Suamiku Yang Jahat Selalu Merayuku

Suamiku Yang Jahat Selalu Merayuku
bab 40


__ADS_3

...Bab 40...


... Kamu Menjadi Pendamping Perempuanku...


"Sekretaris Rati, gajinya akan dipotongkan?" Farida bertanya dengan agresif.


Lisa berbicara dari sudut pandang perusahaan, "Menurut peraturan perusahaan seharuusnya begitu."


"Sebenarnya ini hanya masalah kecil, aku tidak ingin mempermasalahkannya, tetapi ketika dia benar-benar terlambat tetapi dia berkata dia sudah meminta ijin, berbohong adalah perbuatan salah, ini mencerminkan kepribadiannya itu......"


"Dia sudah mengambil cuti." Farida senang menjatuhkan orang ketika mereka sedang kesusahan, tiba-tiba terdengar suara kecil yang memotong pembicaraannya.


Farida tertegun sesaat, dia merasa bahwa dia salah dengar, bisakah masalah pegawai seperti ini ditangani oleh Presiden Budiman?


Jelas tidak mungkin.


"Orang yang suka berbohong, pasti ada masalah di dalam dirinya, orang seperti ini seharusnya tidak bisa ada di perusahaan."


"Aku berkata yang sebenarnya, dia memang mengambil cuti, haruskah aku mengulanginya lagi?" Nada bicara Freddy menjadi tinggi, keras dan tegas, tetapi tidak menyudutkan siapa-siapa.


Farida sekarang mendengar jelas, sekali mungkin bisa salah, tetapi dua kali tidak mungkin lagi salah.


Merasa sangat sulit untuk dipercaya.


Hal semacam ini seharusnya ditanganin oleh Sekretaris Rati, kenapa atasan yang melakukannya?


Wanita ini dengan Presiden Budiman ada hubungan apa?


Sekali, dua kali......


"Sudahlah, kembalilah bekerja." Lisa menyuruh.


Hatinya tetap saja merasa gelisah.


Mata Chelsea secara tidak sengaja menyapu wajah tenang Lisa, tiba-tiba teringat akan perkataan Bibi Tani, Freddy tidak mencintainya, karena ada alasan tertentu.


Alasannya, berkaitan dengan kepergiannya ke Negara A.


Sebenarnya dia hanya ingin memikirkan itu sebagai suatu kebetulan.


Namun, kata-kata Liana dan Felix hari ini, membuatnya merasa khawatir.


Anak dalam kandungannya membutuhkan seorang figur Ayah.


Lisa mengikuti Freddy masuk ke dalam ruangan dan melaporkan seluruh rencana perjalanan, setelah selesai menutup agenda jadwalnya dan bertanya, "Perjamuan malam nanti, biarkan Nona Liam pergi bersamamu?"


Freddy tampak lelah dan memejamkan mata, terdiam beberapa detik, "Kamu yang akan menemaniku."


Lisa menghela nafas lega, "Kalau begitu aku akan pergi bekerja."


Menutup pintu ruangan kantor, Lisa kemudian berbalik, melihat Chelsea dibelakangnya, tiba-tiba dia terhenti.


"Sekretaris Rati, ada beberapa hal yang ingin kupelajari, bisakah aku berbicara?" Chelsea bertanya.

__ADS_1


Lisa kaget bahwa dia bisa tiba-tiba begitu inisiatif.


Dia penasaran apa yang akan ditanyakannya, "Boleh, mari kita mengobrol di kedai kopi bawah."


Mereka memakai lift, dua orang telah sampai dikedai kopi bawah.


Mencari tempat yang agak sunyi.


Keduanya terdiam, kopi telah tersedia, butuh beberapa saat untuk Chelsea membuka pembicaraan, "Nona Rati, apakah anda begitu membenciku."


"Freddy dan aku adalah pasangan dan secara tiba-tiba kita dipisahkan karena Nona Liam, apa yang akan dilakukan Nona Liam?" Lisa bertanya.


Chelsea meremas sendok dan dengan lembut mengaduk kopi di cangkir kopi, tanpa menumpahkannya.


"Kamu juga tahu, aku dan Tuan Budiman hanya kawin kontrak dan tenggang waktunya pun tidak lama, Nona Rati sepertinya terlihat gelisah dan sikap terhadapku sangat berjaga-jaga." Dia perlahan mengangkat pandangannya.


"Apakah seperti itu?" Lisa tersenyum kecil, sambil meyeruput kopinya.


"Aku dan kamu sama-sama tahu, kamu menyebarluaskan berita tentang kehamilanku, lingkungan tempat tinggalku, menyewa orang untuk melukaiku, lalu mencuci otak ibuku, melakukan semua ini untuk apa? Aku rasa Nona Rati lebih memahaminya." Lisa sangat pintar berakting, tetapi Chelsea juga tidak buruk dalam hal ini, dia berlagak seolah-olah semua sudah ada dalam gengamannya.


