
...Bab 47 ...
...Dia Berlutut...
Chelsea mengira dirinya sendiri bisa sangat tenang, setelah mendengar peringatan dari Freddy, dia sudah mempersiapkan diri, tapi begitu melihat Tom, kepedihan hati di masa lalu yang telah dikubur lama pun mulai bermunculan.
Chelsea mengira dirinya sendiri sudah melupakan masalah-masalah itu, ternyata belum.
Ekspresi di wajah Tom sedikit buruk, tapi sekarang dia yang ingin meminta bantuan dengan orang lain, wajahnya sudah tidak ada, jadi apakah harga dirinya masih ada?
Tom langsung berlutut di sebelah Chelsea, "Chelsea, perusahaan sudah hampir bangkrut, sebagian proyek ambruk dan juga terjadi konflik dengan pemilik sana, sudah memakan korban jiwa, Ayah sudah tidak mempunyai cara lagi, bisakah kamu membantu Ayah?"
Awalnya karena masalah proyek, Tom menghadapi tuntutan hukum. Ini juga berhubungan dengan nyawa manusia. Untungnya kontrak Teluk Repulse yang diberi Chelsea kepadanya sudah dijualnya dan mendapatkan sejumlah uang, sehingga bisa mempertahankan rumahnya dan membayar kompensasi dalam jumlah uang yang banyak dengan metode menyelesaikan masalah di luar pengadilan.
Namun, masalah tentang ambruknya proyek, sikap dari dapartemen yang terkait sangat serius, Tom pasti disuruh untuk bertanggung jawab.
Perusahaan sedang menghadapi kebangkrutan karena jumlah dana yang diinvestasikan di dalam proyek ini tidak bisa dikembalikan, rantai dana perusahaan menjadi putus.
Chelsea melihat pria yang berlutut di sebelah kakinya, kedua tangannya mengepal dengan erat dan sedikit gemetar. Dia tidak ingin mengakui bahwa hubungannya dengan Tom adalah Ayah dan anak, tidak ingin mengakui bahwa dirinya sendiri pernah dipeluk oleh Tom, tidak ingin mengakui bahwa dirinya sendiri pernah memanggilnya Ayah dengan nada yang intim.
Pria seperti itu.
Saat ini, berlutut di depannya.
Jika mengatakan bahwa tidak ada perasaan iba, maka itu bohong, hati Chelsea tidak sekeras itu.
Chelsea tidak berbicara, Tom mengira bahwa Chelsea tidak bersedia, garis urat merah di dalam matanya sudah berkumpul di bagian tengah, garis yang terlihat sangat mengerikan, "Hal yang kamu katakan kemarin, aku sudah melakukannya sesuai perkataanmu, aku dan Patricia sudah bercerai, dia bercerai denganku tanpa mendapatkan harta sepeserpun, aku tidak memberinya apa pun."
Ini juga merupakan salah satu alasan Patricia lepas kendali, saat dia belum menikah dengan Tom, dia hanyalah seorang wanita yang menemani orang untuk minum alkohol, tidak mempunyai uang dan tidak mempunyai kekuasaan. Setelah menikah dengan Tom, dia sudah tidak perlu keluar untuk mencari uang lagi, menjalani hidup sebagai istri dari orang kaya.
Jika dicerai tanpa mendapatkan harta, bagaimana Patricia bisa hidup?
Sebelumnya, Patricia sudah terbiasa dengan hidup seorang wanita berkelas atas, jika menyuruhnya pergi melakukan pekerjaan rendah seperti itu lagi, dia tentu tidak bisa menerimanya.
Patricia sudah terbiasa dengan hidup orang kaya.
Kemudian Tom juga menyalahkannya dengan semua masalah yang terjadi di perusahaan, mengatakan bahwa perusahaan bisa jatuh ke dalam kondisi krisis seperti ini, semuanya akibat Patricia yang menyinggung Freddy, tidak hanya tidak memberi keuntungan kepadanya, tapi malah mencelakainya.
Selain itu, Chelsea juga mengatakan bahwa jika Tom bercerai dengan Patricia, Chelsea akan membantunya mengurus masalah perusahaan.
Jadi Tom dengan paksa membawa Patricia pergi ke Biro Urusan Sipil untuk bercerai.
Dan Patricia menyalahkan semua ini pada Freddy, jika bukan Freddy berpura-pura lumpuh untuk membohongi orang, bagaiamana mungkin Patricia menyuruh Tom untuk mambawa Chelsea dan Ibunya pulang dari luar negeri?
Jika bukan Freddy berpura-pura lumpuh, maka mereka tidak akan membiarkan Chelsea menikah dengannya.
Sehingga tidak akan terjadi masalah seperti sekarang ini, Patricia juga tidak akan takut dengan pembalasan dari Chelsea. Kemudian jika bukan karena dia dengan gila ingin membantu anak perempuannya untuk mendapatkan Freddy, dia juga tidak akan kehilangan segalanya dan dicerai tanpa mendapatkan harta.
Semua ini adalah kesalahan Freddy.
__ADS_1
Jika dia tidak berpura-pura lumpuh, semuanya tidak akan seperti ini.
Chelsea ingin membiarkan dirinya sendiri tertawa, tapi tidak bisa, pria ini tetap tidak berperasaan seperti sebelumnya.
Awalnya Chelsea dan Ibunya, sekarang Patricia.
"Chelsea, Ayah sudah menyesal, sungguh, Ayah tidak seharusnya meninggalkan kamu dan Ibumu." Mata Tom memerah dan hampir menangis, "Dulu, jika bukan Patricia mengandung anak Ayah, Ayah tidak akan begitu ceroboh, kamu juga tahu, saat itu, kamu sudah berusia sepuluh tahun, Ibumu tidak pernah hamil lagi, Ayah merupakan seorang pria, Ayah membutuhkan seorang anak laki-laki –"
"Cukup!" Chelsea tidak bisa mendengarnya lagi. Anak laki-laki? Anak laki-laki?!
