Suamiku Yang Jahat Selalu Merayuku

Suamiku Yang Jahat Selalu Merayuku
bab 48


__ADS_3

Bab 48


Cara Menghukum


...Suamiku Yang Jahat Selalu Merayuku...


Wajah Freddy semakin dekat, "Jika kedepannya masih berani mencurigaiku–" Tatapan Freddy mendalam, menatap bibir Chelsea, menundukkan kepala dan menciumnya.


Tiba-tiba terasa sakit, aroma darah menyebar di dalam mulut.


Chelsea mengerutkan alis, sakit, benar-benar sangat sakit, pria ini benar-benar menggigitnya.


"Kedepannya, jika kamu salah paham padaku, aku akan menggunakan cara semacam ini untuk menghukummu, apakah kamu mengerti?"


Chelsea menatap pria di depannya dengan tatapan linglung, Chelsea tidak mengerti, tidak paham dengan tingkahnya yang aneh.


"Apakah kamu sadar apa yang kamu lakukan?"


Freddy ditanya hingga tidak bisa menjawab, setelah Freddy bertemu dengan Chelsea, selalu membuatnya tertangkap basah, tidak dapat mengontrol diri dan berubah seperti tidak menjadi dirinya sendiri.


Hati Freddy tahu dengan jelas, wanita ini tidak baik, tidak polos, tidak tahu cara untuk mencintai diri sendiri.


Namun, karena wanita yang tidak baik seperti ini, membuat Freddy tertarik, membuat Freddy merasa dirinya sendiri merupakan seorang pria.


Mempunyai reaksi fisiologis yang normal seorang pria terhadap seorang wanita.


Suasana hatinya disembunyikan sangat dalam, penampilan terlihat tenang.


Freddy bertanya sambil tersenyum, "Bagaimana denganmu? Bergegas maju tanpa memedulikan nyawa dan menghalangi pisau untukku, apakah –"


Saat berbicara, wajah Freddy semakin dekat, Chelsea sedikit mundur ke belakang, Freddy terus maju ke depan, jarak antara mereka berdua sangat dekat. Senyuman di wajah Freddy, tenang, lembut, halus dan tak tertahankan, "Apakah kamu sudah jatuh cinta padaku?"


Jadi, sebelum bahaya datang, kamu sudah bergegas maju untuk menghalangi di depanku tanpa memedulikan nyawamu sendiri?


Sebenarnya, saat dia berbalik badan dan melihat Chelsea bergegas menghadang, Freddy terkejut.


Chelsea menyampingkan wajah dan tidak ingin melihatnya, "Tuan Freddy benar-benar lucu, aku baru kenal denganmu beberapa hari, apakah aku bisa langsung jatuh cinta padamu?"


Jika bukan karena curiga jika Freddy merupakan ayah kandung dari anak di dalam perutnya, Chelsea pasti tidak akan begitu implusif.


Chelsea sangat menghargai nyawanya sendiri, dia harus hidup dengan baik demi Ibu dan anaknya.


Freddy juga tidak marah, menarik kembali badannya dan bersandar di sofa, kemudian tersenyum, "Bagaimana jika kamu jatuh cinta padaku pada pandangan pertama? Masalah tentang perasaan cinta, siapa yang bisa mengatakannya dengan jelas?"


Perkataan Freddy ini sepertinya ditujukan kepada Chelsea dan juga dirinya sendiri.

__ADS_1


Tangan Chelsea yang diletakkan di atas paha tiba-tiba mengepal dengan erat, dia berkata dengan ekspresi wajah tenang, "Aku tidak percaya dengan cinta pada pandangan pertama."


Setelah berkata, Chelsea bangkit dan pergi menuangkan segelas air, dia sengaja ingin mengabaikan topik pembicaraan ini, mereka memang merupakan orang asing, tapi takdir membuat mereka tinggal di satu rumah yang sama, betapa konyol dan betapa lucunya mereka mendiskusikan satu kata 'cinta' yang paling tidak bisa dijelaskan di dunia?


