Sugar Baby Om Tampan

Sugar Baby Om Tampan
Sebuah kalimat perpisahan ??


__ADS_3

Setelah pulang sekolah, Kim pun berencana untuk pergi berjalan jalan sebentar bersama dengan citra.


Namun pada saat diri nya ingin melangkah masuk ke mobil milik Citra, tangan nya tiba tiba di cekal oleh seseorang dan di paksa masuk ke dalam sebuah mobil Avanza hitam.


" Hei... lepasin gak !! Gua bisa teriak sekarang juga kalau Lo gak lepasin tangan gua !! " ancam Kim kepada laki-laki berjaket hitam serta wajah yang ditutup dengan masker beserta kacamata hitam juga.


Laki laki itu tak menjawab ataupun menanggapi ancaman kim , dia terus membawa paksa Kim dan memasukkan nya ke dalam mobil sesuai perintah seseorang.


" Huh dasar sialan !! Berani sekali kalian menculik ku !! Apa kalian tidak tahu siapa aku !! " teriak Kim dengan sorot mata menatap tajam orang yang berada di samping nya serta seseorang yang menculik nya tadi.


" emangnya kau siapa..." kata laki laki di samping Kim membuka suara.


"o-om Tampan... kau kah itu ?? kenapa kau menculik ku !! " kata Kim heran


" aku tidak menculik mu , aku hanya sedang menuruti permintaan mu semalam " jawab nya dengan datar dan juga santai


" Haaa ?? Aku tak salah dengar bukan ??"


" Apa kau tuli !? " bukan nya menjawab , Ken malah balik bertanya dan membuat Kim begitu kesal dengan orang yang berada di samping nya ini.


" Ya aku tuli !!! Dan kau adalah orang yang tak peka Om !! Aku sudah tak mau pergi dengan mu , semalam itu sudah basi !! " kata Kim menjawab dengan ketus.


" oh benar kah ?? Trus kenapa kau harus marah ? " tanya Ken kali ini dengan menatap Kim dalam.


Kim yang di tatap seperti itu , menjadi salah tingkah. Namun dengan cepat, Kim pun kembali mengubah ekspresi wajah nya.


" Siapa bilang aku marah , Aku hanya kesal saja , lagian siapa coba yang tidak kesal jika permintaan nya itu di tolak mentah-mentah oleh seseorang yang sangat ia cintai !! " kata Kim tanpa sadar telah mengungkapkan isi hati nya.


Ken pun tersenyum tipis mendengar nya , hati nya serasa sedang berbunga bunga saat Kim mengutarakan pendapat nya.


Setelah Kim mengatakan kalimat terakhir nya , tak ada ucapan yang keluar dari mulut kedua nya lagi , mereka sama-sama larut dalam pikirannya masing-masing.


πŸ‘€πŸ‘€πŸ‘€


" kita mau kemana om ?? " dan akhirnya Kim pun yang memulai percakapan di antara keduanya.


" Restoran " jawab nya singkat.


Kim pun tak bertanya atau pun berbicara lagi dengan Ken , diri nya sedang sibuk memainkan telepon miliknya sembari mengabarkan kepada citra , bahwa rencana mereka untuk jalan jalan santai di undur saja.


πŸ‘€πŸ‘€πŸ‘€


Sesampainya di sebuah restoran yang begitu mewah , keduanya turun dan langsung memasuki restoran tersebut.


" Kau ingin pesan apa ? "


" Daging steak, nasi goreng seafood , sushi , jus jeruk, jus apel , dessert box dan terakhir... " kata Kim menjeda omongan nya dan membuat Ken serta sang pelayan menatap Kim dengan penasaran.


" Apakah di sini ada yang jual Pete Ama jengkol ? "


Pffffff


Pelayan itu mencoba menahan tawa nya mendengar ucapan Kim yang terlalu polos itu.


" Tak usah dengar ucapan nya tadi , Pergilah !! " kata Ken mengusir pelayan tersebut.


πŸ‘€πŸ‘€πŸ‘€


" Kau ini bisa tidak normal sebentar saja !! Kau membuat ku kehilangan muka di depan seorang pelayan !! " kata Ken menatap tajam Kim setelah sang pelayan pergi meninggalkan mereka berdua.