Chelsea sangat benci hingga kukunya hampir masuk ke dalam daging telapak tangannya, tapi dia sendiri tidak menyadarinya.
Seluruh tubuh Chelsea gemetar.
Freddy yang dekat dengan Chelsea menyadari emosinya yang sedang marah, mengulurkan tangannya yang tidak terluka dan meraih tangannya, dengan erat menggenggamnya di dalam telapak tangan.
Tangan Freddy sangat lebar, kuat dan hangat.
Tapi, tanpa disadari jelas bisa menghibur hati orang.
Suasana hati Chelsea perlahan-lahan menjadi tenang.
"Kamu pulang saja."
"Chelsea –"
"Jangan bicara lagi, kamu mengatakan satu kata lagi, aku bahkan mempertimbangkannya pun tidak!" Chelsea menjerit, suasana hatinya sedikit kehilangan kendali, langsung marah.
"Tenanglah." Freddy merangkul bahunya.
Tom membuka mulut dan ingin mengatakan sesuatu, tapi Freddy memotongnya, "Jika kamu ingin mendapatkan bantuan, cepat keluar dari sini!"
Tom tidak bersedia pun juga tidak berani tinggal terlalu lama di sini.
Ruang tamu dengan cepat menjadi sunyi, Bibi Tani berdiri di sebelah juga tidak berani mengeluarkan suara, awalnya mengira Ayah menjenguk anak perempuannya yang memiliki hubungan darah. Namun Bibi Tani sama sekali tidak pernah berpikir bahwa ada dendam seperti ini antara hubungan mereka.
Bibi Tani merasa kasihan pada Chelsea.
Begitu orang tua bercerai, orang yang paling terluka selalu merupakan anak.
Chelsea mengusap air mata di wajahnya, "Maaf sudah membuat kalian melihat hal memalukan."
Chelsea menundukkan kepala, rambut menutupi setengah wajahnya.
Freddy merapatkan bibir, tidak mengeluarkan suara untuk menghiburnya.
Ada beberapa masalah yang jika orang lain menghibur juga tidak bisa langsung bisa melupakannya.
Terlebih jika masalahnya seperti ini.
__ADS_1
Seberapa bencinya Chelsea pada Tom, jika begitu melihat penampilan Tom yang kasihan, pasti hatinya juga tidak nyaman.
"Itu, apa yang ingin kamu makan? Aku akan memasaknya untukmu." Bibi Tani mengalihkan topik pembicaraan, mencoba untuk melegakan suasana.
Chelsea menjawab Bibi Tani, "Aku ingin makan makanan yang manis."
Setelah hamil, Chelsea tidak suka makan makanan asam dan pedas, tapi suka makan makanan manis.
"Baik, aku kebetulan juga membeli iga segar, bisa membuat iga asam manis untukmu, dibalur saus manis." Bibi Tani berbalik badan dan berjalan ke dapur, saat tiba di pintu, dia menoleh dan melihat kedua orang yang sedang duduk di atas sofa, kemudian tersenyum.
Setelah Bibi Tani pergi, suasana ruang tamu menjadi sunyi sejenak.
"Apakah kamu yang melakukannya?" Tanpa sadar, Chelsea bertanya.
"Apa?"
Chelsea mengangkat kepala dan menatap mata Freddy, pernah dengar bahwa orang bisnis sering bertindak licik, apakah Freddy juga seperti ini?
Demi mencapai tujuan, melakukan tindakan licik?
Bahkan mencelakai nyawa orang?
"Apa maksudmu?" Mata Freddy tenggelam, mengira dirinya bertanya dengan nada tenang tapi tidak, "Kamu pikir kasus pembunuhan itu berhubungan denganku?"
Sunyi selama 3 detik, "Bukankah?"
Tiba-tiba Freddy menarik dagunya, "Di dalam matamu, aku merupakan orang seperti apa?"
Freddy memang membuat sedikit tindakan, tujuannya agar membiarkan Grup Liam tutup dan bangkrut selamanya.
Grup Liam memang sudah dalam kondisi yang sangat kritis, hanya perlu mendorongnya dengan pelan, perusahaannya akan tutup secara langsung, mana perlu Freddy menghabiskan banyak tenaga dan menggunakan nyawa orang?
Chelsea malah mengira Freddy yang melakukannya.
Pada hari ini, Chelsea sudah mencurigainya dua kali. Pertama, Chelsea mencuriganya berada di rumah keluarga Lin pada malam itu dan melakukan sesuatu pada Diana.
Sekarang, Chelsea juga mencurigainya telah mencelakai orang demi mencapai tujuan.
Chelsea menganggapnya orang seperti apa?
Bertatapan dengan matanya yang hampir marah, Chelsea menyadari bahwa dirinya sendiri mungkin sudah salah, "Maaf, aku bukan sengaja mencurigaimu."
Freddy menghembuskan napas panjang, tenaga di tangannya tidak dilonggarkan sama sekali.
Freddy masih merasa tidak senang karena Chelsea mencurigainya.
Dagu Chelsea sangat sakit, kekuatan jari Freddy sangat kuat, dagunya rasanya seperti ingin patah. Chelsea tidak mengelurkan suara, tidak meminta permohonan, hanya diam menahannya.
Kemarahan Freddy perlahan-lahan menghilang pada saat Chelsea tidak mengeluarkan suara.
__ADS_1
Wajah Freddy semakin dekat, "Jika kedepannya masih berani mencurigaiku –"