Saat minum air, pandangan Chelsea melihat piano yang diletakkan di depan jendela melalui kaca, tatapannya tiba-tiba mendalam.


Kesokan harinya.


Chelsea pergi ke rumah sakit untuk menjengguk Liana, kali ini, Liana sudah sadar dan langsung mengenali Chelsea, Liana menarik tangan Chelsea dan tidak ingin melepaskannya.


"Chelsea, kamu sudah datang untuk menjenggukku, aku sangat senang, beberapa hari ini aku sangat merindukanmu." Liana memegang tangan Chelsea dengan sangat erat, seperti takut begitu lepas, Chelsea akan hilang.


Begitu Liana sadar, Chelsea sangat senang, "Aku tidak akan pergi, tunggu Ibu sudah sembuh, aku akan membawa Ibu pulang."


Setelah perjanjiannya dengan Freddy berakhir, Chelsea akan membeli sebuah rumah kecil dan tinggal bersama Ibunya.


"Beberapa hari ini kenapa tidak melihat Dokter Tanjung datang untuk menjengguk Ibu, apakah kamu bertengkar dengannya?" Liana sedikit tahu perasaan Felix terhadap Chelsea.


Liana sangat suka pada Felix dan juga sangat yakin terhadap kepribadian Felix.


Kemudian Felix juga bekerja sebagai seorang Dokter.


Jika Chelsea bisa bersama dengan Felix, tentu saja sangat baik.


Hanya saja, perut Chelsea sedang mengandung anak yang tidak diketahui ayahnya.


"Felix sangat sibuk, mungkin tidak akan pulang dalam beberapa hari ini." Chelsea sedikit menurunkan kelopak matanya, Felix berjanji akan membantunya menyelidiki masalah pada malam itu, sekarang, dia seharusnya berasa di negara A.


"Jika kamu tidak hamil, alangkah baiknya kamu bersama dengannya, aku melihat kepribadiannya sangat baik …"


"Ibu." Chelsea segera memotongnya, kemudian mengenakan sebuah gelang ke tangannya, "Ibu, apakah kamu masih mengenali gelang ini?"


Liana menundukkan kepala, "Tentu saja ingat." Ini adalah mas kawinnya, tapi dia juga merasa aneh, mendongak dan melihat Chelsea, "Kenapa kamu mempunyai gelang ini?"


"Tom memberinya kepadaku." Kedatangan Chelsea hari ini ada tujuannya sendiri, dia sangat kacau hingga tidak tahu apa yang harus dilakukan, "Tom mengalami kesulitan, semalam dia datang mencariku, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan."


Chelsea sangat membencinya, tidak sabar ingin membuatnya mati.


Tapi, seberapa brengseknya, Tom tetap merupakan ayah kandungnya, darah yang mengalir di tubuh Chelsea adalah darahnya.


Liana menurunkan kelopak mata, "Aku tidak berharap kamu menyimpannya di dalam hati, jangan terjebak di masa lalu, juga jangan berhubungan dengan orang-orang di masa lalu. Tidak perlu membalas dendam dan juga tidak perlu memaafkan."


Chelsea mengerti maksud dari perkataan Liana.


Tidak peduli kondisi Tom seperti apa, baik atau buruk, Chelsea jangan ada hubungan dengannya.

__ADS_1


"Uhm."


Setelah itu, keduanya juga mengobrol sejenak, saat waktu kunjungan berakhir, Chelsea berjalan keluar dari kamar.


Begitu berjalan keluar dari kamar, Chelsea pergi ke meja resepsionis untuk menanyakan situasinya.


"Liana sudah sadar, apakah bisa dikatakan bahwa dia sudah sembuh?"


"Tidak, dia secara selektif melupakan beberapa keadaan dan juga bisa mengingat keadaan sekarang, tapi situasi seperti ini tidak akan berlangsung terlalu lama, hanya sementara waktu."


