SYAUQ

SYAUQ
Prolog


__ADS_3

"Cintaku padamu, bagaikan


...Majnun kepada Layla."...


Dilarang! Ditentang!


..."Seperti Romeo kepada Juliet"...


Yang tidak pernah mendapat sebuah restu.


Namun, ku harap, kisah kita tidak berakhir seperti mereka.


..."Aku ingin merangkai sejarah indah!...


Layaknya,


...Nabi Muhammad dengan Khadijah...

__ADS_1


Maukah engkau mewujudkannya, bersamaku?"


...🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺...


Dulu, ada seorang pemuda yang bertingkah layaknya Majnun, Qais, seorang anak Raja dari Bani Amir. Ketika itu, gadis itu pun tidak menyadarinya, yang ternyata, ia juga bagaikan Layla, kekasih Qais sekaligus puteri Raja dari negeri tetangga, yang terpenjarat oleh rasa yang kian membelenggu.


Namun, mereka terlalu gegabah seperti Romeo dan Juliet yang akan melakukan upacara pernikahan sendiri tanpa adanya seorang wali dari keluarga. Memang sedikit gila, tapi itu adalah kenangan indah jika semua berjalan sebagai mana mestinya.


"Tak mengapa kekasihku, meskipun kita terpisah jauh, namun hati kita tetap bersatu. Mencoba bertarung melawan hasrat yang membara, yaitu dengan cara terus berdoa. Agar kita tidak memiliki takdir sedemikian."


~Uqzy


...🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺...


"Wahai kekasihku, bersabarlah, aku akan selalu berusaha memperjuangkanmu. Bahkan meskipun aku harus kehilangan semuanya. Aku berjanji!"


Kenangan terus berputar dalam memori ingatan pemuda yang tengah terpenjara di dalam kamarnya, ia menatap gelapnya malam dengan rembulan yang menghiasi suasana sendunya. Ya, seperti itulah dia, bagaikan malam, yang merindukan kekasihnya untuk menghiasi kegelapan hatinya.

__ADS_1


~Syam


...🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺...


Orang - orang berkata, bahwa cinta pertama adalah kisah yang terindah dan kenangannya tidak akan pernah mati.


...Namun, bagaimana jika mereka tidak menyadari cinta tersebut telah bermekar indah di dalam hati mereka, sebelum mereka sendiri tahu apa arti dari cinta itu? Dan malangnya mereka sudah menyerahkan hati, bahkan sudah tenggelam di dasarnya, sebelum mereka tahu betapa berharganya hati yang diserahkannya itu....


Satu kalimat yang terkenal diantara keduanya sebelum hari perpisahan itu merenggut, yaitu


..."ILoveYou" I wrote it with no spaces so there's no room for anyone else....


Hingga pada akhirnya, mereka baru menyadari setelah tenggelam di dasar laut yang begitu mengerikan tanpa bisa kembali lagi.


...Jatuh yang pertama adalah jatuh yang paling menyakitkan dan Luka yang pertama adalah luka yang paling terperih....


Kini mereka tersiksa oleh rindu yang terus membara di dalam hatinya. Hasrat ingin bertemu tak pernah padam, justru terus membakar diri mereka. Namun, tak pernah ada yang memahami penderitaan dua orang yang masih polos dan lugu itu. Orang-orang hanya menasihati tanpa bisa memahami yang dirasa

__ADS_1


Memang mudah jika hanya berkata, tapi itu bukan solusi memadamkan gejolak dalam hati mereka, namun layaknya matahari yang terus bersinar terang tanpa ada tanda-tanda redupnya cahaya itu. Mata mereka pun, bagi yang dapat memahami telah menggambarkan keluh kesahnya. Walaupun keadaan hanya membisu, tatapan itu menguak segala yang terpendam di lubuk hatinya.


Orang yang bisa membaca akan menangisi cinta suci dan murni itu, sedangkan yang buta hanya terus berceloteh mengenai omong kosong belaka yang sudah jelas tidak ada harapan lagi bagi keduanya, jika nasihat itu terus mengalir. Karena yang mereka inginkan cuman satu, yaitu bersatu untuk selamanya.


__ADS_2