
...Bab 36 ...
...Tentu Saja Dengan Suamiku...
Tom sangat sakit, ketika mengingat tentang Chelsea dan Freddy, tidak ingin mengingat tetapi selalu teringat.
Pada awalnya, Liana mempunyai mas kawin yang cukup banyak, uang tunai 4miliar, ada juga beberapa peralatan berharga, total keseluruhannya ada sekita 10 miliar.
Tom memberinya cek, peralatannya pun jauh lebih sedikit, terakhir kali dia melihat Patricia mengenakan gelang di pergelangan tangannya yang sekarang sudah tidak ada, Tom melihat seperti aneh dan penasaran lalu bertanya, "Sudah lama, apakah barang itu rusak atau menghilang ini semua adalah yang tersisa."
Chelsea mengetahuinya, tetapi tidak ingin menunjukkannya, mendapatkan bagian ini sudah cukup memuaskan, mengambil sisa-sisa yang ada dan mengambil cek, lalu menaruhnya di bagasi mobil.
Kemudian masuk kembali dengan Tom masuk ke ruang makan.
Ada yang aneh dengan suasana disini.
Ada segelas air yang tertumpah jatuh ke lantai kemudian pecah, rok Diana basah karena terkena air, bajunya berantakan, matanya memerah, menangis terisak-isak, melihat Tom masuk dia berlari kepadanya, "Ayah...... "
Seperti dia mendapatkan pukulan yang besar.
Chelsea meliriknya dan berjalan ke arahnya, menemukan bahwa wajah Freddy sangat merah tidak seperti biasanya.
Apakah dia mabuk?
Tetapi anggur yang di depannya tidak berkurang sedikitpun.
Chelsea mendekatinya, bertanya, "Ada apa denganmu?"
Freddy mengangkat matanya, terkadang menyipit dan terkadang membesar, seolah mencoba mengendalikan sesuatu.
Dia dengan cuek berkata, "Bantu aku berdiri."
Chelsea meletakkan lengannya di bahunya dan memegang pinggangnya, "Ayo pulang."
"Kamu tidak boleh pergi!" Ketika Chelsea membantu Freddy, Patricia tiba-tiba berdiri, "Kamu, kamu baru saja melakukan hal seperti itu kepada Diana, bukankah kamu harus bertanggung jawab?"
"Bagaimana bisa?" Tom menemukan sesuatu, "Ayah......"
Diana menangis lebih kencang, "Baru saja.......Baru saja......."
"Apa yang terjadi?" Tom memandangi pakaian putrinya, mengerutkan kening dan menatap Freddy, "Tuan Muda Budiman, apa yang telah Anda lakukan pada putriku?"
Ekspresinya menunjukkan rasa penasaran, tetapi hatinya berharap dia melakukan sesuatu dengan Diana.
Dengan begini dia tidak perlu diancam oleh Chelsea.
Chelsea menatap pecahan gelas yang berserakan ditanah, hatinya merasa dingin dan kaget, Patricia sungguh tidak bermoral, beraninya mengunnakan trik semacam ini.
__ADS_1
Dia melihat ke Diana berkata, "Maksud kamu suamiku, sudah berlaku tidak sopan kepadamu, begitu?"
Dengan senyum mengejek lalu berkata lagi, "Kamu ini cuman wita rendahan, suamikupun tidak berselera melihatmu."
"Chelsea, adikmu diintimidasi, bagaimana kamu bisa membantu orang luar bicara?" Tom mencibir.
Chelsea menyesap dingin, "Saudara? Ibuku melahirkan hanya seorang anak perempuan, dari mana aku mendapatkan adik perempuanku? Dan lebih pastinya, tentu saja aku dekat dengan suamiku."
Freddy memandangi wajahnya, hari ini, dia mengatakan dia suaminya, yang membuatnya memiliki semacam ilusi.
Dia adalah suaminya.
Setelah itu, Chelsea dan Freddy beranjak pergi, ketika dia melewati Tom, Freddy terhenti, alis dan matanya tajam dan jernih dalam cahaya yang terang, ada sesuatu hal yang kuat disana, "Cara Keluarga Liam memperlakukan tamu, hari ini aku banyak belajar dan aku akan melakukannya di masa depan."
Wajah Tom menegang, matanya beralih ke Patricia, "Apa yang terjadi?"
Masalahnya tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan, Patricia panik, masalah semakin runyam, dia duduk dikursi dan mulai menangis, "Aku tidak berguna, menjaga anak perempuan sendiri tidak bisa."
Diana juga ikut menangis, dia ketakutan sampai menangis.
Patricia memberi Freddy obat di dalam air, di dalam anggur dan makanan yang dimakan, semuanya diberi obat, dia tidak menyentuh atau pun melakukan apapun, dia hanya meminum segelas air ketika menunggu Chelsea datang.
