pintu untuk meninggalkan rumah. Di kantor ada begitu banyak kekacauan yang menunggunya untuk menyelesaikannya.


Ketika berjalan hingga di depan pintu dia lalu menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang, "Masalah di kantor kalian tidak bisa membantu apapun, tiap hari yang kalian tahu hanyalah menghabiskan uang, kalau hal ini pun kalian tidak dapat melakukannya dengan baik, apa gunanya aku memiliki kalian?"


Tom pada dasarnya sungguh tidak berperasaan.


Walaupun dia menyukai Patricia.


Namun untuk kepentingan yang lain, dia rela untuk mengorbankannya.


Diana sangat kesal sekali hingga merasa ingin menggertakan giginya, "Ayah, apakah kamu sudah hilang akal sehat?"


Patricia membuang dirinya duduk dia atas sofa dan bergumam, "Dia bukan sudah kehilangan akal sehat, dia sangat sadar, sekarang dia melihat kalau Chelsea sudah disukai oleh Freddy maka dia ingin memanfaatkannya agar bisa membuat Freddy membantu masalahnya di perusahaan."


Setelah mendengar akan hal itu, Diana menjadi semakin marah, "Kalau seandainya aku menikah dengan Freddy, maka Ayah tidak akan bersikap seperti ini lagi kepada kita."


Patricia menatap anak perempuannya. Anak perempuannya tidak kalah dengan Chelsea.


Dia lalu menarik Diana untuk duduk di sampingnya, "Sekarang bukan waktunya untuk marah." Dia lalu memalingkan pandangannya lalu menatap anak perempuannya itu, "Apakah betul kalau kamu menyukai Freddy?"


Setiap kali Diana memikirkan Freddy, wajahnya akan menjadi merah merona, usianya masih sangat muda, belum bisa mengendalikan perasaannya, dengan tersipu malu dia menunduk dan menjawab dengan pelan.


Patricia menggenggam tangan anak perempuannya dengan erat, "Sebenarnya juga bukan tidak ada kesempatan"


"Kesempatan apa?" Diana bertanya dengan riang.


Patricia sudah ada rencana di dalam hatinya, dia menatap anak perempuannya dan berkata, "Kesempatan apa kamu tidak usah peduli, yang penting kamu berdandan yang cantik, hal-hal yang lainnya serahkan kepadaku"


Sebelum jam pulang kantor, Chelsea menerima telepon dari Tom yang berkata mengundangnya untuk pulang ke rumah bersantap malam. Dan juga berkata kepadanya agar turut mengajak Freddy.


Chelsea tidak tahu apakah Tom kini tengah mencurigainya. Oleh sebab itu sengaja ingin mencari tahu hubungannya dengan Freddy.


Kalau sampai Tom tahu kalau dia sebenarnya tidak mendapatkan cintanya Freddy, takutnya untuk membahas kembali dan membalas dendam atas perbuatan yang telah dilakukan oleh Patricia terhadapnya akan menjadi sangat sulit.


Tetapi untuk membuat Freddy bisa menemaninya untuk pulang bersama ke rumah Keluarga Liam, itu tampaknya adalah sebuah kemustahilan.


Setelah dia menyelesaikan terjemahan yang terakhir, Chelsea duduk di atas kursi dan berpikir bagaimana caranya agar dia bisa membujuk Freddy untuk menemaninya pulang ke rumah Keluarga Liam.


Setelah berpikir lama, dia juga tidak memikirkan sebuah cara yang baik.


Lisa karena ada hal kerjaan telah meninggalkan mejanya. Chelsea yang melihat kalau mumpung dia tidak ada lantas bangkit berdiri dan ingin pergi mencari Freddy untuk membicarakan akan hal ini.


Dia bangkit dari tempat duduknya dan berpikir kalau dia langsung-langsung masuk seperti itu tanpa alasan sepertinya kurang pas. Lalu dia melihat dokumen yang telah ditejemahkannya di atas meja, dia lalu mengambilnya.


Biasanya Lisa demi menghindari interaksi antara dirinya dengan Freddy maka Lisa yang akan datang mengambil dokumen yang telah selesai diterjemahkannya dan membawanya masuk ke dalam ruangan kantor Freddy untuk diberikan kepadanya.


Berdiri di depan pintu ruangan kantor, dia menarik napas panjang lalu memberanikan diri untuk mengetuk pintu.

__ADS_1


Setelah mendengar suara silahkan masuk, dia barulah mendorong pintu.


__ADS_2