" Yaelah om , Kim kan tadi cuman bercanda , ngapain harus marah sih !! " Jawab Kim santai


" Huh terserah mu saja" kata Ken pasrah dengan Kim si keras kepala.


Tak lama setelahnya , pesanan mereka pun akhirnya sampai dan mereka melahap semua makanan dengan cepat


πŸ‘€πŸ‘€πŸ‘€


" Kita mau kemana lagi om ? " tanya Kim ketika keduanya sudah sampai di mobil.

__ADS_1


Ken tak menjawab bahkan mungkin tak mendengar apapun dari mulut kim , ia terlalu sibuk dengan laptop yang ada di pangkuan nya sembari mengirim pesan dengan seseorang.


Kim yang melihat nya hanya bisa mendengus pelan , dan tak bisa berbuat apa-apa.


Selama perjalanan, kedua nya kembali diam tanpa topik sedikit pun.


Kim yang merasa bosan , akhirnya memilih ikut memainkan ponsel miliknya.


πŸ‘€πŸ‘€πŸ‘€


Selama lima belas menit lamanya , akhirnya kedua nya sampai di sebuah bioskop yang begitu besar .


Kim yang melihatnya pun hanya bisa menganga tak percaya karena dirinya diajak ke tempat seperti ini.


"O-om serius kita bakal nonton di sini ? " kata nya menunjuk ke arah gedung bioskop .


" Hmmm " jawab nya singkat lalu menarik tangan Kim untuk masuk ke dalam.


Mereka pun menghabiskan waktu berdua di dalam bioskop, dengan berbagai film yang ingin mereka tonton.


Selama film berlangsung, kedua nya begitu asik dan terus berpegangan tangan walau banyak yang mengiri melihat nya.


πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


Jam menunjukkan pukul 7 malam , dan saat ini kedua insan itu sedang berada dalam mobil menuju ke suatu tempat.


Keduanya benar benar menghabiskan waktu bersama sepanjang hari , tanpa memikirkan seseorang yang begitu mengkhawatirkan mereka.


lima belas menit kemudian, mereka pun sampai ke sebuah restoran di pinggir pantai dengan pemandangan yang begitu indah.


Lagi lagi , Kim di buat takjub dengan pemandangan yang di suguhkan oleh Ken kepada nya.



" kita akan makan di sini om ? "


" Ya "


Satu jam lamanya keduanya menikmati makan malam romantis mereka sembari memandangi pemandangan laut yang begitu indah.


Setelah selesai menghabiskan makan malam , kedua nya memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar di sekitar pantai.


" Tangkap aku om..... !! " teriak Kim lalu berlari mengitari pantai itu


Karena tak ingin Kim kenapa Napa , dengan terpaksa Ken pun mengejar nya.


Bugghh....


Keduanya tiba tiba terjatuh dengan posisi Kim yang berada di bawah dan Ken yang berada di atas .


Manik mata keduanya bertemu , tak ada jarak sedikit pun di antara mereka , bahkan hembusan nafas keduanya sama sama mereka rasakan.


Hmmpppp


Ken tiba tiba mencium Kim dengan lembut , ciuman itu lama kelamaan semakin dalam , membuat keduanya hanyut dalam kenikmatan di sertai hembusan angin di malam hari.


Drrrttt


Ponsel Ken tiba tiba berdering , membuat keduanya pun tersadar dan langsung bangkit berdiri walau keadaan menjadi sedikit canggung.


Ken pun dengan cepat meraih ponsel yang ada di saku nya, lalu mencoba melihat siapa yang menelepon diri nya ,


" My lovely " yang tak lain adalah Sonya .


Ken bingung antara menjawabnya atau tidak , karena ia tak mau Kim mendengar suara Sonya begitu pun sebaliknya.


" Om... "


" hmmmm " dengan cepat Ken pun akhirnya memutuskan sambungan telepon, dan mematikan total telepon miliknya.

__ADS_1


" boleh Kim meluk om gak ?? "


Jujur Ken tak tahu harus bereaksi apa.


Karena tak mendengar jawaban apapun dari mulut Ken , dengan berani Kim pun langsung memeluk Ken walau ia tahu Ken pasti akan marah dengan nya.