"Aku tidak tahu maksud Nona Liam, apa yang aku lakukan hanyalah wujud dari ketidakpuasanku atas penikahanmu dengan Freddy, jika Nona Liam ingin mengeluh, aku tidak peduli, Freddy akan berpihak padaku, aku hanya seorang wanita, seorang wanita yang mencintai seorang lelaki, yang lelakinya direbut oleh wanita lain, keadaan seperti ini semua orang pasti memakluminya." Dia tersenyum kecil dan menatap Chelsea, " Nona Liam yang memaksaku untuk melakukan ini, aku sudah tidak dapat menahan semua ini."


Chelsea tertawa, seperti mengekspresikan penuh misteri, membuat Lisa geram.


Nadanya cuek, "Apa yang kamu tertawakan?"


"Aku mendengar sesuatu yang menarik, apakah Nona Rati tertarik mendengarkan?"


"Apa?"


Jika ekspresinya berubah, itu memerlukan usaha dan kesabaran, tetapi dia mendapatkan petunjuk.


"Karena apa?" Lisa mulai gelisah tidak setenang sebelumnya.


"Aku hanya mendengar dari gosip-gosip disekitaran, Nona Rati jangan masukkan dihati." Chelsea berbicara setengah-setengah, sengaja membuat Lisa penasaran.


"Aku dan Freddy saling tulus mencintai, tentu saja ada yang tidak suka melihatnya, mereka semuanya iri padaku, Jika Nona Liam menanggapinya dengan serius, aku bisa apa." Lisa berdiri dan berkata, "Masih ada setengah bulan, apa yang menjadi milikku, akan kembali padaku."


Dia menatap Chelsea dan pergi meninggalkannya.


"Nona Rati bagaimana tahu kalau aku sudah hamil dua bulan?" Chelsea lalu juga berdiri.


"Aku sudah pernah mengatakannya, aku menebaknya."


Chelsea sambil berjalan, "Perut aku tidak seperti sedang hamil dan tidak bisa juga ditebak berapa lama umur kehamilanku, tetapi Nona Liam bisa menebak umur kehamilanku, walaupun wanita yang sudah pernah melahirkan susah untuk menebaknya, tetapi Nona Rati begitu hebat bisa menebaknya?"


"Atau hanya kebetulan saja? Aku hanya kebetulan menebak dan ternyata betul, apakah mungkin aku memiliki kemampuan itu?" Setelah habis berbicara Lisa pergi menuju lift.


Pintu lift perlahan-lahan meluncur ke atas dan di celah itu, menatap Chelsea.


Walaupun seperti menggertak, tetapi Lisa tahu pasti, Chelsea mengetahui sesuatu.


Kalau tidak, tidak aka nada pembicaraan hari ini.

__ADS_1


Tidak diketahui berapa banyak yang ditahu dan sejauh mana, Lisa pun tak tahu.


Kekuatan Chelsea keluar ketika saat tepat di pintu lift dan dia menggunakannya.


Fakta-fakta menyatakan bahwa dugaannya mungkin benar.


Tapi dia tidak bisa memahami detailnya.


Jika itu Freddy, mengapa wanita yang memperkenalkannya hari itu memberinya uang?


Mengapa Freddy......


Apakah hanya ingin untuk curhat? Dia tidak tahu, ini masih seperti misteri atau ada intrik tertentu.


Tetapi dia tidak bisa mengeceknya.


Waktu pulang kerja, dia seperti biasa pulang ke rumah.


"Hanya kamu seorang?" Bibi Tani melihat ke belakang Chelsea


Chelsea mengangguk-angguk, suasananya sedang tidak senang, waktu pulang kerja dia melihat Lisa megenakan pakaian cukup rapi dan masuk ke mobil.


Dia sekarang menerka-nerka sendiri ataukah mungkin Freddy benar-bennar mencintai Lisa?


Dulunya suka apa tidak suka, belum berhasil dia ketahui.


Dia sangat kacau.


"Kenapa kamu tidak pulang dengan Tuan Muda?" Dua orang sering berinteraksi, baru bisa timbul perasaan cinta.


"Dia dengan Nona Rati sedang keluar." Chelsea merasa hatinya lelah, setelah dia menebak-nebak, sikapnya terhadap Freddy sudah berubah.


Bibi Tani menghela nafas, "Kamu harus bekerja keras."


Chelsea tertawa, tidak ingin lagi membahas topik ini, sengaja berkata, "Aku sedikit lelah dan ingin tidur."


Bibi Tani jelas memperhatikan bahwa dia sedang dalam suasana hati yang buruk, "Kamu istirahatlah, aku akan membuat makan malam dan memanggilmu jika sudah selesai."


Chelsea menyetujuinya dan masuk ke dalam kamarnya.


Dia berbaring di tempat tidur dengan perasaan sangat lelah, perlahan-lahan menutup matanya dan benar-benar ingin tidur sebentar, ketika dia akan tertidur, ponselnya berdering.


Dia meraih ponselnya dan mengangkatnya.


"Chelsea, bisakah kamu mebantu kakak?


Suara itu......


Chelsea langsung tidak mengantuk, dia duduk, "Bicaralah."


"Aku ada pesta yang harus dihadiri, kamu menjadi pendamping perempuanku."


Chelseaya berkata, "Oke."

__ADS_1


"Berikan alamatmu padaku, aku akan menjemputmu."


__ADS_2