Setelah melihat dia meminum air, Patricia memberikan isyarat kepada Diana untuk mendekatinya, membawanya ke kamar kemudian melakukan hubungan badan.
Tetapi saat Diana memapahnya, Freddy langsung memecahkan gelas itu ke arah Diana, Diana sampai sekarang masih mengingat bagaimana Freddy memperlakukannya.
Begitulah caranya dia menatap.
Sekarang Diana masih merasa panik.
Chelsea menatap Diana yang berada didekapan Tom, anak dan ibu ini, keduanya sungguh sangat berani!
Beraninya kamu membuat perhitungan yang begitu detail!
Dia memiliki luka dikakinya, Freddy memiliki tubuh yang kuat sehingga cukup sulit untuk menggendongnya, tiba-tiba terpikir dia begini karena dirinya sendiri, dalam hati merasa bersalah, dia berusaha keras untuk bisa lepas dari Keluarga Liam.
Rumah Keluarga Liam masih terang benderang.
Tom mendapati sesuatu yang mencurigakan, dengan identitas Freddy, wanita seperti apa yang tidak pernah dia lihat? Mengapa harus melawan Diana waktu dimeja makan tadi?
Dia mendorong Diana dan bertanya dengan keras, "Apa yang sebenarnya terjadi?"
"Freddy menyukai anak kita Dia......"
Plak!
Sebelum kata-kata Patricia selesai, Tom menamparnya dan memelototinya, "Masih tidak berkata jujur, apakah putrimu malaikat? Sehingga bisa melakukan seperti itu disini?"
__ADS_1
Melihat bahwa mustahil untuk bersembunyi, Patricia berlutut dan memeluk kaki Tom di lantai, "Tom, yang aku lakukan semuanya untuk kebaikanmu, Chelsea jelas tidak ingin membantu kita, jadi aku berpikir betapa baiknya jika Diana bisa bergaul dengannya, masalah diperusahaan akan selesai, aku mungkin kurang pertimbangan, tetapi maksud aku baik, aku hanya ingin membantumu.... Itu saja."
Patricia menangis tersedu-sedu, wajahnya menempel dicelana Tom, "Tom, melihat perusahaan mendapat masalah, aku juga ikut khawatir, tetapi aku hanya wanita biasa, kemampuanku terbatas, hanya saja...hanya saja... aku tahu aku salah."
Ekspresi Tom seperti tidak tenang, otaknya bergengung dan seperti ingin pecah.
Diana hanya terus menangis.
"DIAM!" Tom berteriak kencang.
Dia menatap Patricia dengan marah, "Lihatlah tampilan memalukanmu!"
Para pelayan pun melihatmu.
Pada saat ini, para pelayan bersembunyi di dapur, tidak ada yang berani keluar.
Jangan berani melihat lelucon bos, jika anda melihatnya, maka pekerjaan anda juga akan hilang.
Patricia berdiri gemetar dan menyeka air matanya, "Tom aku hanya ingin membantumuu......"
"Apakah membantu?" Tom awalnya kesal karena urusan perusahaan, karena Chelsea mengambil beberapa uang, dia tambah kesal, lalu ditambah lagi hal-hal bodoh yang dilakukan Patricia.
Dia seakan ingin membunuh orang.
Diana tidak pernah melihat Tom sebegitu marahnya, dia ketakutan dan suaranya semakin keras menangis.
Tom menendangnya, "Nangis, nangis, nangis, hanya tahu menangis, selain menangis apa yang kamu bisa lakukan?!"
Hari harus bisa untuk mengalahkan Freddy.
Menangis tidak ada gunanya!
Tom hari ini suasana hatinya sedang buruk, dia mendorong Patricia dan Diana keluar dan melarangnya masuk.
Keluar.
Chelsea memasukkan Freddy ke mobil, dia sepertinya mabuk, sedikit tidak sadar, dia tak bisa membawa mobil, "Aku akan meminta bantuan."
Dia mengeluarkan ponselnya, dia tidak mengenal banyak orang di negara asalnya, dia khwatir hanya Felix yang bisa membantunya.
Dia mengeluarkan ponselnya dan menemukan nomor Felix, ketika bersiap menelpon, seorang yang tak sadar memegang pergelangan tangannya, menatapnya berkata, "Kamu mau menelpon siapa?"
"Aku......"
Freddy telah melihat nama yang ditampilkan di layar, dia mengangkat alisnya seperti terlihat tatapan jahat, Felix dokter itu?
Chelsea tertegun selama dua detik. Tanpa sadar, dia mengulurkan tangan dan ingin memeriksa dahinya. Sebagai hasilnya, Freddy memeluk pinggangnya dan menjungkirbalikkannya, menekannya di kursi mobil ....
__ADS_1