Suamiku Yang Jahat Selalu Merayuku

Suamiku Yang Jahat Selalu Merayuku
bab vr46


__ADS_3

...Bab 46 ...


...Aku Akan Membantumu...


Wajah Chelsea penuh dengan ekspresi bingung, tidak ada obat bius di dalam kotak obat ini, jika ada pun Chelsea juga tidak akan menggunakannya, karena dia tidak pernah belajar keterampilan medis, lagipula obat bius tidak boleh digunakan secara asal.


Bagaimana cara menghilangkan rasa sakit?


"Itu, bagaimana jika kamu pergi ke rumah sakit saja, aku lihat lukamu cukup parah..."


Hembusan nafas yang hangat tiba-tiba mengenainya.


Pada detik selanjutnya, bibir Chelsea dicium, Chelsea terbengong sejenak, kemudian mengangkat tangan hendak mendorong Freddy, tapi kedua tangannya malah ditangkap terlebih dahulu, membuat Chelsea tidak bisa bergerak.


Ciumannya lebih intens daripada sebelumnya, lidah Freddy membuka bibir Chelsea, memutar dan menjilat setiap sudut lidah Chelsea.


Tubuh Chelsea menegang, tetapi juga sedang memejamkan mata dan menikmati ciuman itu.


Apakah ciuman ini sama dengan ciuman pada malam itu.


Tiba-tiba saja jantungnya berdegup dengan kencang, seolah-olah akan keluar dari dadanya.


Chelsea ingin melupakannya, tapi malah mengingat dengan jelas perasaan itu.


Dibandingkan dengan Freddy, perasaan Chelsea lebih dalam. Tapi Freddy tidak sadar, pikirannya kacau, sama sekali tidak ingat masalah yang terjadi pada malam itu dan ingatannya samar, Freddy hanya tahu dengan jelas bahwa dirinya menyetubuhi seorang wanita dan menghancurkan kesucian wanita itu.


Freddy mempunyai rasa tanggung jawab.


Dorongan dan keindahan yang diberikan oleh Chelsea kepadanya adalah hal yang tidak pernah dia dapatkan dari Lisa.


"Kamu tidak takut?" Mata Freddy sangat indah, seperti dipenuhi dengan genangan air, jernih dan dalam, bercampur dengan semacam emosi yang tidak bisa dimengerti oleh orang. Freddy menatapnya, "Apakah kamu tidak tahu bahwa situasi saat itu sangat bahaya?"


Freddy benar-benar tidak menyangka, Chelsea bisa menerkamnya.


Napas Chelsea terhenti sesaat, tentu saja takut, bagaimana bisa tidak takut, hanya saja situasi pada saat itu membuatnya kehilangan akal sehat, sehingga dirinya baru melakukan hal seperti itu.


Jika dia membiarkan Chelsea tenang selama tiga detik, mungkin Chelsea tidak akan melakukan hal itu.


Sekarang, hal yang dipikirkan oleh Chelsea adalah kenapa Patricia bisa melakukan hal-hal yang begitu tidak masuk akal, dorongan seperti apa yang Patricia terima?


Ketika dia pergi ke rumah keluarga Lin bersama dengan Freddy pada hari itu, apakah terjadi sesuatu?


Pandangan Freddy melihat bibirnya yang basah, kali ini meski Chelsea tetap menghindar, tapi tidak begitu keras kepala seperti sebelumnya.


Apakah karena sudah terbiasa dengan ciumannya?


"Apa yang kamu pikirkan?" Freddy mengambil kain kasa dan membalut lukanya.


Chelsea baru saja melamun, begitu melihat Freddy sedang membalut luka, dia berkata, "Masih belum selesai membersihkan lukanya –"


"Tidak apa-apa." Kata Freddy dengan nada datar.


Chelsea melihat gerakan di tangan Freddy, kemudian menanyakan keraguannya, "Apakah Patricia sudah gila? Beraninya dia datang ke sini membuat keributan, pada hari itu kamu benar-benar tidak menyentuhnya –"


Tatapan Freddy menjadi dingin dan suram, apa maksud dari perkataan Chelsea?

__ADS_1


Apakah sedang mencurigai Freddy?


