Suamiku Yang Jahat Selalu Merayuku

Suamiku Yang Jahat Selalu Merayuku
bab 38


__ADS_3

...Bab 38 ...


...Ini Anaknya...


Saat ini, dia hanya menerjemahkan dokumen Freddy di perusahaan, dia tahu pasti kalau proyek barunya berada di Negara A dan akan dilaksanakan di Kota Y, dulunya dia selama delapan tahun tinggal diluar negeri tepatnya di Kota Y.


Ini bukan yang paling penting.


Yang paling penting adalah dimalam waktu dia mengkhianati dirinya sendiri untuk membiayai operasi adik laki-laki dan ibunya, karena itu adalah pertama kalinya maka itu sangat menyakitkan, dia mengigit pria itu, mengikuti perintah dari wanita yang memperkenalkan bisnis ini, dalam kamar lampu tidak boleh dinyalakan, jadi sejak masuk ke dalam kamar sudah gelap.


Dia tidak bisa melihat satu sama lain, tetapi sesuai situasi saat itu, dia mengigit pria diposisinya, dibagian bahu sebelah kanan.


Sangat kebetulankan?


Dia tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa mundur selangkah demi selangkah


Jika ini suatu kebetulan, maka kebetulannya sangat pas.


Sejak dia menerjemahkan dokumen itu, dia menyadari satu hal, Freddy pergi ke Negara A dua bulan lalu.


Jika benar, maka......


Tangannya tidak mampu menutupi perut bagian bawahnya.


Apakah ini anaknya?


Dengan pemikiran seperti ini, Chelsea tiba-tiba terkejut.


Freddy merasakan ada orang yang menatapanya dari tadi, wanita ini sedang apa dia?


Dia berpura-pura baru bangun, pelan-pelan membuka matanya, dia mengira Chealsea memandanginya ketika dia sedang tidur, tetapi malah sebaliknya, dia sedang menetaskan airmata.


Jantungnya seakan berhenti, dia sedang menangis.


Freddy bangun terlalu tiba-tiba, mengacaukan lamunan Chelsea, dia dengan tergesa-gesa membalikkan wajahnya, dia begegas keluar dari kamar.


Gerakannya sangat cepat sampai-sampai lututnya menabrak sesuatu dan terluka, walaupun sakit dia tidak perduli, dia tetap berlari keluar kamar dengan nafas terengah-engah dan menutup pintu kembali, dibalik pintu dia masih merasa ketakutan.


Butuh waktu lama baginya untuk tenang.


Walaupun semua bukti membuktikan kalau kejadian malam itu pelakunya adalah Freddy, tetapi mungkin saja itu kebetulan.


Pasti begitu, pasti hanya kebetulan.


Tidak, itu tidak benar.


Dia berusaha untuk tetap tenang, pergi ke kamar mandi untuk mandi, berganti baju dan merawat lukanya.

__ADS_1


Dilantai atas, Freddy seperti keserupan selama beberapa detik, ekspresi wanita itu baru-baru apakah seperti...menangis?


Dia kenapa menangis? Untuk apa berlari?


Dia sedang duduk dan mengangkat alisnya, walaupun tadi malam seperti kena perangkap, tetapi sepertinya aku tidak melakukan apa-apa padanya, mengapa ekspresinya begitu?


Mengingat masalah tadi malam, matanya tiba-tiba kosong, meraih ponsel yang ada dimeja, lalu menelpon Kiki, "Aku tidak ingin melihat Grup Liam lagi!"


"Mengerti" Kejadian di kediaman Keluarga Liam, Kiki dapat menerka apa yang dilakukan Freddy buka karena kesengajaan tetapi karena suatu keharusan.


Setelah menutup teleponnya, ponselnya diletakkan disampingnya, melepaskan selimut dari tubuhnya dan berdiri, lalu mendapati dirinya hanya memakai ****** ***** saja.


Kemarin malam.........Dia menutup matanya.


Tampaknya Chelsea yang melepaskan semuanya.


Perempuan itu......


Freddy seperti saja sebuah teka-teki, satu persatu harus dituntaskan.


Tok tok...


Terdengar bunyi ketuk pintu yang diketuk oleh Bibi Tani, "Tuan Muda, kamu sudah bangun, sarapanmu telah siap."


Freddy menjawabnya, kemudian turun dari kasur bergegas kekamar mandi untuk mandi, mengganti baju yang baru dan turun ke bawah.


Chelsea sudah berada di ruang makan dan juga sudah berganti baju, ekspresi mukanya begitu polos seperti tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya, ekspresinya seperti ekspresi palsu.


Chelsea memberikannya semangkok bubur polos, "Pagi hari harus makan bubur, baik untuk lambung."


Freddy lalu duduk, dia mengambil sesendok bubur didalam mangkok itu, lalu memakannya, benar-benar hambar, tidak ada rasa.


Chelsea menundukkan kepalanya, "Kemarin malam, itu adalah kecerobohanku, tidak menyangka Patricia bisa melakukan hal seperti itu."


Freddy mengangkat matanya dan tersenyum lebar, giginya yang putih dan cerahpun nampak, "Banyak orang diluaran sana yang tidak tahu malu, contohnya seperti Keluarga Liam."