Chelsea sedikit kecewa, dia mengira Liana sudah sembuh, "Kalau begitu, tolong kalian menjaganya dengan baik."


"Kami pasti akan menjaganya dengan baik, Dokter Tanjung juga menjaganya secara khusus, kamu bisa tenang."


Setelah Chelsea mengucapkan terima kasih, dia langsung berjalan keluar dari rumah sakit.


Jika Liana sudah mengatakannya seperti itu, maka Chelsea juga tidak akan memikirkan masalah itu. Rasa dendamnya sudah bisa dihapuskan sekaligus. Chelsea duduk taksi dan pergi ke perusahaan.


Di dalam taksi, pandangan Chelsea melihat ke luar jendela, melihat kota yang asing namun juga tidak asing ini.


Saat taksi melewati Grup Liam, gerbang Grup Liam dikelilingi oleh banyak orang, membawa spanduk dengan tulisan: Kembalikan uang keringatku.


"Pak, tolong behenti sebentar." Chelsea menurunkan jendela, melihat situasi yang ada di luar.


Supir melihat ke belakang dan berkata, "Kamu juga sudah mendengar, kan? Beberapa pengusaha yang tidak bermoral melakukan tindakan mengurangi bahan, bangunan masih belum selesai dibangun sudah mulai runtuh, pemilik yang sudah membayar uang benar-benar sangat sial, siapa yang berani tinggal di rumah seperti ini? Tapi jika tidak tinggal, uangnya juga tidak bisa dikembalikan, beberapa hari ini, tempat ini selalu dikelilingi oleh banyak orang, tapi aku juga tidak melihat ada hasilnya. Nona, apakah kamu ingin membeli rumah di sini?"


Chelsea menggelengkan kepala, "Tidak."


"Baguslah kalau begitu, banyak orang yang tidak mampu membeli rumah seumur hidup, beberapa orang harus bekerja mati-matian baru bisa membeli. Setelah muncul masalah seperti ini, takutnya banyak orang akan mati karena terlalu marah, bagaimanapun juga tetap pengusaha terlalu jahat, sehingga mencelakai banyak orang." Supir semakin berkata semakin marah, seolah-olah supir itu juga merupakan korban.


"Apakah kamu ingin turun di sini?" Tanya supir itu, jika berhenti di sini, itu sangat menghabiskan waktunya, dia masih perlu melakukan pekerjaannya.


"Tidak, ayo jalan saja." Chelsea menarik kembali pandangannya dan tidak melihat perusahaan itu lagi.


Semua ini tidak ada hubungannya dengan Chelsea.


Dengan cepat taksi berhenti di depan gedung Grup Greenwood, Chelsea membayar uang dan turun dari mobil, saat ingin berjalan maju, seorang pria yang mengenakan jas hitam berlari kemari, "Apakah Anda Nona Liam?"


Chelsea menoleh dan melihat pria itu dari atas sampai bawah, sepenuhnya merupakan wajah asing, Chelsea mencoba mengingat wajahnya namun dia memang tidak kenal dengan pria ini dan juga tidak pernah bertemu dengan pria ini.


Waktu itu pernah dicelakai, kewaspadaan Chelsea sudah sangat tinggi, dia tidak ingin mengakui identitasnya, dan bertanya: "Siapa kamu? Aku sama sekali tidak mengenalmu."


Supir itu juga tidak panik, dia sangat tenang, "Saya adalah supir dari Nyonya di rumah tempat saya bekerja, Nyonya ingin bertemu dengan Anda."


"Nyonya rumahmu?" Chelsea mengerutkan alis, pandangannya melihat mobil mewah berwarna hitam yang berhenti di tepi jalan.

__ADS_1


Seolah-olah orang yang duduk di dalam mobil bisa menyadari pandangan Chelsea, jendela mobil perlahan-lahan turun –


Supir melihat ke sana sesuai pandangan Chelsea, dia berkata, "Itu adalah Nyonya rumah Saya."


__ADS_2