Ini adalah sebuah hal yang membingungkan, bagi Chelsea, Patricia bisa tidak memedulikan nyawanya sendiri dan datang ke sini untuk membuat keributan, itu pasti terjadi sesuatu yang besar, kalau tidak, dia tidak akan begitu gila.


"Aku tidak melakukan apapun!" Freddy hampir berteriak.


Chelsea sebenarnya menganggap Freddy merupakan orang yang seperti apa? Pria yang bisa melakukan **** dengan sembarang wanita?


"Kalau begitu, kenapa Patricia akan datang ke sini untuk membuat keributan bahkan hingga ingin membunuhmu? Meski tindakan ini sangat konyol, tapi jika tidak ada hal besar yang terjadi dia pasti tidak akan melakukan hal yang begitu gila."


Chelsea tidak mengerti meski sudah dipikir bagaimanapun, tapi Freddy tahu, takutnya masalah ini berkaitan dengan Tom, tatapan Freddy semakin suram.


Freddy tidak berbicara, Chelsea mengira bahwa Freddy juga tidak tahu.


"Tidak apa-apa. Kalau begitu, aku pergi kerja dulu." Chelsea merapikan kotak obat dengan membawa rasa penasaran di dalam hati. Freddy mendengus, sepertinya teringat sesuatu, dia mengingatkan, "Dua hari ini, Tom mungkin akan datang untuk mencarimu."


Gerakan Chelsea berhenti, menoleh dan melihatnya, "Bagaimana kamu bisa tahu?"


Setelah bertanya, Chelsea sepertinya menyadari sesuatu, "Masalah berkaitan dengan Grup Liam apakah juga berkaitan denganmu?"


Chelsea tidak tahu spesifiknya, tapi masalah ini pasti ada hubungannya dengan Freddy.


Kalau tidak, Patricia tidak akan gila seperti ini.


"Kenapa harus seperti itu?" Chelsea tidak kasihan pada Patricia dan juga tidak kasihan pada Tom, dia hanya sedikit tidak mengerti dengan cara yang dilakukan oleh Freddy.


Freddy tersenyum dingin, "Mengizinkannya melakukan tindakan jahat, tapi tidak mengizinkanku melakukannya?"


Chelsea malah menghirup nafas dingin, apakah dia sedang dendam pada masalah yang terjadi pada malam itu?


Saat Chelsea selesai merapikan kotak obat dan hendak berjalan keluar, pintu kantor diketuk dari luar.


Freddy berdiri, berjalan ke depan meja dan duduk, kemudian menjawab dengan nada datar, "Masuk."


Kiki membawa dokumen di tangannya membuka pintu dan berjalan masuk, begitu melihat Chelsea ada di dalam kantor, dia terbengong senjenak, tidak menyangka bahwa Chelsea bisa muncul di sini.


"Ini adalah semua informasi tentang Grup Liam." Kiki menyerahkan dokumen itu.


Begitu mendengar Grup Liam, Chelsea menghentikan langkah kakinya, dia ingin mencari sesuatu yang tidak diketahui olehnya.


"Apakah kamu ingin lihat?" Freddy bisa membaca pikiran Chelsea, dia bertanya padanya.


Chelsea mengangguk, dia menjawab dengan jujur, "Iya."


Freddy tidak mengulurkan tangan untuk mengambil dokumen itu, tapi mengangkat dagu ke arah Kiki, "Serahkan kepadanya."


Kiki terbengong.


Kenapa hubungan antara Chelsea dan Presiden Budiman sudah begitu dekat?


Kiki mengedipkan matanya, dia tidak mengerti pikiran Freddy.


"Asisten Kiki?" Chelsea mengulurkan tangan, tapi Kiki tidak menyerahkan dokumen itu kepadanya, Chelsea menyadarkannya dengan nada kecil.


"Hah… oh, ini." Kiki menyerahkan dokumen itu, "Ini adalah informasi keuangan Grup Liam selama beberapa tahun ini." Dia berkata lagi dengan nada mencibir, "Setiap tahun semakin buruk."

__ADS_1


Kiki bukan memandang rendah pada Tom, tapi Tom sama sekali tidak bisa membuat orang menganggapnya tinggi.


Grup Liam sudah termasuk perusahaan keluarga yang diturunkan dari waktu sebelumnya, perusahaan itu didirikan oleh Kakek Tom, meski perusahaan tidak berkembang dengan luas, tapi perkembangan perusahaan juga termasuk dalam kondisi stabil.