Kalimat ini seperti memarahi seluruh orang yang memiliki nama Keluarga Liam.


Chelsea menunduk, karena nama keluarganya adalah Liam.


"Eh ituu...aku ingin mengambil libur." Chelsea mengangkat kepalanya, dia harus pergi ke Rumah Sakit, sudah beberapa hari dia tidak pergi ke Rumah Sakit untuk menjenguk ibunya.


Dan juga, dia harus mencairkan cek dan menyimpannya di tabungannya, pengobatan Ibu sepertinya memerlukan waktu yang lama dan tentunya memerlukan banyak uang, uang ini sangat penting untuk dia.


Selain itu, Felix sementara membantunya untuk membayar pengobatan Rumah Sakit, ditambah dengan yang sebelumnya pun harus dikembalikan olehnya.


Freddy yang sedang menikmati buburnya tidak mengangkat kepalanya sedikitpun, hanya bertanya, "Ada apa?"

__ADS_1


Chelsea mengangguk-angguk, "Aku ingin pergi menjenguk Ibuku."


Freddy cuman berkata "Ehm", tanda mengizinkannya.


Setelah sarapan Freddy berangkat ke kantor seperti biasanya, Chelsea membantu Bibi Tani untuk mebereskan meja makan, Bibi Tani mengambil mangkok yang dipegangnya, "Tidak perlu, pergilah beristirahat."


Umm?


Berisitirahat dipagi hari?


Bibi Tani menatapnya dan berkata dengan serius, "Kamu telah menikah dan masuk ke dalam Keluarga Budiman, kemarin malam...... Kamu telah memilikinya, jangan membiarkan orang ketiga mengacaukannya."


Chelsea mukanya memerah,apa yang Bibi Tani pikirkan?


Malam kemarin, kami hanya tidur sekamar saja, tidak terjadi apa-apa.


Tntu saja Bibi Tani tidak percaya.


Chelsea mengangguk tanpa daya.


Bibi Tani terus berbicara dengan Chelsea, walaupun ada perasaan tidak puas akan jawaban Chelsea.


"Aku melihat Tuan Muda tidak sungguh-sungguh mencintai Nona Rati, kamu harus terus berjuang, dengan begitu kamu bisa mendapatkan hati Tuan Muda."


Chelsea mengerutkan kening, "Bagaimana Anda tahu bahwa Freddy tidak benar-benar menyukai Lisa?"


"Nona Rati ikut dengan Tuan Muda sudah sejak lama, tetapi Tuan muda tidak pernah mencintai dia, tiba-tiba dua bulan yang lalu, setelah pulang dari luar negeri, mereka meresmikan hubungan mereka, sampai sekarang aku belum bisa percaya, kenapa bisa tiba-tiba mencintainya?" Bibi Tani masih merasa bingung.


Chelsea terkejut, dua bulan lalu?


Dia berusaha tenang dan bertanya dengan santai, "Freddy tidak menyukai Lisa sebelumnya, tetapi dua bulan lalu, setelah kembali dari perjalanan bisnis, dia tiba-tiba menjadikannya sebagai pacarnya?"


Bibi Tani mengangguk-angguk, "Benar, Tuan Muda bukan orang yang suka mengumbar-umbar tentang masalah percintaannya, tiba-tiba meresmikan hubungannya, takutnya ada sesuatu yang terjadi."


Chelsea merenung kembali, permusuhan Lisa dengannya sepertinya mendalam.


Karena dia sekarang sudah menikah dengan Freddy atau ada motif tersembunyi lainnya?


Untuk sementara waktu, dia tidak dapat menemukan jawabannya, dia secepatnya harus ke Rumah Sakit untuk menjenguk Ibu, tetapi sebelum ke Rumah Sakit dia harus mencairkan ceknya terlebih dahulu, sehingga nantinya dia bisa menggunakannya untuk beberapa keperluan dan sisanya disimpan didalam rekening, ketika tiba di Rumah Sakit, dia membayar semua tagihan-tagihan yang tertunggak setelah itu berkomunikasi dengan perawat di Rumah Sakit, ketika itu dia melihat Liana.


Liana dikurung di sebuah ruangan kecil tanpa apa-apa di dalamnya, hanya tempat tidur dan meja dengan gelas plastik berisi setengah gelas air.


Seorang pasien yang sakit mental akan melukai dirinya sendiri secara tidak sadar, jadi perawat akan memeriksanya sebelum dia masuk dan dia tidak diizinkan membawa barang berbahaya.


Liana mengenakan pakaian medis biru, meringkuk di kepala tempat tidur dan mengatakan sesuatu di mulutnya.


Chelsea tidak bisa mendengarkannya, sehingga dia mendorong pintu dan masuk, melihat Chelsea masuk dia mengangkat kepala, menatapinya selama 2 detik, "Chelsea."

__ADS_1


Dengan dua kata itu, sudah bisa membasahi hidung dan membuat matanya merah, lalu dia memeluknya, "Ibu."


Liana mengulurkan tangan dan membelai rambutnya, "Kenapa kamu datang seorang diri, kenapa tidak membawa Chandra? Aku sudah lama tidak melihatnya."


__ADS_2