
Fajar Kafe.
Di kafe ini lah tempat di adakan nya pertemuan Ken dengan klien nya yang bernama Tuan Hermawan.
" Maaf aku terlambat " kata Ken dengan nada datar dan langsung mendudukkan bokong nya ke sebuah kursi yang berada di depan tuan Hermawan.
" Tak apa Tuan muda Ken. Senang bertemu dengan anda Ken Wesly Celgon ." sapa Tuan Hermawan dengan ramah sambil mengulurkan tangan nya.
" Senang bertemu dengan anda juga Tuan Hermawan. " sapa Ken balik sambil menerima uluran tangan dari Tuan Hermawan.
" Bagaimana kabar anda Tuan Ken ? Saya dengar dengar belakangan ini berita anda sedang hot di media sosial dengan seorang model ternama " kata tuan Hermawan mencoba basa basi.
" Hmmm siapa namanya ya ?? Maaf saya lupa " sambung nya lagi.
Ken yang mendengar nya hanya senyum sembari menjawab
" Saya baik . Dan untuk berita itu , itu semua hanya lah hoax untuk membuat media panas saja . Tak lebih " jawab Ken dengan tegas dan raut wajah yang tak dapat ter baca.
" OOO begitu . Berarti saat ini status anda sedang single dong tuan Ken ?? " tanya Tuan Hermawan lagi
Entah kenapa Rio tidak terlalu menyukai Tuan Hermawan. Karena menurut nya , hal hal yang di pertanyakan oleh Tuan Hermawan tidak ada sangkut pautnya dengan masalah bisnis dan terlalu bersifat pribadi.
Namun Rio juga tak mau membuat Ken malu dengan sikap nya , jika ia menegur tuan Hermawan secara langsung.
__ADS_1
" Kalau untuk itu sendiri jawab nya adalah Tidak. Saya sudah memiliki pendamping dan profesi nya juga adalah seorang model tapi dia tinggal di Amerika" jawab Ken apa adanya.
Karena memang sebenarnya Ken sudah memiliki seorang kekasih yang begitu cantik dan berprofesi sebagai seorang model di Amerika . Namun karena ia adalah Pengusaha serta artis terkenal, Ken dan pacar nya pun akhirnya memilih untuk merahasiakan hubungan mereka dari publik.
Tuan Hermawan yang mendengar nya hanya bisa tersenyum kecut . Jujur di dalam hati, ia sangat berharap dari pertemuan nya malam ini dengan seorang tuan muda Wesly Celgon ia akan mendapatkan keuntungan besar.
Bukan hanya untuk meningkatkan bisnis nya , namun juga untuk mendapatkan menantu idaman seperti Ken.
" oh begitu ya Nak Ken. Padahal tadi nya saya ingin memperkenalkan putri saya untuk nak Ken . Tapi tak apalah mungkin kalian belum berjodoh." kata Tuan Hermawan sambil tersenyum paksa kepada Ken .
" Oh pak Hermawan mempunyai seorang putri ?? " tanya Ken seraya basa basi.
" Tentu nak Ken . Lihat ini foto nya . Ini anak perempuan pertama saya . Nama nya adalah Giselle, dia cantik bukan ?? " kata tuan Hermawan sambil memperhatikan sebuah foto dari HP nya. Foto seorang gadis seksi bertumbuh tinggi dengan rambut panjang terurai sedang berpose di sebuah pantai yang indah.
" Cantik dari mana ? gaya nya saja seperti Tante Tante genit !! Menjijikkan!! " kata Rio di dalam hati sambil menatap foto itu dengan datar .
Ken yang melihat itu hanya bisa memaksakan senyum terbaik nya . Walaupun dalam hati ia sedikit kesal dengan tuan Hermawan. Bukannya membahas mengenai bisnis , dia malah asik memperkenalkan putri putri nya yang bergaya layak nya seorang ****** di mata Ken.
Pembicaraan ketiga nya pun berlanjut . Yang awalnya membahas mengenai masalah pribadi, kini ketiga nya mulai bersikap profesional dan membahas beberapa kesepakatan antar perusahaan.
πππ
Jam menunjukkan pukul setengah satu pagi.
__ADS_1
Ken baru saja sampai ke apartemen milik nya .
Tadi setelah selesai pertemuan dengan Tuan Hermawan, Ken tiba tiba mendapat telepon dari para sahabat nya yang lain.
Mereka mengajak Ken untuk bersenang-senang sejenak. Ken pun tidak bisa menolak dan akhirnya pergi menuju club yang sudah di beritahukan oleh salah seorang sahabat nya. Dan tentu nya Rio ikut bersama Ken ke club tersebut.
" Apa dia sudah tidur ?? " tanya Ken sembari memperhatikan sekeliling mencari keberadaan Kim .
Karena tak ingin gelisah nanti nya , Ken pun memutuskan untuk memeriksa Kim di dalam kamar nya .
Ceklek
Pintu kamar itu di buka secara perlahan, lalu Ken pun masuk dengan mengendap-endap layak nya seorang maling.
" Dia sudah tidur rupanya . " kata Ken dengan lega .
Dengan keberanian yang besar, Ken pun mulai duduk di pinggir ranjang dengan perlahan.
Tangan kekar Ken mulai terulur untuk mengusap wajah cantik dan Damai Milik Kim itu.
" Memar ??? " gumam Ken terkejut ketika tak sengaja melihat sesuatu berwarna biru di wajah Kim yang ia yakini adalah sebuah memar yang cukup parah.
Bagaimana kelanjutan ceritanya??
__ADS_1
Jangan lupa like vote serta komen ya guys...
Biar author semangat ngelanjut ceritanya βΊοΈ