
Setelah kejadian makan siang tadi , Ken terus memikirkan perkataan Kim yang seperti pepatah yang sedang memberi nasihat.
Bahkan sampai di perjalanan menuju restoran yang sudah ia janjikan dengan tuan Hermawan, Ken masih terus memikirkan nya.
" Rio , bagaimana menurut mu sikap ku selama ini !? " tanya nya tiba tiba dan membuat Rio sedikit terkejut.
" Ada apa ini !! Angin serta hujan dari mana yang menghasut nya mengatakan hal itu ? " tanya Rio bingung dalam hati.
"hmmmm untuk soal itu , kau sudah menunjukkan sikap layak nya seorang CEO yang hebat serta berwibawa. "
" Tapi kau begitu kejam terhadap karyawan mu terutama diri ku. Kau juga tak pernah menghormati orang sekitar mu ! " lanjut Rio tapi dalam hati , ia terlalu takut untuk mengutarakan perasaannya ini.
" Kau benar !! Dia saja yang tak tahu menilai ku !! " kata Ken dengan nada angkuh
" Dia ??? Apa jangan jangan.... nona Kim??
Kalau memang benar dia yang berkata seperti itu , aku sangat berterima kasih kepada nya. Dan mudah mudahan pikiran tuan muda terbuka " doa nya dalam hati.
πππ
Di lain tempat , tepat nya di sebuah mansion mewah, seorang gadis cantik yang tak lain adalah Kim , sedang mengendap-endap masuk ke dalam rumah nya.
Ia begitu enggan untuk bertemu dengan anggota keluarga nya lagi .
Tap
Bahu Kim tiba tiba di sentuh dan membuat jantung Kim berdetak seribu kali lipat dari biasanya.
" oh my God !! mati lah aku ! " kata nya dalam hati lalu membalikkan badannya.
" Nona.... apa anda baik baik saja ? " dan ternyata orang yang menyentuh pundak kim adalah maid nya sendiri.
" oh syukurlah ternyata bibi .... Aku pikir mereka !! " kata nya dengan jantung yang ingin sekali copot dari tempat nya.
" Mereka?? oh maksud nona Tuan Hermawan dan yang lain ya ? Mereka semua sedang pergi nona, bahkan baru saja berangkat ! " terang sang maid.
" Kemana bik ?? "
" Hmmm untuk soal itu bibi kurang tau non, tapi yang pasti bibi senang mereka pergi setidaknya nona gak kena hukum lagi !! " kata maid tersebut dengan penuh kegembiraan.
Kim yang melihat nya pun tersenyum hangat. Para pelayan disini begitu menyayangi diri nya .
Bahkan pernah ada satu pelayan yang di pecat secara tidak hormat hanya gara gara membela Kim pada saat diri nya di hukum, oleh sebab itu Kim tak pernah mengijinkan seseorang untuk membela nya kembali .
__ADS_1
Setelah berbicara dengan maid tadi ,Kim pun segera mandi dan meraih handphone yang ada di atas nakas.
Ia mengirim pesan kepada seseorang yang tak lain adalah Ken.
" Om sibuk gak ? "
^^^" Ya aku sedang^^^
^^^ada pertemuan^^^
^^^penting dengan^^^
^^^klien!! "^^^
" oh ya sudahlah "
Pesan yang begitu singkat itu berakhir.
Kim sedikit sedih karena tak dapat bersama Ken , tapi diri nya juga bersyukur setidak nya ia tak mendapat kekerasan dari keluarga nya untuk sementara.
πππ
Di sebuah restoran mewah yang akan menjadi tempat pertemuan Ken dengan Tuan Hermawan yang bernama Galaxy resto .
Ken ternyata sedikit terlambat karena tadi terjadi kemacetan yang begitu parah.
" Tak apa nak Ken , duduk lah ! "
Ken sedikit terkejut melihat banyaknya orang yang ada di ruangan private ini. Diri nya pikir hanya akan ada tuan Hermawan seorang, namun nyata nya seluruh keluarga tuan Hermawan ada di sini.