" Om... "


"hmmm "


" jika suatu hari nanti , Kim menghilang dan tak menampakkan diri lagi , om jangan cari Kim ya"


" menghilang ?? Lo pikir , Lo itu jin gitu yang bisa hilang dan muncul kapan saja ! " kata Ken kesal setelah mendengar omongan Kim yang tampak tak masuk akal sama sekali.


" Bukan gitu om , Tapi yang pasti om jangan cari Kim ya , mungkin semua itu Kim lakuin karena Kim udah menyerah untuk dapetin hati om , lagian kan kekasih om dah datang, dan tentu nya Kim dah bisa pergi ninggalin om dengan tenang nantinya "


Deg


Perasaan Ken tiba tiba berubah setelah mendengar ucapan yang keluar dari mulut kim .


Kalimat itu seperti sebuah kalimat perpisahan antara diri nya dengan Kim , Apakah itu memang benar??


Seharusnya ia senang mendengar nya , namun berbeda dengan saat ini , diri bahkan merasa kan ketakutan yang begitu dalam , dan ken mulai membayangkan bagaimana dirinya hidup tanpa gadis menyusahkan itu.


Keringat ketakutan mulai mengalir begitu deras di dalam dirinya , Ken bingung dan tak tahu mengapa hal itu terjadi bagi diri nya !!


Tapi yang jelas , dirinya memang merasakan ada yang aneh saat ini dengan perasaan nya , Reflek Ken pun langsung memeluk tubuh Kim yang berada dalam pelukannya itu dengan begitu erat , seperti menyalurkan ketakutannya terhadap Kalimat yang baru saja terucap tanpa beban oleh Kim sendiri.


Benarkah hal itu akan terjadi ??


Apakah dirinya bisa hidup dengan tenang , tanpa gangguan dari bocah menyusahkan ini lagi ?


Semua pernyataan itu tiba-tiba langsung muncul di benak Ken.


***


Setelah selesai menghabiskan waktu sepanjang hari , keduanya pun memutuskan untuk kembali pulang ke rumah masing-masing.


Di perjalanan pulang , Ken tertidur dengan nyenyak , dengan posisi dirinya yang bersandar ke bahu kiri milik Kim.


Kim sama sekali tak keberatan, bahkan dirinya sempat memfoto wajah Ken yang tampak kelelahan itu.


" Mungkin ini adalah kesempatan terakhir ku untuk bersama mu om , entah kenapa aku begitu meyakini nya !! " lirih Kim sembari menatap jalanan yang masih di penuhi oleh beberapa pengunjung.


Rio sebagai sang supir , hanya melihat interaksi keduanya dari kaca spion.


Awalnya ia tak terlalu kepo dengan urusan bos sekaligus sahabat nya itu, namun pada saat dirinya melihat Kim yang tampak sedang menahan tangis , membuat Rio menjadi kepo tingkat dewa.


" Apa yang terjadi di antara mereka ?? kenapa dia tiba tiba menangis , apa Ken mengatakan sesuatu yang kasar kepada nya ?? " seribu pertanyaan mulai muncul di dalam benak hatinya.


Namun ia tak berani mengungkapkan nya kepada siapapun ,


Setengah jam kemudian , Kim pun sampai di persimpangan rumah nya.


Dengan perlahan ia mulai menyingkirkan Kepala Ken dari bahu nya itu.


" Selamat malam om... " kata nya sambil mencuri ciuman di pipi Ken.


Rio hanya melihat tanpa menegur Kim sedikit pun , ia merasa bahwa suasana hati perempuan itu pasti sedang sedikit buruk.


" Aku pulang kak Rio , terima kasih karena sudah mau mengantar ku... " kata nya pamit lalu keluar dari dalam mobil.


Rio hanya melihat nya dan mengangguk , dan setelah Kim keluar, ia pun pergi melajukan mobil Ken kembali ke mansion utama.


πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


Bagaimana kelanjutan ceritanya??


Kira kira benar gak ya , kalau Kim bakal menyerah buat dapatin hati nya Ken ??

__ADS_1


Jangan lupa like vote serta komen ya guys...


Biar author semangat ngelanjut ceritanya ☺️


__ADS_2