
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh , Kim pun akhirnya sampai di sekolah.
Namun belum juga diri nya melangkah masuk ke kelas, tiga gadis menyebalkan yang sempat tak menampakkan batang hidungnya, kembali muncul dengan raut wajah mencurigakan.
Mereka bertiga berdiri seperti sedang menghadang Kim untuk masuk.
" Ada apa lagi ? " tanya Kim yang tak mau basa basi.
" Huh sombong sekali kau !! " kata Cece menatap Kim sebal.
" Sudah lah tak usah berdebat , Kim Berly Anastasia.... Kami hanya rindu dengan mu dan ingin sedikit bermain main saja !! " kata Fina dengan senyum menyeringai.
Tak lama setelah nya , terjadi perkelahian yang cukup sengit di antara ke empat nya.
Mereka seperti sekelompok penculik yang menyerang seseorang.
Kim yang sedang dalam situasi hati yang buruk , sedikit kesulitan untuk melawan ketiga gadis itu.
Bahkan sekarang diri nya sudah babak belur akibat ulah tiga manusia jadi jadian itu !!
Hahahaha
Teriak mereka bertiga kesenangan melihat karya baru yang mereka hasilkan.
Setelah puas menghajar Kim , mereka pun pergi begitu saja tanpa merasa bersalah sedikitpun.
Kim bukan lah gadis yang lemah , Tapi karena situasi hati nya yang sedang buruk , diri nya seperti kehilangan kendali dan tak bisa melawan musuh bebuyutan nya itu.
Dengan susah payah, Kim pun bangkit dan segera berjalan tertatih tatih ke sebuah ruangan yang bernama UKS .
Tak ada seorang pun yang melihat kejadian itu , di karena kan bel sekolah itu sudah berbunyi sejak tadi.
Seluruh siswa tentu nya sudah masuk ke dalam kelas nya masing-masing.
Hanya saja , ketiga gadis itu memang sudah merencanakan semua kejadian ini sehingga mereka pun tak perduli jika harus meninggalkan pelajaran mereka.
πππ
Bel sekolah berbunyi, seperti biasa nya seluruh siswa pun berkumpul di sebuah kantin yang terdapat di sekolah itu.
Sama hal nya dengan Kim dan sahabat nya , mereka juga tengah menikmati makan siang mereka dengan begitu lahap.
" Lo berantem lagi sama Fina dkk , Kim ?? " tanya Miko yang sedari tadi penasaran dengan luka yang terdapat di wajah Kim.
" hmmmm " jawab nya tak semangat sambil mengaduk aduk semangkuk bakso yang ada di hadapan nya.
" Kau kenapa, tumben tuh makanan kagak di makan ? " tanya Glen sembari memasukkan semangkuk nasi goreng ke mulutnya.
__ADS_1
Kim tak menjawab pertanyaan dari Glen , bahkan diri nya juga tak mendengar kan apapun dari mulut sahabat nya itu.
" Woy.... !! " teriak Glen kesal dan menggebrak pelan meja makan mereka.
" eh... ada apa ?? " tanya Kim baru sadar dari lamunannya.
" Lo itu kenapa , dari tadi melamun Mulu ? Lagi ada masalah ?? " tanya Citra menatap Kim lekat .
" Ah.... itu.... Gak - gak ada apa apa kok !! " jawab nya sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Para sahabat Kim pun saling pandang dengan raut wajah mencurigakan kepada Kim.
Akhir akhir ini , Kim yang biasanya ceria berubah menjadi Kim yang lebih banyak diam.
Dia seperti bukan Kim yang mereka kenal . Kim juga seperti sedang menyimpan sesuatu hal dari mereka.
Karena ingin membuktikan keadaan yang sebenarnya terjadi kepada Kim , mereka semua pun sepakat untuk mulai mencari tahu sesuatu hal yang terjadi kepada Kim.
πππ
Setelah pulang sekolah, Kim beserta para sahabat nya pun bergegas pulang.
Kali ini citra menawarkan tumpangan mobil nya kepada Kim .
Kim yang sedang tak mood itu pun akhirnya menerima tawaran dari citra.
Diri nya sudah menyuruh seseorang yang ia kenal , untuk mengantar makan siang ke kantor Ken.