" hmmm maaf membuat anda sedikit heran tuan Ken , ini adalah keluarga ku. Di samping ku ini adalah istri ku namanya adalah Mei . Dan yang ini adalah anak kedua ku namanya Giselle serta yang berada di samping nya adalah anak bungsu ku , namanya winda " kata Tuan Hermawan memperkenalkan keluarga nya.
Ken hanya menatap mereka datar , tak terpikir oleh nya untuk menyapa atau membalas senyum yang sudah mereka berikan.
" Oh baiklah tuan Hermawan, langsung saja kita mulai !! " kata Ken tegas dan tak mau membuang waktu berharga nya.
Satu jam kemudian, perbincangan hangat seputar bisnis pun akhirnya selesai.
Ken yang ingin segera pergi dari sana , di halangi oleh Tuan Hermawan yang memintanya untuk menunggu sebentar.
Sebenarnya Ken sudah muak dengan keluarga ini, namun karena menghormati tuan Hermawan sebagai rekan bisnis nya , mau tak mau Ken pun menurut.
" Oh ya kak Ken , bagaimana tipe perempuan idaman kakak?? " tanya Giselle terus terang.
__ADS_1
Tuan Hermawan dan Nyonya Mei yang melihat anak nya mengambil tindakan pun tersenyum bahagia.
Berbeda dengan Ken , yang tampak risih dengan gadis yang sedang mencari perhatian nya.
" Aku tak mempunyai kriteria apa pun !!! " kata nya menjawab ngasal .
" oh benar kah ? bagaimana menurut kak Ken tentang ku ?? " tanya nya dengan percaya diri.
" Biasa saja !!! " Deg .... ruangan itu tiba tiba menjadi panas.
Ken yang tak dapat menahan emosi nya sedari tadi , akhirnya mengeluarkannya juga dengan kata kata pedas milik nya.
" Maaf membuat anda kecewa Tuan Hermawan, tapi saya harus pergi . Banyak urusan yang harus saya kerjakan !!! " kata nya lalu bangkit berdiri.
" O..o..oh ya , baiklah Terima kasih atas kerjasamanya dan saya minta maaf karena membuat anda sedikit tidak nyaman " kata Tuan Hermawan dengan nada penuh penyesalan.
" Tak apa itu biasa . Saya permisi !! " kata nya lalu pergi dari sana .
Namun sebelum itu yang memberikan tatapan yang menusuk kepada Giselle.
" Daddy..... " rengek Giselle tak terima dengan perlakuan Ken tadi.
" Sudah lah tak apa !! kita akan membujuk nya lagi dengan cara yang berbeda!! " kata tuan Hermawan membujuk Giselle dengan senyum seringai nya.
πππ
Pffffff Hahahaha.....
Tawa kencang Rio memenuhi mobil mewah bermerek Avanza itu.
Ken menceritakan apa yang terjadi di restoran tadi dengan penuh kekesalan kepada Rio. Rio tadi tak dapat ikut , karena ada hal yang harus di urus dan itu membuat Ken begitu menyesal .
" Bagaimana dia bisa memperkenalkan j*l*ng seperti itu kepada ku !!!! " kata Ken dengan penuh kemarahan .
" Sudah lah !!! Anggap saja mereka ingin memperkenalkan merek terbaru mereka yang gagal cetak !! " kata Rio lalu ke dua nya tertawa bersama .
Mereka menghabiskan waktu yang begitu indah itu di sebuah club ruangan private. Mereka sering melakukan ini sebelum nya , selain untuk menghilangkan rasa lelah kedua nya , mereka juga bisa saling curhat tentang masalah pribadi mereka.
Tak ada rasa canggung yang terjalin di antara keduanya, karena mereka memang lah bersahabat .
Bahkan tanpa banyak orang yang tahu , mereka berdua adalah adalah seorang hacker yang handal. Sehingga tak sulit bagi mereka untuk melumpuhkan lawan mereka.
Bagaimana kelanjutan ceritanya??
__ADS_1
Jangan lupa like vote serta komen ya guys...
Biar author semangat ngelanjut ceritanya βΊοΈ