
Sesampainya di rumah , Kim berjalan dengan langkah sempoyongan.
Entah apa yang di pikirkan gadis itu , sehingga membuat diri nya berjalan dengan pandangan yang kosong.
Prang...
Suara vas bunga dengan corak batik membuat Kim tersadar dari lamunannya.
Ia melihat ke semua arah guna mencari sumber suara tersebut.
Prang...
Suara itu kembali muncul , yang ternyata berasal dari dalam mansion.
Dengan gerakan cepat , Kim pun langsung bersembunyi di antara beberapa bunga untuk menghindari keluarga besar nya.
Di mansion.
" Bersulang... !! " teriak Tuan Hermawan dengan memajukan gelas nya bersama seluruh anggota keluarga Hermawan.
Cirrsss....
" Mari kita nikmati hidup yang seharusnya memang di nikmati !! " kata suami dari bibi Kim
Mereka semua pun bersulang dan meminum beberapa botol beralkohol yang tidak diketahui merek nya.
" Ahhhh ini begitu nikmat... " kata Winda dengan meminum kembali minuman beralkohol nya .
" Kak bagaimana tentang kehidupan gadis sialan itu ? Kenapa kalian tidak membuang nya saja sih... " kata bibi Kim dengan raut wajah kesal.
" Sudahlah biarkan saja dia hidup , toh aku juga tak pernah memperdulikan tentang keadaan nya !! " kata tuan Hermawan dengan kondisi yang sudah mabuk parah.
" Ya ya ya , kau selalu saja berkata seperti , aku bosan melihat gadis sialan itu !! Dia sama saja dengan orang tua kandungnya ! "
" Ya benar.... gadis itu memang mirip sekali dengan orang tua kandungnya !! Sama sama bodoh ! Dan sama sama menyusahkan ! " kata nyonya Mei yang juga sudah dalam keadaan mabuk.
Deg
Jantung Kim berdegup kencang , apa maksud mereka dengan Kim yang mirip sekali dengan kedua orang tua kandung nya ??
Memangnya siapa orang tua kandung Kim ??
Bukan kah mereka sendiri keluarga kandung nya ??
Karena saking terkejutnya, Kim tanpa sadar tak sengaja menyenggol salah satu pot bunga yang berada di dekat nya.
Prang..
" Mampus aku... " lirih Kim
" Hei !! Siapa di sana !! " teriak Tuan Hermawan sembari berjalan mendekat ke arah pot yang terjatuh.
Kim yang mendengar suara langkah seseorang , dengan cepat langsung menutup mulutnya, agar tak mengeluarkan suara apapun.
" Sudah lah mungkin itu hanya seekor kucing yang tak sengaja lewat ! " kata nyonya Mei sembari menahan lengan sang suami agar tak melanjutkan langkah kaki nya.
Untung nya tuan Hermawan mendengar kan omongan istri nya , ia pun membalikkan badan dan masuk ke rumah nya kembali.
Karena tak mendengar suara apapun lagi , dengan langkah cepat dan air mata yang mengalir deras , Kim pun berlari sekencang mungkin ke dalam kamar nya.
πππ
Brak....
__ADS_1
Pintu kamar Kim ia banting dengan begitu kuat.
Perlahan lahan , Kim pun menjatuhkan tubuh nya kelantai dengan tangan yang menopang wajah miliknya.
Hiks hiks hiks
Isak tangis memenuhi ruangan kamar Kim .
Rasa sakit yang ia alami saat ini , jauh lebih parah di bandingkan dengan rasa sakit nya akibat kekerasan fisik yang sering ia alami.
" A-apa aku m- memang bukan anak mereka ? " Isak nya sembari bertanya pada diri nya sendiri.
Kim benar benar tak percaya dengan semua yang ia dengar .
Benar kah hidup nya memang sedramatis ini ?
Seharusnya Kim senang , karena semua pertanyaan yang sering muncul di benak nya , akhirnya terjawab juga.
Namun tetap saja , diri nya hanya lah seorang remaja biasa , yang akan mudah menangisi segala hal menyangkut kehidupan nya.
Apalagi saat diri nya mengetahui fakta yang mungkin mampu membuat dirinya kehilangan semangat dalam dirinya selama ini.
Fakta yang benar benar menyakitkan bagi anak seperti nya, yang selama ini mengira bahwa orang yang telah merawat nya adalah keluarga kandung nya.
Namun nihil , semua itu mungkin hanya dugaan Kim saja.
Tapi Kim saat ini masih berpikir positif tentang hal itu , Kim masih yakin bahwa dirinya adalah bagian dari keluarga kejam itu.
Diri nya masih begitu yakin bahwa keluarga nya mengatakan itu karena mereka begitu membenci Kim .
Ya . Kim yakin dengan itu !!
" Aku yakin mereka hanya tak sengaja mengatakan itu , aku masih yakin mereka adalah keluarga ku !! " kata Kim dengan percaya diri.
πππ
Keesokan pagi nya , Kim terbangun dan langsung bergegas untuk berangkat ke sekolah.
setelah selesai membersihkan diri, Kim pun berlari kecil menuju ke dapur untuk membuat beberapa sarapan.
" semangat !! " gumamnya sembari memotong beberapa sayuran yang akan ia masak.