Walau ia tahu bahwa Ken merupakan seorang pengusaha yang sukses, dan yang pasti nya memiliki banyak uang untuk sekedar membeli makanan saja.
Tapi Kim juga tahu, bahwa Ken tak akan membuang waktu berharga nya hanya untuk memesan makanan yang notabene akan membuang waktu berharga nya walau cuman sedikit saja.
" Kim mau nginap di rumah gue gak ?? Kebetulan nyokap bokap gue lagi pergi ke luar kota . Ya... kira kira semingguan lebih gitu " kata citra menatap Kim sekilas lalu fokus mengendarai mobil milik nya.
" hmmm boleh .... gua juga lagi bosan di rumah" jawab nya ngasal.
" Bagus !! Good job girl... " kata citra lalu kedua nya tertawa bersama walau tak ada yang lucu sama sekali.
πππ
Di lain tempat, di sebuah ruangan yang cukup besar yang hanya di huni oleh satu orang saja , seseorang bos tampan sedang menunggu seseorang yang sedari tadi tak memunculkan batang hidungnya.
Ya, dia adalah Ken.
Ken ternyata sedang menunggu Kim untuk membawa makan siang nya seperti biasa.
Namun anehnya, sudah lima belas menit lama nya ia menunggu, Ken tak mendapat kan tanda tanda gadis menyusahkan itu datang.
__ADS_1
Diri nya sedikit merasakan khawatir yang mendalam, akibat gadis menyusahkan itu.
" Tumben dia tak datang ?? apa benar dia begitu kecewa dan tak mau datang ke mari lagi ?? " gumam nya khawatir.
" Eh apaan sih !! seharusnya kan gue senang tuh bocah ingusan gak datang lagi ke sini , setidaknya dia tak akan menyusahkan ku lagi !!" Ken pun mulai sadar dan kembali dengan sikap sombong nya semula.
Tok tok tok
" Bos ini aku Rio !! " teriak Rio dari dalam.
" Masuk saja , ruangan ini tak ku kunci sama sekali " jawab Ken dingin.
Ceklek....pintu pun terbuka dan memperlihatkan Rio yang datang dengan sekantong plastik yang berisi bekal di tangan nya.
" itu apa ?? " tanya Ken yang penasaran dan menunjuk sebuah plastik berisi bekal siang.
" ini.... ada kiriman dari seseorang untuk mu tuan muda !! " jawab Rio lalu menyerahkan bekal tersebut kepada Ken.
" Seseorang... ? " gumamnya pelan lalu membuka bekal siang tersebut.
Namun pada saat membuka plastik bekal tersebut, Ken menemukan sebuah surat yang depan nya terdapat tulisan " Dari Kim , sih gadis menyusahkan "
" Kim.... ? " kata nya dalam hati lalu cepat cepat menyembunyikan kertas itu ke saku kantong nya.
" Sudah , keluar lah !! " perintah Ken menyuruh Rio meninggalkan ruangan tersebut.
" Baik Tuan muda " pamit nya undur diri.
" Siapa yang mengirimkan bekal itu kepada Ken ?? Tak biasanya Ken mau makan siang di kantor . Apa jangan jangan...... Kim ? " tebak Rio sembari melangkahkan kaki nya keluar.
Setelah Rio keluar, Ken pun mulai membuka bekal tersebut dan juga kertas itu kembali.
Namun anehnya, tak ada kata kata yang tertulis lagi kecuali depan surat nya saja.
Ken yang sedari tadi sudah lapar, tak terlalu perduli dengan surat itu lagi. Ia pun buru buru menyantap makan siang yang di kirim Kim kepada nya.
Walau begitu , Ken tetap merasa ada yang tak beres dengan hati nya. Ia begitu tak nyaman dengan makanan tersebut walau sebenarnya rasa nya begitu nikmat.
Mungkin diri nya sudah terbiasa makan bersama dengan Kim ?? Atau mungkin karena diri nya terlalu memikirkan Kim ??
πππ
Bagaimana kelanjutan ceritanya??
Jangan lupa like vote serta komen ya guys...
Biar author semangat ngelanjut ceritanya βΊοΈ
__ADS_1