Namun, begitu perusahaan diwariskan kepada Tom, dia mengambil alih tidak sampai dua puluh tahun, namun perusahaan sudah mengalami kondisi krisis sebanyak dua kali, pertama kalinya pada 19 tahun yang lalu, itu hampir membuat perusahaan tutup. Setelah itu, Tom menikah dengan Liana, sehingga baru bisa menyelamatkan perusahaan yang hendak bangkrut.


Kali ini, perusahaan bisa dalam kondisi bahaya juga karena tindakan Tom, bahkan Freddy tidak perlu ikut campur, Tom juga tidak bisa bertahan.


Chelsea dulu sudah tahu bahwa perusahaan milik Tom mengalami masalah, tapi tidak tahu masalahnya begitu parah.


Sebelumnya, Chelsea menyuruh Tom bercerai dengan Patricia, Tom masih sedikit tidak tega, tapi sekarang bisa membuat Patricia menjadi seperti ini, takutnya kondisi Tom juga tidak baik.


Chelsea tidak mempunyai rasa senang balas dendam, tapi malah sedih mendengarnya.


Chelsea meletakkan dokumen itu, kemudian mengambil kotak obat dan berjalan keluar.


Seperti yang diduga oleh Freddy.


Setelah pulang kerja dan tiba di vila, Tom sudah ada disana.


Mungkin Tom ingin meminta bantuan, barang-barang kemarin yang tidak diberikan kepada Chelsea, dia mengantar semuanya ke sini, bahkan piano itu juga diantar olehnya.


Bibi Tani yang tahu bahwa Tom adalah ayah dari Chelsea, tentu saja melayaninya dengan antusias.


"Ayahmu sudah lama menunggumu, dia juga mengatakan bahwa dia sudah menyuruh orang mengantar barang-barang yang kamu sukai sebelumnya, dia takut kamu tidak terbiasa dengan barang-barang di sini." Bibi Tani mengantar teh, begitu melihat Chelsea pulang, dia langsung berkata.


Chelsea menoleh dan melihat Freddy, tidak ada ekspresi apa pun di wajahnya. Satu tangannya sedang melepas kancing jasnya, Chelsea mengulurkan tangan, "Tanganmu terluka, biarkan aku yang membantumu untuk melepaskannya."


Freddy mendengus dan menurunkan tangannya, membiarkan Chelsea membantunya.


Begitu melihat tindakan mereka berdua, senyuman di wajah Bibi Tani semakin lebar, ekspresinya bahagia, mereka semakin terlihat seperti suami istri.


Tom berdiri, dia sedikit panik.


Tidak menyangka bahwa hubungan Chelsea dengan Freddy sangat baik.


Sampai sekarang, Tom tidak merasa penampilan Chelsea sangat cantik, bagaimana bisa Freddy tertarik padanya?


Chelsea menggantungkan jas Freddy di gantungan, kemudian baru berjalan menuju Tom, berkata dengan wajah tanpa ekspresi, "Kamu datang ada urusan apa?"


Saat ini, Tom baru menyadari satu hal, Chelsea tidak pernah memanggilnya Ayah sejak dia pulang dari luar negeri, dia terus memanggilnya dengan sebutan 'kamu'.


Apakah ini merupakan dendam akibat Tom mengirim Chelsea ke luar negeri?


"Chelsea –" Setelah ragu-ragu sejenak, Tom berbicara.


Tom sudah hampir menjadi orang miskin, mungkin saja akan masuk penjara, bagaimana mungkin masih ada muka?


Chelsea duduk di sebelah Freddy, di depan Tom. Chelsea sengaja ingin berakting di depan Tom.


Dia ingin membiarkan Tom merasa hubungannya sendiri dengan Freddy sangat baik.


"Barang-barang kemarin yang diberikan kepadamu masih tidak lengkap, piano ini adalah kado ulang tahun yang diberikan Ibumu kepadamu, aku sengaja mengantarnya untukmu –"


"Langsung katakan masalahnya saja, aku rasa kamu juga tidak mempunyai niat baik, datang melihatku dan mengantar barang untukku, pasti ada maunya."

__ADS_1


__ADS_2