Lima belas menit kemudian , seluruh masakan Kim pun akhirnya selesai.
Ia pun segera menghidangkan nya ke meja makan , berbeda dengan sebelumnya yang biasanya Kim akan pergi terburu buru akibat tak mau bertemu dengan keluarga besarnya , kali ini entah kenapa Kim bahkan sengaja untuk bertemu dengan mereka.
10 menit kemudian , namun para anggota keluarga belum juga keluar dari kamar mereka masing masing.
Padahal jam sudah menunjukkan pukul tujuh lewat lima , membuat Kim mau tidak mau harus pergi berangkat sekolah.
Sesampainya di sekolah , pintu gerbang sudah di tutup dan mau tak mau Kim pun akhirnya kena hukuman yang memang sudah berlaku di sekolah tersebut.
πππ
Jam istirahat pun berbunyi , Kim juga sudah selesai dengan hukuman yang diberikan oleh guru guru kepada dirinya.
Saat ini dirinya tengah makan bersama para sahabatnya, namun sedari tadi Kim Hanya bengong tanpa menyentuh makanan ataupun berbicara sedikit pun.
hacih....
Kim tiba tiba saja bersin , membuat keempat sahabat nya langsung melihat kearahnya dengan khawatir.
" Kim Lo sakit ya ? " tanya Citra yang melihat muka Kim yang tampak pucat.
__ADS_1
" iya Kim , Lo gua antar ke ruang UKS ya " ajak loli namun Kim dengan cepat menggeleng.
" Ga usah , gue mau izin aja Ama guru aja , biar gue bisa pulang duluan " kata Kim lalu bangkit dan di susul oleh para sahabat nya yang ingin mengantar Kim ke ruang guru.
Setelah mendapat izin dari guru , Kim pun dengan segera pulang kerumahnya.
Ia benar benar merasa pusing, serta tubuhnya yang sedikit panas.
Tadinya para sahabat Kim ingin mengantar Kim kerumahnya , namun Kim menolak dengan alasan mereka nanti ketinggalan pelajaran.
πππ
10 menit kemudian , Kim pun akhirnya sampai dengan menggunakan taksi.
Namun pada saat ia sampai di depan pintu , terdengar suara cekcok dari dalam rumah.
Karena penasaran, Kim pun akhirnya memberanikan diri untuk masuk ke dalam.
" nah bagus , biang kerok dirumah ini datang tepat waktu ! " kata bibi Kim dengan senyum menyeringai menatap kim
" A-ada apa ? "
" Ada apa katamu !!! "
Plak
Satu tamparan berhasil lolos dan mengenai salah satu pipi Kim sampai membuatnya berdarah.
" Kau kan yang membuat vas bunga kesayangan ku hancur begini !! " Teriak nyonya Mei begitu marah.
" T-tapi itu bukan aku yang buat ma... " jawab Kim dengan jujur.
" Jangan panggil aku dengan sebutan itu !! Aku tak pernah Sudi kau menyebut ku seperti itu , karena kau bukanlah anak kandung ku "
Deg
Jantung Kim kembali berdetak kencang, ketakutan yang melandanya semalam , kini kembali terucap oleh mama nya sendiri.
" T-trus a-aku anak siapa , kalau bukan anak kalian ? " tanya Kim dengan berani sembari mengusap air mata yang mengalir di pipinya.
" Kau adalah anak dari seseorang yang pernah membuat kami begitu menderita !! Ya , kau adalah anak Bajingan dari pasangan menjijikkan itu !! " Bukan hanya nyonya Mei yang mengatakan nya lagi , bahkan sekarang tuan Hermawan pun telah mengungkapkan kebenaran yang selama ini telah mereka sembunyikan.
Kim terdiam tak tahu harus bereaksi apa , jujur saat ini hatinya begitu sakit menerima semua Kenyataan pahit yang ia alami , namun tak luput juga ia merasa puas akhirnya setelah sekian lama , ia tahu apa penyebab keluarga nya itu begitu membenci diri nya.
" Baiklah... sekarang semuanya sudah terbongkar, dan kau Kim Berly Anastasia , aku mengusir mu dari rumah ini , dan juga mengeluarkan dirimu dari anggota keluarga Hermawan !!! " kata Tuan Hermawan dengan tegas.
Tapi perkataan itu justru membuat Kim terkekeh ,
Mengeluarkan dirinya dari keluarga Hermawan?? Memangnya sejak kapan Kim masuk ke dalam anggota keluarga tersebut ??
Namun Kim tak bisa berbuat apa-apa lagi , dengan langkah yang mantap , diri nya pun keluar dari rumah tersebut, tak perduli lagi semua orang yang saat ini menatap nya dengan sinis.
Setelah berhasil keluar dari lingkungan rumah mewah itu , Kim pun berlari dengan Isak tangis yang mengiringi, walau sebenarnya ia sendiri tak tahu harus melangkahkan kaki kemana lagi !!
Saat ini dirinya hanya ingin melampiaskan seluruh amarah, kesedihan yang bercampur aduk di dalam hati kecilnya.
" Aku benci kalian semua !! "
πππ
Bagaimana kelanjutan ceritanya??
Jangan lupa like vote serta komen ya guys..
__ADS_1
Biar author semangat ngelanjut ceritanya βΊοΈ